
" Ren lo ngapain sih mau duduk sama dia? " kata Amel sewot
" Rosa gak tau kalo aku sama Abi udah nikah. Mereka juga udah lama pacaran, gue gak tega aja ngehancurin hati Rosa "
" lo jujur sama gue ya!! lo suka kan sama Abi? "
" iya gue suka! gue sayang! gue cinta sama Abi,, tapi tidak dengan Abi!! "
" kenapa gak lo rebut hatinya? Abi itu suami lo! lo berhak atas dia kan "
" semua bakal berakhir Amel, Gue dan Abi bakal berakhir "
Amel diam melihat ekspresi sedih Sheren.
Sebelumnya Sheren tidak pernah sesedih ini. Sheren baginya adalah wanita kuat, apapun dia hadang dan dia lawan. Tapi Sheren tetap wanita, dia akan kesusahan melawan perasaan nya.
...****************...
Setelah Amel mengantarkan Sheren, dia langsung pulang dengan taxi online. Sheren mengantarnya ke depan rumah sampai dia menaiki taxi nya.
Belum sempat Sheren masuk ke rumah, mobil Abimanyu memasuki halaman.
Sheren tidak memperdulikan dan berjalan masuk ke kamarnya.
Di dalam kamar, Sheren mulai sibuk dengan laptop nya. Dia dipercaya mami nya untuk bertanggung jawab mengelola stock butik milik mami nya.
Sheren bekerja paruh waktu di butik mami nya, setiap pulang kuliah dia akan datang ke butik maminya untuk melihat stock barang dan mengecek barang masuk. Apalagi kalau mami nya sedang mengeluarkan model baru, pasti Sheren akan sibuk.
Butik milik mami Sheren memproduksi busana bertema batik. Dan kebanyakan model bajunya dirancang sendiri oleh mami.
Setelah beberapa lama Sheren menatap layar laptopnya tiba-tiba dia merasa pusing. Mungkin karna kamarnya yang tidak begitu terang.
Sheren keluar dari kamar menuju ruang tamu, disana suasana nya lebih terang.
Abimanyu melihat Sheren yang turun ke tangga sambil memegang laptop nya.
" mau kemana? " tanya Abimanyu
" ke ruang tamu "
" gak usah naik turun, masuk aja ke ruang kerja ku " tawaran Abimanyu
" gak usah nanti aku ganggu "
Abimanyu menggandeng tangan Sheren dan membawanya masuk ke dalam ruangan kerja nya.
" kalau mau belajar kamu bisa pakek ruangan ku " kata Abimanyu lembut
Sheren mengangguk dan meneruskan pekerjaan nya.
Hampir satu jam lamanya mereka saling sibuk dengan laptop masing-masing, tanpa obrolan di antara mereka. Hanya saja Abimanyu sering melirik ke arah Sheren.
" kamu lagi ngerjain apa? " Abimanyu membuka pembicaraan
" stok butik mami, lo udah selesai? " tanya Sheren tanpa menoleh ke Abimanyu
" udah kok, tinggal nge print aja. Stok nya masih belum selesai? "
" iya "
" jangan terlalu maksain diri kalo kerja, kamu masih sakit "
" gak maksa kok. Owh iya aku minta nota perbaikan mobil nya! " Sheren melirik Abimanyu
" buat apa? "
" akhir-akhir ini gue banyak ngabisin uang lo, gue gak mau ninggalin hutang pas kita pisah "
" itu kewajiban gue Ren "
Sheren menghentikan pekerjaan nya dan menarik nafas dalam-dalam.
Sheren menatap Abimanyu
" lo sadar gak sih pernikahan ini gak kita ingin kan?? apa kita bisa menjalani hak dan kewajiban kita di pernikahan ini sedangkan niat awal kita sudah menuju perpisahan? "
Abimanyu terdiam dan berpaling dari tatapan Sheren
" Abi, lo bisa memerankan kewajiban lo secara materi ke gue. Tapi gue??, bahkan memberi hak dan kewajiban istri, gue gak bisa!! karna dari awal kita udah komitmen pisah. Tolong lah, jangan lo kasih beban ke gue dengan kata-kata kewajiban karna gue gak bisa kasih hak lo! "
Sheren keluar dari kantor Abimanyu membawa laptop nya.
Abimanyu memegang kepalanya dengan kedua tangan. Dia merasakan apa yang dikatakan Sheren benar. Dari awal mereka sepakat untuk berpisah.
Di kamar Sheren tidak bisa menahan air matanya. Rasa sedihnya sudah tidak bisa dia bendung. Dia merasa lemah sekarang.
" gue suka sama lo Abii!, tapi lo gak bisa gue miliki. Untuk apa kita pertahankan hal konyol ini? "
Tangisan nya semakin menjadi, hatinya tidak kuat menahan sakit.
Baru kali ini dia mengerti apa itu cinta, tapi sayang cintanya tak terbalas.
Sheren menangis sampai akhirnya tertidur.
...****************...
Pukul 07.30 Abimanyu turun ke ruang makan. Suasana rumahnya sangat sepi tidak seperti biasanya dan dari semalam dia tidak melihat Sheren.
" bi Surti lihat Sheren? "
" mbak Sheren udah keluar rumah dari jam 5 tadi mas "
" jam 5? dia bilang kemana? "
" gak tau mas, tapi tadi keluar pakek celana pendek sama jaketan terus bawa ransel "
" bawa ransel? ini kan hari minggu gak mungkin dia kuliah! "
Abimanyu pergi keluar rumah mencari pak Bejo. Di fikiran nya mungkin pak Bejo tau Sheren kemana, karna pak Bejo selalu bertanya kemana tujuan orang-orang rumah saat keluar.
" Pak Bejo!! pak Bejo!! "
" siap mas ada apa? "
" pak Bejo tadi tau Sheren mau kemana? "
" wah gak tau mas, tadi saya tanyain gak mau jawab, terus wajahnya juga kayak habis nangis mas Abi "
Abimanyu merasa cemas karna Sheren pergi begitu saja. Apalagi dia pergi dengan keadaan yang sedih. Abimanyu takut Sheren akan melakukan hal macam-macan
" pak Bejo tolong buka gerbang! saya mau cari Sheren "
" siap mas!! "
Abimanyu berlari menuju mobilnya, dia langsung tancap gas mencari keberadaan Sheren.
Dia menyetir sambil mencoba menelfon Sheren, tapi tidak di angkat sama sekali.
" lo dimana Ren? pliss jawab telfon gue! " kata Abimanyu sambil memegang HP nya
Berkali-kali dia menelfon Sheren tanpa henti
tuuut...tuuuut....
" *hallo? "
" lo dimana? "
" gue di villa nya Glen "
" kirim alamat nya sekarang! gue mau ngomong sama lo* "
Sheren mematikan telfon nya dan mengirimkan lokasi Villa milik Glen yang jaraknya lumayan jauh, kira-kita 2 jam dari pusat kota.
Abimanyu langsung pergi menuju vila tersebut.
Perjalanan selama 2 jam di tempuhnya untuk Sheren.
Gerbang villa terbuka lebar, terlihat mobil Sheren terparkir di sana dan Sheren duduk di teras villa sambil memegang laptop nya.
" Ren gue sayang sama lo!! gue tau kalo gue bodoh mengawali pernikahan kita dengan kata perpisahan!! " teriak Abimanyu yang baru keluar dari mobilnya.
Sheren berdiri dari kursinya dan berjalan menuju Abimanyu. Air matanya jatuh tanpa dia sadari.
" tolong Abi, jangan buat hati gue goyah. Gue berusaha buat lupain perasaan gue!! buat gue benci sama lo! pliss " tangis Sheren pecah, dia telah mengungkapkan perasaan nya.
Ada rasa lega dan perasaan tidak rela karna setelah ini perpisahan telah menunggu mereka.
Abimanyu menarik Sheren ke dalam pelukan nya.
' ya tuhan, setelah kau biarkan hati ku kembali untuknya, kenapa sekarang kau takdirkan aku melepasnya? '