Go Back To You

Go Back To You
BAB 6 ( Kesempatan )


pagi dini hari Abimanyu terbangun dan melihat sekeliling raungan. Dia masih mengingat-ingat dimana dia berada. Dan setelah dia melihat tirai yang bergambar logo rumah sakit yang sering dia lewati, dia sadar kalo sedang di salah satu ruangan rumah sakit.


'astaga sejak kapan aku ada di sini' batin Abimanyu. Dia ingin bangun dari ranjangnya tapi tenaga yang dimiliki tidak kuat menahan berat badannya. Abimanyu yang pasrah pun melihat di sampinya ada seorang wanita yang sangat dia cintai sedang tertidur di atas kursi berbantalkan lengan di kasur nya.


" sayang...., kamu datang buat aku kan? " suara lirih sedikit serak dari Abimanyu


" mungkin..., tadi kamu datang untuk membatalkan pernikahan kita ya??, tapi aku malah bikin kamu repot lagi...,, maaf ya sayang,, habis ini kamu boleh ninggalin aku yang ******** ini kok..., aku ikhlas" tangan Abimanyu mengusap-usap lembut rambut hitam Sharen sambil membayangkan apakah dia harus kehilangan cintanya yg selama ini membuat dia berubah menjadi lebih baik dari yang dulu


" aku belum siap mas ninggalin kamu! " jawab Sharen sambil membuka matanya


" maaf ya ngerepotin kamu..., maaf juga buat kamu kebangun gini" sahut Abimanyu dengan suara lirih karna tenaganya benar-benar terkuras habis untuk saat ini


" aku mau kasih mas kesempatan!,, memang sakit waktu aku tau masalalu mas ini, hati ku hancur, rasanya memang gak adil aku baru tau sekarang...tapi aku gak bisa benci sama kamu " jelas Sharen dengan lirih


" mungkim sekarang mas lega karna aku sudah tau hal itu...,, tapi apa mas sudah berdamai dengan batin mas? " tanya Sharen pada Abimanyu yang terlihat sayu


" dosa ku besar Ren...,, aku gak bisa berdamai sama batin ku sendiri. semakin dekat pernikahan kita...aku semakin merasa tidak pantas dengan kamu yg sabar luar biasa" Abimanyu menjawab dengan mata yang berkaca-kaca


" aku pasti bakal buat mas bisa berdamai dengan masalalu mas, urusan dosa atau karma memang aku gak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku mau berusaha meringankan hati mas dan nemenin mas menjadi orang yang lebih baik lagi ".


Sharen tersenyum dan mencium punggung tangan Abimanyu.


" tapi gemana cara nya Ren? " tanya Abimanyu


" makanya cepet sembuh, kalo mas udah sembuh nanti aku bakal bilang gemana caranya ya ".


Jujur saja hati Sharen sangat sakit, tapi dia yakin Abimanyu akan menjadi orang yang lebih baik lagi dengan dukungannya. Dan untuk masalalunya itu Sharen masih bisa menerimanya sedikit karna Abimanyu mau berterus terang padanya


*******


Sharen membopong Abimanyu menuju mobilnya. mereka berjalan dengan pelan, karna Abimanyu yang masih lemas.


" sini aku bawa mobilnya " pinta Abimanyu sambil menyodorkan tangannya meminta kunci mobil milik Sharen


" aku gak mau mati konyol Bii...,, kamu duduk aja biar aku yang nyetir " celoteh Sharen.


Diperjalanan mereka lebih banyak diam. Sharen masih bingung akan hatinya dan Abimanyu yang juga bingung dengan cara Sharen membuatnya berdamai dengan masalalu nya. hampir 30 menit barulah mereka sampai di rumah Abimanyu. Didepan rumah sudah ada ibu Rahmawati dan pak Baskoro dengan cucu mereka Zayn.


" ibuk sama ayah kok kesini? " tanya Abimanyu bingung.


Sharen mencium tangan calon mertuanya dan membuka kunci pintu rumah Abimanyu.


" kamu itu low kok sembarangan sih Bii..., bentar lagi kamu mau nikah low... baru 3 hari fitting baju sekarang K.O ". Ibu Rahmawati menceramahi Abimanyu dengan logat jawanya yang medok


" husst pak..,, ada Zayn di sini... kog malah ngomong masalah ranjang sih" sahut ibu Rahmawati sambil marah-marah.


Sharen mengambil rantang yang tadi dibawa calon ibu mertuanya kedapur dan memindahkan ke mangkuk dan piring di dapur. setelah itu dia menata nya dengan rapi di meja makan dan membuat teh serta susu untuk orang tua Abimanyu dan Zayn.


" ini buuk, yah silahkan di minum" Sharen meletakkan tiga gelas teh hangat dan susu di meja ruang tamu.


" tuh untung aja kamu dapat istri kayak Sharen..., udah baik, mandiri, perhatian, cekatan lagi. Cuma ya sayang belum bisa masak aja!" kata bu Rahmawati


" halah buuuk buuk..., dulu ibuk juga gak bisa masak to waktu awal nikah,, yang masak yo bapaak aja terus " sahut pak Baskoro dengan menyeruput teh hangat di cangkir kaca


" halah dulu yo dulu to pak..., kok di ungkit aja! " sinis bu Rahmawati yang membuat semuanya terkekeh geli dengan tingkah bu Rahmawati


*******


tidak terasa hari sudah sore dan Zayn baru bangun dari tidur siang nya dan menangis sangat kencang. Maklum umur Zayn baru 2 tahun jadi kalo bangun tidur tidak melihan mami nya dia pasti nangis sekencang-kencangnya.


Ibu Rahmawati dan pak Baskoro pun langsung pulang begitu mendengar cucunya yang menangis tidak berhenti. Abimanyu dan Sharen mengantarnya sampai depan gerbang rumah


" Abii...,, kalian ber dua jangan macem-macem low ya kalo ibuk sama bapak tinggal!. kamu juga Sharen!! habis ini langsung pulang...,, gak baik cuma beedua di rumah....,, yang ketiga setan! " bu Rahmawati selalu mewanti-wanti anaknya supaya tidak melakukan hal yang di larang sebelum menikah


" iya buk... abis ini Sharen langsung pulang kog".


Setelah orang tua Abimanyu pulang mereka sama-sama memasuki rumah. setelah sampai di ruang tamu Abimanyu memeluk Sharen dari belakang dan menempelkan hidung dan bibirnya ke leher putih Sharen.


" mas..., kata ibuk gak boleh aneh-aneh " Abimanyu melepas pelukannya dan membantu sharen membersihkan ruang tamu yang penuh dengan gelas dan piring kotor.


" kamu pulang aja...,, nanti biar aku yang bersihin semuanya, kamu pasti capek banget kan" Abimanyu menyuruh pulang Sharen yang terlihat sangat lelah


" emang bisa nih bersih-bersih sendiri? " tanya Sharen yang melihat wajah Abimanyu masih pucat


" kalo gini aja gampang lah...,, udah kamu pulang aja ya, istirahat sana" senyum abi sambil memberikan tas milik Share


" yaudah aku pulang... besok pulang kerja aku mau ketemu kamu di distro " tatapan Sharen terlihat tajam dan serius saat ini


" iyaa....,, aku tunggu " jawab Abimanyu tanpa bertanya lagi.


seren pun akhirnya pulang dan meninggalkan Abimanyu dan semua cucian piring yang sangat banyak


' makasih Ren buat kesempatannya '


Abimanyu tersenyum sambil memulai mencuci piring dan gelas kotor di depannya