Go Back To You

Go Back To You
BAB 4 ( Rani dan Pengakuannya )


Dua hari berlalu begitu saja. Sharen masih memasang wajah sendunya.


" kak makan...., tu nasi teriak-teriak minta di makan " Sella yang menyadari kakak nya sedari tadi diam melihat makanan di atas meja


" kamu diet Ren?? baju pengantinmu kekecilan? " tanya papa sambil menyendok nasi di piringnya


" enggak kok paa,, lagi gak mau makan aja..." sahut Sharen lemas


" masakan mama gk enak ya Ren?? padahal mama hari ini bikin sup jagung kesukaan kamu loh" tanya mama heran


Sharen pun tersenyum ke mama nya " maa...,, masakan mama itu selalu enak kog. Gini aja aku nanti makan di butik ya..., sup jagungnya buat bekel aku aja...." Sharen berdiri dan mengambil kotak bekal anti tumpah di dapur dan memasukan nasi serta lauk pauk di dalam nya.


" eh tunggu sebentar Ren..." mama Sharen pergi ke dapur dan mengambil sebuah wadah sup anti tumpah berbahan stenlisstil dan memasukan sup jagung ke dalam nya.


" maa....itu Sharen gak bakal abis " kata Sharen kepada mama nya


" ini buat Abi..., nanti pasti Abi ke butik buat ketemu kamu kan! jadi skalian aja nanti kamu kasih ke Abi ya" jawab mama dengan senyum yang merekah. Sharen hanya menatap mama nya dengan pikiran yang campur aduk, karna hatinya yang bimbang kepada Abimanyu


" mama sayang banget ya sama Abimanyu? "


" bukam cuma mama...., papa sama sella juga sayang sami Abi, dia orangnya baik dan sopan " sahut mama Anandini sambil tersenyum.


Melihat itu Sharen hanya tersenyum tipis dan langsung berpamitan kepada mama papanya. Ia langsung berangkat ke butik mamanya untuk bekerja. Sharen memang di beri tanggung jawab memenejemeni butik mamah nya dan sang mama bagian merancang dan mencari bahan untuk butiknya.


*******


jam 7 pagi Sharen yang lesu sampai di butik, dia membuka pintu dan langsung naik ke kantornya dan menyalakan laptop sambil menunggu para pegawai datang. Dilihatnya bungkusan berisi sup jagung untuk Abimanyu ' maass..., hari ini kamu dateng gak ke butik? ' batin Sharen yang sebenarnya rindu pada Abimanyu, hanya saja hatinya masih sakit mengingat kisah Abimanyu.


jam 9 seluruh karyawan sudah datang. Ada yang menyapu, merapikan pakaian dan ada yg menggantuk baju model baru sesuai tempatnya. Sharen turun dan mengecek model ap saja yang habis dan bulan ini model baju yang mana paling laku.


" mbak tolong ya data kasir yang kemarin pindah ke flasdisk ini, nanti antar ke kantor saya" perintah Sharen ke bagian kasir


" iya mbak " jawab pegawai kasir sambil mengambil flasdisk dari tangan Sharen.


*******


jam sudah menunjukan waktu makan siang. Sharen membuka bekal yang dia bawa tadi dan memakannya. Saat dia makan dilihatnya bekal sup yang di siapkan mamanya untuk Abimanyu.


' mas...., kamu sudah makan? ' tanya Sharen dalam hatinya. Wajahnya semakin sendu karna kerinduanya pada Abimanyu tapi dia tidak bisa berbohong akan rasa sakit pada hatinya, tanpa sadar air matanya menetes ke pipi mulus nya.


Tok...Tok...Tok...


" Hay Ren....,, aku ganggu gak? " tanya Rani sambil mengangkat bungkusan yang dia bawa


" Hay Ran...,, sini masuk! aku udah gak sibuk kok...., tumben nih kesini " jawan Sharen sambil tersenyun ke arah Rani sahabatnya


" eh eh kok pucet banget sih kamu? kamu sakit? udah minum obat?? aku anter ke dokter yaa!!! " cecar Rani saat melihat wajah Sharen yang pucat dan beraura lemas


" enggak kok Ran, cuma kecapekan aja...., soalnya butik mama punya produsen kain baru,, jadi kerjaan ku agak nambah akhir-akhir ini " Sharen mencari alasan supaya Rani tidak curiga yang macam-macam


" Abi udah tau kalo kamu sakit? aku telfonin ya suruh di jemput kamu...., nanti kalian ke dokter..." tawaran Rani pada Sharen


" gak usah Ran, dia lagi sibuk...jangan di ganggu dulu!! eh apa itu yang kamu bawa? wanginya enak nih, aku mau donk" Sharen mencoba mengubah pembicaraan Rani soal Abimanyu


" aku bawa kue pukis nih, tadi aku pergi nganter mama belanja terus liat orang jualan pukis rameee banget yaudah aku beli terus kepikiran kamu jadi pengen makan bareng kamu hehe". Rani membuka kotak kue itu dan membuat wangi kue memenuhi ruangan kerja Sharen.


Mereka memakan kue bersama-sama, Sharen sedikit memaksakan diri untuk makan kue itu. Walaupun enak tapi Sheren sedang tidak berselera hari ini.


" eemmmm anu Ren, itu yang kejadian di rumah sakit kamu jangan bialang ke siapa-siapa dulu ya..." pinta Rani dengan memelas di depan Sharen


" Rumah Sakit?? " sharen mengingat-ingat kejadian apa yang dia lihat di parkiran rumah sakit dan tersenyum melihat Rina


"iyaaaa....,, ituu!!!,, emmm anuu....sebenernya aku udah pacaran 3 bulan sama Arga terus kita sepakat enggak bilang ke siapa-siapa dulu sampek nanti Arga ngelamar aku" jelas Rani


" iyaa Ran...,, tapi kenapa sembunyi-sembunyi sih? kan jadi gak enak, apa lagi kalo kalian jalan pasti bakal was-was ketahuan orang" tanya sharen


" ya gemana kamu tau sendiri kan brian gak suka kalo salah satu squad nya pacaran " jawab Rani sambil cemberut


" ooh makanya kamu mau bilang waktu Arga siap ngelamar....jadi temen-temen juga gak bisa ngelarang lagi kan... " sahut Sharen


" iya Ren hehehe, jadi cuma kamu ya yang tau hubungan aku sama Arga " jelas Rani sambil cengengesan.


Mereka berdua ngobrol panjang lebar soal hubungan Rani dan Arga yang tidak terduga. suasana hati Sharen pun sedikit lebih membaik karna Rani. jam di handphon Rani menunjukan pukul 15.05


" Ren gue harus pulang nih, udah jam segini....lu baik-baik ya jangan sampek sakit hey calon pengantin " pamit Rani sambil tersenyum


" iya Ran....,, hati-hati ya...". Sharen mengantar Rani keluar parkiran butik mamanya dan kembali ke kantor untuk membereskan barang-barang nya tadi, karnan jam 4 nanti dia sudah bisa pulang.


lagi-lagi wadah berisi sup untuk Abimanyu membuatnya murung ' apa aku ke distro nya aja ya? ini kan amanat dari mama' batinnya bimbang.


Akhirnya dia mantap akan pergi ke distro milik Abimanyu hanya untuk menitipkan sup itu ke karyawannya dan langsung pulang tanpa bertemu dengn Abimanyu.