Go Back To You

Go Back To You
BAB 7 ( Bujukan untuk Abimanyu )


Sharen sangat sibuk hari ini, karna baju baru untuk butiknya datang terlalu siang dan membuat jadwal kerjanya berantakan. Beberapa kali handphon nya mendapatkan panggilan dari klien yang sudah memesan baju-baju model barunya.


Mama Anandini bukan hanya membuka butik itu saja, tapi dia juga menjadi distributor para penjual online di wilayah jawa. Jadi beginilah kalau pengirimannya telat semua akan keteteran.


butuh waktu 2 jam untuk membongkar dan mengecek setiap barang yang datang, mulai dari jahitannya, kancing nya dan apakah ada bagian yang kotor di produk itu. kualita itu nomer satu, itu moto mama Anandini yang tidak bisa di ganggu gugat.


sampai jam 3 sore akhirnya semua barang pesanan sudah langsung di kirim, dan beberapa model baru sudah di pasang ke maneken butik.


" jam istirahat makan siang udah lewat, jadi hari ini kita gantian ya untuk makan " kata Sharen ke para karyawan di butiknya. Dia pun naik ke kantor dan memasukan stok barang baru ke dalam file laptopnya.


" ya ampuun banyak banget sih barang yang baru!!, lembur deh hari ini " gerutu Sharen yang sudah sangat lelah. Karna tadi dia juga ikut mengecek keadaan baju bersama para karyawan. Sebenarnya bisa saja dia membawa pekerjaan nya ke rumah, tapi Sharen tidak suka kalo harus bekerja saat dia bisa santai di rumah bersama orang tua dan adiknya.


Sharen tidak sadar kalo sekarang sudah jam setengah 5 sore. Dia tetap fokus pada layar laptopnya dan kertas-kertas di mejanya sampai ada suara pesan masuk di handphon nya


***mas Abi❤️


kamu dimana? jadi kan ke distro?


me


aku ke sana jam 7an ya....


masih banyak banget kerjaan ku


mas Abi❤️


kalo gitu besok aja ketemunya....


habis kerja langsung pulang aja istirahat


me


enggak mas! kita hatus ketemu hari ini***!


Sharen meletakkan handphon nya dan melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk dan entah kapan habisnya.


*******


pukul 19.15 Sharen tiba di distro Abimanyu. Seperti biasa karyawan nya membukakan pintu saat melihat Sharen datang. Sharen tersenyum menyapa para karyawan di distro itu. Lalu berjalan menuju kantor Abimanyu.


Tok...Tok...Tok...Tok


" iya masuk!! " suara lantang Abimanyu terdengar dari balik pintu.


Sharen membuka pintu dan meliha Abimanyu yang sedang bekerja di belakang laptopnya dengan mengenakan kaos hitam dan kacamata anti radiasi.


" udah berapa jam kamu di depan laptop?" tanya Sharen sambil duduk di sofa


" baru kok....,, udah makan? " Abimanyu sedikit melirik sharen dan fokus lagi ke laptopnya


" iya...iya... ini udah selesai kok,, kamu udah makan? " Abimanyu mengulangi pertanyaan nya


" Belum...,, aku belum makan dari tadi siang.." jawab Sharen lemas


" sibuk banget ya hari ini?? ya udah aku pesenin makanan ya..."


Sharen mengangguk sambil tetap memejamkan matanya. Abimanyu pun mendekati sharen dan memijat sebelah pundak Sharen


" hadap samping sana biar aku pijat pundak kamu " perintah Abimanyu.


Sharen langsung memposisikan duduknya sambil memunggungi Abimanyu dan dengan sigap Abimanyu memijat pundah calon istrinya.


" Abii...., kamu masih ingat dimana kamu kubur bayi itu? " Sharen membuka pembicaraan dengan lembut supaya Abimanyu tidak tersinggung


" di dekat desa nenek ku. Dulu aku tinggal sama nenek di kampung halaman ibuk " Abimanyu menjawab kalem sambil terus memijat bahu Sharen


" hari Minggu sampai Selasa aku ijin gak masuk kerja ke mama. Kita harus kesana! " ajak Sharen dengan nada dinginnya. Abimanyu menghentikan pijatan pada bahu Sharen


" buat apa? " nada bicara Abimanyu mulai melembut


Sharen berbalik menghadap Abimanyu " kita cari makam nya...., kita berdoa buat dia...., sekalian kamu minta maaf ke anak kamu " jelas Sharen lembut


" kenapa Ren?,, aku belum siap kesana! apa lagi ini mendadak " jawab Abimanyu sedih


Sharen mengangkat wajah Abimanyu yang tertunduk " Abii..., denger yaa... kamu aja bisa mengakui perbuatan mu ke aku kan!, masak kamu gak berani mengakui kesalahan mu ke anakmu? " tanya Sharen lembut. Dia berusaha meyakinkan Abimanyu untuk mengikuti perkataannya


" aku mau sedikit beban mu hilang Abi...., aku mau membuka lembaran baru sama kamu yang hatinya kuat " Sharen meyakin Abimanyu lagi


awalnya Abimanyu sedikit ragu, karna dia masih belum berani pergi ke tempat itu, tapi dengan kegigihan Sharen akhirnya dia menurutinya


" oke!! sabtu sore kita berangkat!! kamu bawa baju yang tebal ya, disana dingin " kata Abimanyu.


Sharen tersenyum karna berhasil membujuk Abimanyu. Dia tau kalau ini berat bagi Abimanyu, tapi kalau gak begini, nanti pasti Abimanyu akan semakin tetpuruk.


Tok...Tok...Tok...Tok...


" mas gofoog nya sampek mas.... " panggil Leo dari balik pintu. Abimanyu membuka pintu dan mengambil pesanannya.


" ayo makan dulu... " ajak Abimanyu pada Sharen


" mas terbebani ya? kog murung banget? " tanya Sharen yang dari tadi melihat wajah Abimanyu sedikit pucat dan sendu


" Aku cuma agak takut aja... Jujur aku masih belum siap kembalik ke sana, adegan yang aku lihat saat itu seperti terulang di kepalaku, rasanya pusing dan mual " kata Abimanyu sambil memegang kepalanya


" Abii..., kalo gak gini aku malah takut nantinya kamu akan terus-terusan terpuruk dan gak bisa fokus sama hidup baru kita " jawab Sharen


" iya sayang aku paham maksut kamu, kejadian itu juga udah lama dan aku harus bisa mengakui kesalahan ku itu sama diri aku sendiri, aku gak boleh lari dari rasa bersalah ini. aku harus bisa menghadapinya " Abimanyu mulai bertekat kuat karna dia tau kalau nanti dia begini terus kasihan Sharen yang akan mendampinginya.