
Sheren dan Abimanyu sampai di kantor polisi yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah sakit. Mereka menunggu di dalam ruang kepolisian, sampai ada seorang petugas yang memanggil mereka untuk introgasi.
" baik mbak ini korbannya ya! mohon ceritakan kejadian nya " tanya petugas kepolisian dengan ramah
" waktu itu saya perjalanan pulang pak, di dekat lampu merah tiba-tiba ada yang nabrak mobil saya dari belakang. Reflek saya keluar donk liat kondisi mobil saya, terus bapak yang nabrak itu keluar bawa botol minuman keras, awalnya saya ajak omong baik-baik untuk menyelesaikan masalah, tapi orang nya ngegas dan ngelempar botol minuman nya ke saya dan pecahanya kena kaki saya, HP saya di ambil dan di lempar juga. Karna saya emosi yaaa saya coba melawan pak, terus dia ngeluarin semacam tongkat baseball, dia udah brutal ngarahin tongkatnya dan kena pergelangan tanga sama bibir saya sampai saya jatuh dan dia hancurin mobil saya, tapi untuk luka si pelaku itu bener-bener ulah dia sendiri pak, karna dia jatuh kesandung kakinya dan terjungkal ke belakang, kepala nya ketimpa tongkat baseball yang dia bawa." jelas Sheren
Abimanyu merasa geram dengan apa yang sudah di lakukan orang itu ke Sheren
" mohon kasus ini di usut sampai tuntas pak, kalo bisa beri pasal berlapis-lapis untuk pelaku " kata Abimanyu emosi
Sheren memandang Abimanyu yang terlihat marah dan khawatir secara bersamaan. Baru kali ini dia merasa nyaman berada di dekat Abimanyu.
setelah hampir satu jam mereka di introgasi, Abimanyu mengatakan kalau besok anak buahnya yang akan menuntaskan semua di kantor polisi dan dia meminta ijin untuk membawa pulang Sheren.
Polisi mengijinkan Sheren dan Abimanyu pulang dari Kantor polisi.
Sheren menunggu Abimanyu yang mengambil sepedah motornya di parkiran kepolisian.
" ayo naik! " kata Abimanyu
" lo gila ya? emang bener gue termasuk orang bertubuh tinggi,, tapi kaki gue sakit! motor lo ini termasuk moge yang cukup tinggi pijakan nya mana gue bisa naik?? " kata Sheren yang kesal dan sudah lelah
" lu naik trotoar itu ntar biar gue deketin motornya oke "
Abimanyu memajukan motornya ke samping trotoar dan Sheren berjalan perlahan menaiki trotoar supaya mudah naik ke motor ninja milik Abimanyu.
Sebenarnya sangat mudah untuk Sheren menaiki motor itu karna dia termasuk orang yang bertubuh tinggi. Hanya saja kondisi kakinya saat ini tidak memungkinkan.
Abimanyu melajukan motornya dengan kecepatan standar, dia merasa tubuh Sheren mulai oleng karna kantuk.
" pegangan Ren nanti jatuh " kata Abimanyu halus
Sheren langsung memeluk tubuh Abimanyu dan penyandarkan kepalanya di pundah Abimanyu
" ngantuk ya? tahan bentar ya, dikit lagi sampek rumah "
Sheren mengangguh perlahan.
jantung Abimanyu berdebar saat Sheren memeluknya dengan erat. Pipi nya tiba-tiba memerah dan badan nya terasa panas.
Entah perasaan apa ini. Tadi dia merasa khawatir, jantungnya berdebar kencang karna takut terjadi apa-apa dengan Sheren, lalu dia merasa marah saat Sheren menceritakan kronologi kejadian penganiayaan nya, dan sekarang jantung nya berdetak tak karuang saat Sheren memeluk tubuhnya.
" Abiii, lo grogi ya gonceng gue? detak jantung lo kerasa banget loh " kata Sheren mengaget kan Abimanyu
" lo tu yang grogi deket gue, dimana-mana orang boncengan meluk perut lah elo sampek ke dada "
" eh *****!! motor lo ini jok belakangnya tinggi, terus posisi badan lo agak ngebungkuk, kalo gue melok perut lo yang ada badan gue bakal nempel banget ke lo!! lagian gue pegangan gini karna gue ngantuk terus takut jatoh, kan aku lagi sakit " kata Sheren sedikit mengejek Abimanyu
" terserah lo deh Ren "
Sheren melirik sepion Abimanyu dan melihatnya tersenyum. Tanpa sadar Sheren ikut tersenyum dan menyandatkan kepalanya lagi di bahu Abimanyu.
Sampai di rumah pak Bejo membuka gerbang rumah dan membantu Sheren untuk turun dari motor.
Abimanyu membantu Sheren berjalan memasuki rumah.
" saya panggilkan bi Surti ya pak? " kata pak Bejo
" jangan pak kasian bi Surti udah tidur, saya bisa urus kok. Pak Bejo boleh kembalik ke pos sma pak Angga. Owh iya tolong motor saya masuk kan ke garasi " kata Abimanyu
Pak bejo langsung keluar dari rumah. Sementara Abimanyu mendudukan Sheren di sofa ruang TV nya dan pergi membuatkan susu hangat untuk Sheren.
saat Abimanyu membawakan susu hangat terlihat Sheren sudah tertidur pulas. Dia langsung menggendong Sheren ke kamarnya.
Setelah sampai di lantai dua Abimanyu tidak sengaja melihat kancing baju Sheren yang terbuka tepat di dada nya. Dia jadi salah tingkah dan jantung nya berdetak dengan cepat lagi.
' aduh Ren!! gue itu udah sering liat cewek berpakaian seksi, apalagi kalau nganter Rosa foto shoot dan semua itu biasa aja bagi gue!! tapi kenapa baru lihat baju lo kebuka dikit gue jadi salting sih!! batin Abimanyu
Sampai di kamar sheren, Abimanyu perlahan menidurka Sheren di kasurnya. Dia melepaskan jaket dan sepatu Sheren, lalu melepas ikat rambut yang kelihatan mengganjal di kepala Sheren.
Abimanyu memutuskan untuk menunggu Sheren melepaskan pelukannya itu sampai dia tertidur di samping Sheren.
...****************...
" ASTAGAAAA!!, ***** lo ngapain di kamar gue!! " teriak Sheren yang baru bangun tidur.
" aaarg, lo ngapain nabog gue begook!! " teriak Abimanyu yang kesakitan karna tamparan Sheren
" lo ngapain di kamar gue hah?? mesum banget sih pikiran lo!! "
" enak aja!! lo tu tadi malem meluk gue, mana kenceng banget lagi "
" ngarang banget sih lo!! UDAH PERGI SANAA!! " teriak Sheren sambil mendorong Abimanyu dari kasurnya
Sheren melotot sambil melihat Abimanyu keluar dari kamarnya. Setelah itu dia melihat tubuhnya yang ada di dalam selimut.
" utuh kok belum gue jelajahi! " kata Abimanyu yang tiba-tiba nongol dari balik pintu
" ABIIIIIII!!!! " teriak Sheren kencang.
Sheren perlahan turun dari tangga, perutnya lapar karna semalam dia hanya memakan camilan saat berkumpul dengan teman-temannya. Di ruang makan ada Abimanyu yang sedang memakan sereal sambil sibuk dengan tab nya.
Abimanyu melirik Sheren yang menuju dapur.
" kemana lo? " tanya Abimanyu
" mau ambil buah di kulkas! "
" gak usah, udah sini...., kemarin bi Surti bilang kamu gak biasa makan berat kalo sarapan, terus kamu gak doyan sereal kan. Jadi aku beliin roti gandum sama beberapa selai " jelas Abimanyu
Sheren duduk di kursinya dan mengambil roti serta selai kacang.
" bii Surti tolong buatkan susu hangat untuk Sheren " perintah Abimanyu
Sheren menatap Abimanyu sesaat, lalu memanlingkan pandangan nya ke roti yang di pegang
' kok lo baik banget si Abii, jangan sebaik ini donk, gue takut jatuh hati nanti ke elo!! ' batin Sheren
" woy! jangan bengong! kesambet lo lagi-pagi " kata Abimanyu menggoda Sheren
" apa sih lo!! "
Bibi Surti memberikan susu hangat kepada Sheren dan kembali ke dapur
" hari ini lo ijin gak masuk kuliah aja sampek keadaan lo membaik, nanti biar gue yang bilang Amel, terus itu obat jangan sampek gak di minum!, sama kalo lo butuh sesuatu telfon gue aja pakek telfon rumah " jelas Abimanyu
" gak hafal nomer lo! " jawab Sheren ketus
" pencet aja nomer 1, entar langsung nyambung ke HP gue "
Sheren mengangguk tanda mengerti
" ya udah gue berangkat dulu " pamit Abimanyu
" Abii "
" iya Ren "
" hati-hati "
Abimanyu tersenyum mendengar ucapan Sheren dan mengangguk lalu berangkat ke tempat kerja nya.
Sheren terus memandang punggung Abimanyu yang keluar dari ruangan itu.
...' Abimanyu!! gue takut jatuh cinta sama lo! '...