Go Back To You

Go Back To You
BAB 1


Jum'at sore mendung terasa gelap, angin berhembus kencang, terlihat seorang gadis bertubuh tinggi ideal sedang berlari kecil, topi hoodie nya terjatuh ke belakang karna terhembus angin, rambutnya yang hitam panjang terikat menjuntai tertiup angin.


" Reeen!! cepetan keburu ujan " teriak salah satu wanita berjilbab di depan nya


" iyaa Mel!! " jawabnya sambil mempercepat langkahnya.


Tiba-tiba hujan turus dengan deras nya. Tapi untungnya mereka sudah berteduh di halte.


" kaaan keburu hujaan! " kata Amel gadis manis berkrudung syar'i, wajahnya imut, pipinya tembeb dan kulitnya putih bersih.


" lah kan kamu yang lama Mel!! aku udah bilang cepet kalo milih baju! kamu nya masih muter sana muter sini " balas Sheren, gadis berhoodie kuning, wajahnya cantik, hidungnya mancung, matanya terlihat tajam dan gayanya tomboy.


" yaa gemana Ren bajunya bagus-bagus...., aku jadi bingung hehe " jawab Amel


" namanya toko baju pasti yang di pajang bagus-bagus! " balas Sheren judes


" ya udah kita d sini dulu ya sampk hujan nya agak reda " bujuk Amel yang menyadari sahabat tersayangnya ini lagi ngambek.


...Sharen hanya membalas dengan anggukan dan membuang pandangannya ke arah jalan yang terguyur hujan lebat. Amel pun merogoh kantung kresek berisi milk tea dan memberikannya ke Sharen sambil tersenyum. Sharen pun menerimanya sambil tersenyum tapi pandangannya tetap mengarah ke jalan yang basah....


...****************...


...Sheren dan Amel sudah menjadi sahabat baik sejak SMP. Amel satu-satunya cewek yang bisa menerima sifat Sheren yang jutek, cuek dan agak galak,, dia juga cewek yang bisa cepat akrap dengan teman-teman cowok Sheren tanpa caper dan drama. Sedangkan Sheren selalu melindungi Amel yang lembut dan agak pemalu,, tapi kalo Amel sudah akrab dengan seseorang maka sifatnya akan berubah menjadi cewek yang bawel dan kadang sedikit centil. Persahabatan mereka selalu mengisi satu sama lain....


...Amel bisa mengerti Sheren yang tertutup akan hal pribadinya. Dia selalu menjadi teman curhat Sharen yang paling di percaya, dia juga menjadi penghibur hati Sheren yang gampang tersulut amarah....


...****************...


" lumayan nih udah agak reda..., ayo nyebrang ke parkiran! keburu maghrib nanti kamu d cariin umi mu lagi! " ajak Sheren


" gemana kalo aku tunggu di sini kamu yang ke parkiran ambil mobil!? kalo aku ikut lari nanti gamis ku basah hehe " jawab Amel sambil cengar cengir


" BODO AMAT!! kalo gak mau ikut lari ke parkiran aku tinggal!! " ledek Sheren sambil berlari menerjang gerimis


" Reeen tungguuu!!! " Amel pun terpaksa ikut berlari


Mereka berlari kecil sambil menghindari kubangan-kubangan sambil mencari mobil Civic merah milik Sheren


" DISANAA!!! " teriak Amel sambil berlari.


Sheren pun merogoh kunci mobilnya di saku Hoodie dan segera membuka pintu mobil sebelum mereka benar-benar basah.


" haduuh untung gak basah banget " kata Amel setelah masuk ke dalam mobil


" ya iya lah..., gitu tadi minta di jemput ke halte! bikin aku muter-aja !! " sahut Sheren sambil menyalakan mobilnya.


" kamu beneran gak mau nginep di rumah ku?? umi sama abi pasti seneng kalo kamu nginep! " tanya Amel pada Sharen yang fokus mengendarai mobil


" enggak Mel, aku pulang aja "


" emm...kamu udah baikan sama mami papi mu? " tanya Amel sedikit ragu


" mau baikan atau enggak kalo aku pulang nanti paling juga mereka diem aja!, kalo gak gitu mungkin mereka udah berangkat ke luar negri!! " sahut Sheren ketus.


Amel sudah tidak berani bertanya panjang lebar pada Sheren karna kalo semakin banyak dia bertanya, mood Sheren akan langsung berubah kacau dan mungkin dia gak akan jadi pulang ke rumahnya dan entah bakal pergi kemana.


sampai di rumah Amel, abi dan umi sedang bersantai di teras.


" Reen!! gak mampir dulu nak? " tanya umi Amel dari teras.


" langsung pulang aja umii... " jawab Sheren sambil tersenyum


" langsung aja deh... " sahut Sheren.


Amel turun dari mobil itu dan melambaikan tangan sambil tersenyum ke Sharen yang melajukan mobilnya. Beberapa saat kemudian raut wajah Amel berubah sedih, dia memikirkan sahabatnya yang selalu berselisih paham dengan orang tuanya akhir-akhir ini.


" udah baikan Mel si Sheren sama orangtua nya?? " tanya umi


" kayaknya belum mii' " jawab Amel


" sudah lah mii'...., yang penting kita sudah mengingatkan...,, umi tau sendiri kan Sheren itu kaku sifatnya " kata abi menasehati.


...****************...


...Di jalan Sheren memacu mobilnya dengan cepat. Sebenar dia malas pulang ke rumahnya karna, dia sedang tidak akur dengan orang tuanya. Hanya saja dia tidak ada tempat tujuan saat ini. Sudah beberapa hari dia menginap di rumah Amel, dan karwna tidak enak hati dengan umi dan abi, akhirnya dia memutuskan untuk pulang....


Sesampainya di depan rumah, pak Bejo satpam rumahnya berlari membuka gerbang putih besar rumahnya.


" mbak baru pulang? " tanya pak Bejo


"iya pak..., mami papi udah berangkat? " tanya Sheren.


" sudah dari kemarin mbak.. " jawab pak Bejo.


Sheren pun memarkirkan mobilnya di garasi dan masuk ke dalam rumah.


" dek dari mana aja? " Glen menatap adiknya dari ruang tamu


" rumah Amel " jawab Sheren lalu pergi ke kamarnya


" kakak mau ngomong sama kamu Ren!! " teriak Glen yang membuat Sheren berbalik sambil menatapnya malas


" apa!? " tanya nya kesal


" sini donk... duduk sebelah kakak..., jangan marah-marah terus " jawab Glen lembut.


Sheren pun turun dari tangga, berjalan malas mendekati kakak nya. Glen menepuk sofa tanda dia harus duduk disana.


" apa? cepet!! aku capek! " tanya Sheren jutek


" jangan marah terus donk..., kamu gak capek tengkaran terus sama mami papi??, kamu gak kasian sama orang tua Amel yang sering nampung kamu kalo kabur-kaburan? " Glen mencoba membujuk adiknya yang masih marah karna pertengkarannya dengan orang tua mereka beberapa hari lalu


" mami sama papi yang duluan bikin kesle kak!! "


" ya tapi kam kamu gak.harus marah-marah juga Ren " balas Glen lembut


" ya kakak sih ap aja yang di bilang ke mami papi pasti di turutin, lah giliran aku selalu di atur-atut " Sheren mengeluarkan unek-unek nya


" ya kamu kan cewek dek, wajar mereka ngatur kamu sampek kayak gitu! itu cara mereka menyayangi kamu " Glene Mencoba menasehati Sheren


" lo cuma pro sama mami dan papi!! "jawab Sheren makin kesal


" ya gak gitu ****!! gue cuma mau nasehatin lo baik-baik malah nyolot sih lo?!"


" LO TU YANG *****!! "


Sheren berlari menuju kamarnya di lantai dua


" aduuh heran gue susah banget sih lu di nasehatin " ucap Glen yang melihat tingkah adiknya yang keras kepala