
5 tahun berlalu dengan cepat.
Sheren sedang melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya dari arah Jogjakarta
Sheren mengemudi dengan kecepatan sedang di jalan tol yang sangat padat
" maah, masih jauh ya? " tanya seorang anak laki-laki ber umur 3 tahun
" iya sayang, kamu bosen ya?? habis ini kita berhenti di rest area ya, kita beli es krim oke "
" iya maah "
Sheren mencari rest area terdekat untuk ber istirahat, di lihatnya plang jalan menunjukan rest area berjarak 2 km lagi
Sampai di rest area Sheren turun bersama anak laki-laki tadi dan menggandengnya menuju mini market di sana
" okey Exsel mau es yang mana? "
" mau vanilla "
Setelah mengambil berbelanja mereka berjalan menuju kasir dan memberikan belanjaan nya
kasir menyapa dengan ramah kepada mereka
" anak nya lucu sekali mbak, umur berapa tahun? "tanya seorang ibu di antrian belakang mereka
" umurnya 3 tahun bu " jawab Sheren
" wah 3 tahun sudah pintar ya! nama nya siapa sayang "
" saya Exsel tante "
" sama siapa kesini? "
" sama mamah "
" loh papa nya mana? "
" dady di rumah sakit "
" ayo exel kita jalan lagi. mari ibu " ajak Sheren setelah selesai membayar belanjaan nya
" iya nak hati-hati ya "
Sheren melihat mimik wajah ibu tadi sedikit memelas ke arah nya, yang membuat Sheren heran
" emmm Exsel tadi di tanya apa sama si tante? " tanya Sheren setibanya di mobil
" tante tanya dady di mana "
" terus Exsel jawab apa? "
" dady di rumah sakit "
Sheren mengangguk-anggukkan kepala nya setelah mendengar jawaban Exsel
' yah pantes wajah si ibu prihatin gitu, di kira gue punya suami lagi sakit '
Beberapa jam perjalanan Exsel tertidur pulas setelah mengoceh kesana kemari.
Sheren mempercepat laju mobilnya supaya tidak kemalaman sampai rumah.
30 menit berlalu akhirnya dia keluar dari jalan tol.
Saat akan menuju arah rumah Glen mengirimkan pesan pendek untuk Sheren.
Glen meminta tolong untuk mampir ke supermarket dan membeli beberapa barang.
Sheren mencari supermarket terdekat di sana.
Saat memasuki area supermarket Exsel terbangun dari tidurnya.
" Exsel mau ikut atau tunggu di mobil? "
" mau ikuuut "
Sheren membukakan pintu untuk Exsel dan menggandengnya.
Di dalam Sheren mengambil keranjang belanja, karna barang yang dia beli tidak banyak
Saat sedang asik membeli barang, sifat aktif Exsel muncul. Dia berlari kesana kemari hingga membuat Sheren harus mengejarnya dan berteriak memanggilnya
" Exsel dimana? " Sheren berjalan kesana kemari karna kehilangan jejak Exsel yang berlari dengan kencang
sampai di bagian rak makanan ringan dia melihat seorang laki-laki yang sedang menenangkan anak kecil yang menangis
" Exsel? "
" mamaaaaahh "
Exsel berlari menuju arah Sheren
" ya ampuun! kan udah di bilangin jangan lari-lari Sel! "
" Dia mungkin mau makanan ringan, makanya lari kesini "
Sheren mengangkat kepalanya dan terkejut melihat laki-laki yang tadi menenangkan Exsel
" Abi? "
" hay! "
Setelah membayar ke kasir, Abimanyu mengajak Sheren dan Exsel ke cafe terdekat untuk sedikit berbincang
" kamu sama anak mu mau minum apa Ren? "
" americano sama es coklat aja "
" okey kamu tunggu di sana biar aku yang pesenin "
Sheren menggandeng Exsel ke kursi dekat jendela.
Abimanyu membawakan pesanan mereka dengan nampan
" ini satu americano, ini es coklat dan kue brownies untuk Exsel "
" terimakasih om! "
" iya sama-sama,, kok sama mama aja sih, papa kamu kemana? " tanya Abimanyu ke Exsel
" dady di rumah sakit om "
" rumah sakit? "
Abimanyu memandang Sheren dengan iba. Sheren yang mengerti akan pemikiran Abimanyu pun ber-reaksi
" dady nya emang lagi di rumah sakit, nunggu momy nya lahiran! "
" tunggu-tunggu momy nya lahiran?? "
" tapi kenapa dia panggil kamu mama? "
" ya gak tauuk! aku suruh manggil tante juga dia gak mau kok "
Abimanyu memandangi Exsel yang asik dengan brownies nya.
Sheren mengambil tisu di tas nya dan mengelapi mulut Exsel yang penuh dengan coklat dengan perlahan
Abimanyu tersenyum melihat ketelatenan Sheren.
" owh iya gemana kabar Rosa? "
" emm Rosa pingin ketemu kamu Ren "
" ya suruh kesini donk! "
" enggak bisa Ren, gemana besok pagi gue ajak lo ke tempat Rosa? "
" boleh lah, lo tunggu di cafenya Ari aja ntar berangkat dari sana "
Abimanyu mengangguk pelan.
" mamah ayo pulang! aku kangen sama momy sama dady "
" ya udah Bi gue pulang dulu ya! makasih buat kopi sama kue nya "
...****************...
Paginya Sheren berangkat ke cafe milik Ari, dia bertemu dengan Amel di sana
Amel terlihat lebih berisi.
" iya lah, udah lahirin anak 1 ini masak minta kurus aja? "
Sheren tersenyum sambil menggendong anak Amel dan Ari yang baru berumur 7 bulan
" bapak Ari kemana? kok lo yang di cafe? "
" dia lagi cari biji kopi buat cafe yang satunya "
Tak berapa lama mereka berbincang, Abimanyu datang
" hay Mel lama gak jumpa! "
" hay Bi apa kabar? kok sendiri? "
" baik kok, iya gue sendiri, ini mau ajak Sheren ke tempat Rosa "
" kenapa Rosa gak lo bawa ke sini aja? dia kan suka sama minuman dan kui di sini, udah lama juga dia gak kesini loh "
Abimanyu hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Amel
" ya udah deh Mel gue cabut dulu ya, keburu siang " kata Sheren
" tunggu bentar Ren "
Amel bergegas ke kasir membungkus es coklat dan kue kesukaan Rosa
" titip ya buat Rosa " kata Amel sambil menyerahkan kantung plastik ke Abimanyu.
Abimanyu dan Sheren berangkat dengan 1 mobil.
Di perjalanan mereka sedikit berbincang membahas tentang perusahan orang tua mereka.
" eh kok ke jalanan sempit gini sih? emang Rosa ada pemotretan di mana? "
Abimanyu hanya diam dan memarkirkan mobilnya di depan pemakaman umum yang luas.
" lo ngapain ngajak gue kesini? " tanya Sheren penasaran
Abimanyu menggandeng tangan Sheren, menuntunnya berjalan ke dalam area pemakaman.
Di situ ada seorang ibu yang sedang membersihkan nisan dan menaburi bunga di atas makam.
" hallo mah " sapa Abimanyu ke wanita paruh baya itu
" loh nak Abi kesini lagi. Ini siapa? "
" ini Sheren mah, orang yang selama ini di tunggu sama Rosa "
" owh nak Sheren, kamu cantik sekali ya, makanya anak saya selalu bilang kalo kamu role model nya "
Ibu itu memegang tangan Sheren dengan halus, memperhatikan nya dengan senyuman yang hangat.
Sedangkan Sheren hanya mematung melihat nisan yang bertuliskan nama Larosa Mirandha.
" apa yang terjadi Abi? " tanya Sheren lirih
" sehari setelah kita wisuda, Rosa masuk rumah sakit. Dia mengidap kangker otak stadium akhir Ren "
" kenapa lo baru bilang sekarang Abi? "
" nak Abi tidak salah sayang. Mamah juga baru tahu penyakit itu, karna Rosa pintar menyembunyikan penyakitnya. Saat dia di rawat, Rosa selalu cari kamu nak Sheren " jawab ibu Rosa dengan air mata yang berlinang
" kenapa Rosa mencari saya? "
" mamah juga gak tau nak, tapi 1 tahun yang lalu, sehari sebelum akhirnya Rosa pergi, dia titip surat untuk kamu "
ibu Rosa memberikan sepucuk surat untuk Sheren
Sheren menerimanya dan membuka amplop ter sebut
Sheren menangis membaca surat itu, dia berlutut di sebelah batu nisan Rosa
" Rosa sorry gue gak tau kalo lu setulus ini. Gue malah gak perduli ke elo Ros, gue malah menghindar dari lo dan gak bisa baik ke lo "
Abimanyu memegang pundak Sheren yang bergetar karna tangisan
" tante maaf, Sheren selama ini gak perduli sama Rosa, Sheren egois dengan menjauhi Rosa tan....,, maaf " lanjut Sheren yang menangis sejadi jadinya
" sudah nak, Rosa sudah tenang di sana "
ibu Rosa memeluknya dengan erat, mencoba menghentikan tangisan Sheren.
Abimanyu mengajak Sheren pulang ke rumah nya.
Di jalan Sheren tetap menangis sambil memeluk surat milih Rosa
Abimanyu meminggirkan mobilnya dan mencoba menenangkan Sheren
" udah Ren, Ros udah tenang di sana "
" Abii, sorry...hikz "
Abimanyu memeluk Sheren dengan erat membiarkan dia menangis sampai puas.