Go Back To You

Go Back To You
BAB 11


jam 8 pagi Sheren baru bangun dari tidurnya. Kebiasaanya bangun tidur adalah membuka jendela kamarnya dan mematikan AC, dia mau udara segar pagi hari masuk ke kamarnya.


Sheren terkejut saat membuka jendela kamarnya


' sejak kapan ada pohon di deket kamar ku?? '


Sheren menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" astaga gue kan sekarang tinggal sama Abi " katanya pelan terhadap diri sendiri


Sheren melangkah menuju kamar mandi dan selesai mandi dia turun ke bawah untuk sarapan dan berangkat kuliah.


Di meja makan terlihat beraneka ragam lauk pauk, mulai dari daging, ayam dan seafood


" bii..,, ini setiap hari sarapan nya kayak gini? " tanya Sheren ke bi Surti yang sedang membereskan ruang makan


" tergantung mbak, kadang mas Abi mau di bikinin kayak gini, kadang cuma makan sereal " jawa bi Surti


" owh gitu ya, emm roti tawar ada bi?? saya gak biasa sarapan sama yang berat-berat gini, nanti saya malah ngantuk di kampus "


" kalo roti gak ada mbak, tapi kalo sereal ada " jawab bi Surti


" waduuh saya gak suka sereal bii, buah ada? "


" ada mbak di kulkas. Ada pisang, jeruk sama semangka mbk "


" saya minta pisangnya aja bi, tolong ambilkan ya " kata Sheren ramah


Bi Surti mengangguk dan pergi ke dapur mengambil buah setelah itu kembali ke ruang makan.


" ini mbak pisangnya "


Sheren mengambil buah pisang itu dan pergi ke kampus.


Dari rumah Abimanyu ke kampus cukup memakan waktu, biasanya dia hanya menempuh waktu 20 menit, sekarang hampir setengah jam.


Sesampainya di kampus Sheren bertemu dengan Amel dan zaki


" Reeen!! eh serius lo kemarin nikah?? " teriak Amel


Sheren menutup mulut Amel dan membawanya ke lorong kosong kampusnya. Zaki mengikuti dari belakang.


Sampai di lorong Sheren melepas tangannya dari mulut Amel


" husst! jangan teriak-teriak Mel!! " kata Sheren sambil melotot


" ya habis aku kaget Ren, kemarin kak Glen ke rumah nyari aku katanya mau anter buku kamu yang ketinggalan, padahal kan kamu ijin gak masuk. Terus aku telfon kak Glen dia bilang kamu nikah " jelas Amel panjang lebar


" iya gue nikah, tapi lo jangan bilang siapa-siapa ya,, lo juga zak awas aja mulut lo ember apalagi ke anak-anak club!! " Sheren mengancam zaki


" yah Reen Cahya sama Ari udah tau " kata zaki memelas


Sheren hanya menepuk dahinya dan berjalan meninggalkan mereka berdua. Amel dan Zaki yang saling pandan berlari kecil mengikutinya dari belakang.


Mereka masuk ke dalam ruangan dan menunggu dosen datang.


" Ren marah ya?? " kata zaki dari arah belakang


" Reen..,, kita gak tau kalo kamu mau rahasiain ini " kata Amel sedikit memelas


Cahya dan Ari memasuki ruang kelas, merek semua memang satu jurusan. Mereka berdua mencari tempat duduk di sebelah Zaki.


" Ren...."


Belum sempat Cahya bertanya, Sheren sudah mengintruksi dengn mengangkat tangan nya


" sssstt!! jangan ngomong apa-apa!! " kata Sheren lemas


" lo kenapa Ren? " tanya Ari


" pliiss guys!! kepala gue sakit " Sheren meninggikan nada bicaranya


Mereka serentak diam, sementara Sheren menunduk kan kepalanya di atas meja.


Dosen tiba-tiba masuk ke ruangan di ikuti seorang mahasiswa baru.


" selamat pagi semua! sebelum saya memulai pelajaran ada seorang mahasiswa baru yang akan mengikuti pelajaran dengan kalian,, nak silahkan perkenalkan diri kamu lalu cari tempat duduk yang kosong! " Dosen mempersilahkan


Amel menyenggol tangan Sheren yang masih menunduk di meja, tapi Sheren tidak menggubris.


" selamat pagi semua! saya Abimanyu Aldi Pratama!,, saya pindahan dari London, semoga kita bisa berteman baik "


Setelah berkenalan Abimanyu langsung mencari tempat duduk yang kosong dan mengikuti pelajaran.


Dosen itu berjalan menuju tempat duduk Sheren, Amel yang menyadari itu terus menyenggol tubuh Sheren, tapi tetap tidak di hiraukan


BRAAK!!!


" Veronika Sheren Dini!!,, kalo kamu mau tidur pulang!! " bentak Dosen tersebut


Sheren yang kaget langsung duduk tegap dan menghadap ke depan tanpa menoleh Dosen kiler tersebut


" maaf pak kepala saya pusing! " Sheren mencari alasan


" KELUAR DARI KELAS SAYA!! " kata dosen itu


Sheren langsung keluar dari kelas dan duduk di depan ruangan itu


' sial banget sih gue ' batin Sheren


Dua jam setel itu Dosen keluar dari ruangan dan Sheren reflek menunduk. Semua mahasiswa dan mahasiswi keluar bergantian


" dasar gak berubah!! "


Samar-samar terdengar suara yang familiar dengan Sheren, dia menoleh dan mencari sumber suara itu. Sheren menengok ke kanan dan kiri sambil mencari asal suara.


" lo cari Abi? " kata Amel yang sudah ada di depan Sheren bersama Ari, Zaki dan Cahya


" Abi?? " tanya Sheren heran


" tuh kan apa gue bilang!! dia gak sadarkan kalo ada mahasiswa baru! berarti nanti lo Ki sama Ari bayarin makan gue! " kata Cahya kepada kedu teman nya


" lo gak tau Ren? tadi Abimanyu jadi mahasiswa baru dan seruangan sama kita! " kata Amel


Sheren memegang kepalanya sambil menarik nafas yang panjang dan menghembus kan perlahan


" lo kenapa Ren? jangan-jangan mahasiswa baru itu tadi suami lo ya?! " kata Ari


Sheren menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan


" anak-anak club pasti udah tau kan!! nanti aja kita kumpul di cafenya Ari, gue bakal jelasin semuanya " kata Sheren


Mereka pun pergi ke kantin untuk mengisi perut sedangkan Sheren yang tidak merasa lapar ingin menyalin materi dari dosen nya tadi.


...****************...


Sore harinya Sheren, Amel, Ari, Zaki dan Cahya tiba di cafe milik Ari dan tiba-tiba


" SURPRISE!! HAPPY WEDDING SHEREN!! "


" mana Suami kamu Ren!! ayo suruh kesini kita ngumpul bareng "


" ciee yang habis di unboxing!! "


" wah gak nyangka ya dia yang nikah duluan "


" ayo pajak nikahnya mana nih?! "


Amel menatap Ari dan mengisyaratkan untuk membuat teman-temannya tenang.


Mereka semua duduk di pojok cafe sambil menikmati minuman masing-masing.


" ada sesuatu yang bakal gue jelasin ke kalian. Tolong jangan ada yang bertanya sampai cerita gue selesai! " kata Sheren


Sheren menceritakan awal mula perjodohannya sampai akhirnya menikah, teman-teman nya mendengarkan dengan serius.


" jadi gitu guys! sorry bukan nya gue gak mau ngundang kalian. Ini beneran dadakan " jelas Sheren


" sorry Ren kita gak tau, tapi kita janji bakal lindungin lo, apalagi sampek suami lo ini macem-macem bakal kita habisi " kata salah satu anggota Club


" gak usah, anggep aja gue belum nikah. Masalah suami gue bisa gue hendel sendiri " jawab Sheren sambil tersenyum


" yah gak jadi makan-makan deh! " celetuk salah satu anggota club


" kalian pesen aja, gue yang bayar " sahut Sheren


Sheren tersenyum ringan. Semua anak club mulai ramai memesan makanan.


" minum yuk!! " kata zaki


Sheren melirik Amel


" emm gue pulang duluan deh kalo gitu guys " kata Amel berpamitan


Zaki memukuli mulutnya yang keceplosan di hadapan Amel


" gue anter ya Mel!! Sorry guys gue gak ikutan dulu " kata Ari


" iya gakpapa Ar..,, nanti anak-anak biar gue sama Cahya yang hendel, lo anter amel aja " kata Sheren


Amel memandangi Sheren


" gue cuma nemenin anak-anak Mel,, jangan khawatir "


Amel pun tersenyum dan pulang bersama Ari.


Acara makan-makan dan sedikit meminum alkohol berlangsung sampai jam 10 malam. Ari datang dan membubarkan mereka karna cafenya akan tutup. Mereka pulang dengan sopir panggilan karna habis minum minuman beralkohol.


" aman kok Ar...,, tamu-tamu tetep dateng dan anak-anak gak ricuh " kata Sheren


" thankx ya Sheren, Cahya!! gue bisa percaya sama lo berdua " jawab Ari


Sheren pulang sendiri begitupun Cahya, mereka berdua tidak ikut minum-minum. Sheren memang tidak suka hal begitu dan Cahya ada masalah pada kesehatan nya.


Sheren menyetir dengan kecepatan sedang, karna dia tidak ingin melihat Abimanyu saat sampai di rumah.


BRAAKK!!


Sheren kaget ada yang menabrak bemper mobil nya dari belakang.


...****************...


Abimanyu berada Di ruang kerjanya dari saat dia datang bekerja. Hari ini setelah kuliah dia langsung tancap gas menuju kantor karna ada meeting dengan dewan direksi. Dan banyak berkas yang harus dia periksa.


Tok...Tok...Tok!!


Bi Surti masuk ke ruang kerja Abimanyu


" maaf mas.., mbak Sheren belum pulang juga " kata bi Surti


" dari jam makan malam sampai sekarang belum ada kabar bii? "


" belum mas, dari keluarganya juga gak ada yang menghubungi rumah " jelas bi Surti


" ya sudah bii makasih "


Bi Surti pergi dari ruang kerja Abimanyu.


Tiba-tiba Abimanyu merasa gelisah, dia mencoba menelfon Sheren tapi HP milik Sheren tidak aktif.


Abimanyu berinisiatif mencari nya. Dia mengambil jaket dan bergegas pergi.


Dia mengeluarkan motornya dari bagasi.


" pak Bejo nanti kalo Sheren sudah pulang sebelum saya datang tolong kabari saya ya " perintah Abimanyu


" siap mas!! "


Abimanyu membawa motornya pergi dari perumahan tersebut, dia menaiki motornya dengan kecepatan sedang sambil melihat-lihat siapa tau dia bertemu Sheren.


Tiba-tiba di dekat lampu merah banya warga dan tiga orang polisi yang berkerumun. Abimanyu menepikan motornya dan mendekati kerumunan


" maaf pak, itu ada apa ya? " tanya Abimanyu pada seorang warga


" ada cewek di aniaya orang mabuk mas, ini tadi orangnya baru di bawa ke kepolisian, ini tinggal mobilnya aja mau di derek ke kantor polisi juga "


Perasaan Abimanyu tidak karuan, dia maju ke depan melihat mobil yang akan di derek itu. Dan semakin berantakan perasaan nya melihat mobil milik Sheren yang akan di derek.


Spion mobil di bagian pengemudi patah, kaca depan dan samping nya pecah, banyak goresan di body mobil sebelah kanan, bagian belakang mobil juga pecah.


Abimanyu menemui polisi yang mengawasi penderekan mobil Sheren


" selamat malam pak, maaf pengemudi wanitanya di mana ya? "


" maaf bapak ini siapanya? " tanya polisi itu


" saya suami nya pak, dimana ya mereka dan bagaimana kondisi istri saya? "


" untuk keadaan korban atau pelaku saya kurang jelas mas, karna saya datang untuk mengatasi penderekan mobil, tapi yang saya dengar di antara pelaku dan korban ada yang luka berat dan di larikan ke rumah sakit terdekat " jelas polisi itu


Abimanyu semakin khawatir. Setelah berterimakasih ke polisi tersebut, Abimanyu langsung tancap gas ke rumah sakit terdekat di sana.


Sampai di rumah sakit Abimanyu pergi ke resepsionis dan bertanya di mana korban penganiayaan yang baru datang. Petugas menjawab korban dan pelaku ada di ruang UGD.


Cepat-cepat Abimanyu lari ke ruang UGD. Di depan ruang UGD ada beberapa polisi yang berjaga.


" permisi pak saya suami korban, dimana korban? " Abimanyu bertanya ke seorang polisi


" Abii "


Sheren keluar dari ruang UGD, bibirnya lebam, tangan kanan nya diperban dan dia berjalan pincang.


" kok bisa gini sih? mana pelakunya?!! " kata Abimanyu sambil memegang kedua lengan Sheren


" maaf bapak, ibu mari kita selesaikan sebentar urusannya di kantor ya " kata salah satu polisi


Sheren dan Abimanyu menurut dan pergi ke kantor polisi.