Go Back To You

Go Back To You
BAB 13


Amel menelfon Sheren karna tadi dia diberi tahu Abimanyu kalau Sheren sakit.


" lo udah gakpapa kan Ren? " tanya Amel khawatir


" udah enakan kok, tinggal nunggu perban di buka sama lebam di bibir ilang "


" sebenernya gue, Ari, Zaki sama Cahya mau kesana jenguk tapi gak enak sama Abi "


" gak usah mel santai aja gue udah gakpapa, udah dulu ya gue ngantuk habis minum obat* "


Sheren memutuskan sambungan telfon nya dan tidur karna mengantuk.


Siang hari nya Abimanyu menyempatkan pulang ke rumah sebelum pergi ke kantor. Dia ingin mengecek keadaan Sheren.


Tok..tok...tok...tok!!


" Reen udah minum obat belum? " panggil Abimanyu dengan lembut


Sheren membuka pintu nya. Wajahnya pucat dan dahinya basah dengan keringat


" Ren lo kenapa?? "


Abimanyu panik melihat keadaan Sheren saat ini


" tangan gue nyeri Abi,, sampek lemes badan gue ngerasa nya "


Sheren hampir terjatuh dan di raih Abimanyu


Abimanyu mengecek suhu tubuhnya yang ternyata demam.


" gue panggilin dokter ya, lo tidur aja dulu di kasur "


Abimanyu membantu Sheren berjalan menuju kasurnya. Dia mengambil HP nya dan menelfon dokter keluarganya untuk cepat-cepat datang ke rumahnya.


Tak berselang lama dokter tiba dan langsung memeriksa keadaan Sheren.


" rasa sakit di tangan nya karna ada lebam yg cukup parah, tapi saya lihat obat yang dia minun sudah mengandung pereda nyeri, dan demam nya mungkin karna dia masih syok karna kejadian semalam. Bisa di kompres dan saya akan berikan penurun demam " jelas dokter pada Abimanyu


" makasih dokter " kata Abimanyu


Dokter pamit pada Abimanyu.


Bi Surti datang membawa air untuk mengompres Sheren. Abimanyu meraih ember berisi air itu dan mulai mengompres dahi Sheren


" bi Surti tolong buatkan bubur " perintah Abimanyu


Bi Surti turun ke dapur untuk membuatkan bubur.


" lo gak ke kantor Bii? " tanya Sheren lemas


" asisten papa sama asisten gue bisa ngehandel semua kok " kata Abimanyu meyakinkan


" gakpapa gue bisa sendiri kok, lo ke kantor aja "


" orang tua lo ngebiarin gue nikah sama lo sama aja kayak mereka ngasih tanggung jawab ke gue "


Sheren tersenyum mendengar ucapan Abimanyu. Baru ini dia tau kalau Abimanyu sebenarnya orang yang bertanggung jawab.


" lo balik dari London berubah ya!, resek lo sedikit menurun " kata Sheren sambil tersenyum tipis


" kita udah dewasa Ren, masak masih kayak anak-anak aja! " jelas Abimanyu


Telefon Abimanyu berdering. Ada panggilan dari asistenya yang mengabarkan kalau urusan di kantor polisi sudah selesai, pelaku sudah di penjarakan dan ada beberapa orang yang mengadu menjadi korban orang itu.


Abimanyu menutup telfon nya


" Ren urusan kantor polisi udah selesai, pelaku bakal di hukum cukup lama, karna banyak yang melapor karna dia juga beberapa kali melakukan tindakan kriminal " jelas Abimanyu


" mobil gue gemana? dari pagi gue kepikiran sama mobil gue " celetuk Sheren


" jangan-jangan lo ngedrop gara-gara mikirin mobil ya bukan syok!! " tanya Abimanyu kesal


" Abiiii, mobil gue gemanaa?? " tanya Sheren memelas


" terakhir gue lihat sih keadaan nya lumayan memprihatinkan Ren,, udah lah biarin aja ke tahan di kantor polisi, besok gue beliin yang baru "


" enak aja lo!! itu mobil gue beli pakek kerja keras gue tau!! bertahun-tahun gue ngumpulin duit dan akhirnya gue bisa beli mobil!! " Sheren mulai ngeGas


" lo kira gue nganggur?! pulang kuliah gue biasa ikut mami ngurusin butiknya tau!! ngeremehin gue banget sih lo!! gue tarik omongan kalo lo berubah!! "


Sheren memalingkan wajahnya dari Abimanyu.


Melihat respon Sheren yang sangat marah, Abimanyu menarik nafasnya dan merendahkan emosinya


" sorry Ren, nanti mobil lo biar di urusin asisten gue, trs gue bawa ke bengkel langganan gue aja, nanti di perbaiki di sana " kata Abimanyu dengan halus


Sheren masih ngambek dan tidak mau melihat Abimanyu.


Tiba-tiba HP Abimanyu berdering, panggilan dari kekasih nya Rosa. Abimanyu mengangkat tanpa pergi dari Sheren


" Halo sayang kenapa? "


Sheren reflek menoleh ke Abimanyu


" sore ini? " Abimanyu memandang Sheren seperti mengisyaratkan untuk ijin pergi bertemu Rosa


Sheren mengangguk, memperbolehkan nya bertemu Rosa.


" oke nanti sore di cafe biasa ya "


Abimanyu menutup sambungan telefonnya.


Hati Sheren kecewa saat tau Abimanyu akan bertemu dengan Rosa. Dia hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa.


" sorry ya nanti sore gue tinggal " kata Abimanyu lembut


" santai kalik Bii,, gue juga udah baik-baik aja " Sheren meyakin kan Abimanyu dengan ucapan nya walau hatinya tetap kecewa


' kalo aku mampu ngelarang kamu Bii,, aku gak mau kamu ketemu cewek itu ' batin Sheren yang masih menatap Abimanyu


Sorenya Sheren baru bangun dari tidurnya, badan nya terasa segar dan demam nya sudah turun. Dia keluar dari kamarnya menju ruang keluarga


" loh mbak kok sudah bangun, kalo butuh apa-apa panggil bibi ajaa " kata bi Surti menghampiri Sheren di tangga


" saya udah sehat kok bi, saya kalo sakit cuma bentar " jawab Sheren ramah sambil tersenyun


" Abi mana bi? " lanjut Sheren


" mas Abi baru saja keluar mbak " jawab bi Surti


Sheren hanya mengangguk dan kembali berjalan ke ruang keluarga untuk menonton TV. Hatinya sakit membayangkan pertemuan Abimanyu dan Rosa.


' gue yang ngerebut gelar istrinya tapi gue gak bisa ngerebut hatinya ' batin Sheren sambil memegangi kepala nya


' astaga Sheren!! lo kenapa sih? lo gak mungkin cemburu kan ' Sheren memukul kepalanya


" mbak kenapa? pusing?? perlu saya panggilkan dokter? " bi Surti terlihat panik


" enggak bi, saya baik-baik aja, cuma lupa mau tanya materi hari ini sama temen hehe "


Sheren buru-buru meninggal kan bi Surti yang masih terlihat panik.


Di kamar dia bingung harus berbuat apa, karna dia tidak punya kegiatan kalau tidak kuliah. Akhirnya dia memutuskan menghubungi Amel dan mengajaknya pergi ke cafe milik Ari dan meminjam catatan materi untuk hari ini.


Sheren bersiap pergi ke cafe dan memesan taxi online. Dia turun dengan menggendong tas yang berisi buku tulis dan laptop.


" bi Surti, bi Surti! " panggil Sheren dari ruang tamu


" iya mbak ada apa? "


" saya mau pergi ke tempat temen buat tanya materi kuliah, mungkin pulang agak malam, kalau Abi nyari bilang aja kayak gitu ya " perintah Sheren


" tapi kan mbak masih sakit? "


" saya udah sehatan kok bi, saya juga bosen di rumah, mau cari angin "


Taxi pesanan Sheren datang dan mengklakson dari luar gerbang


" itu taxi saya sudah datang, obat sudah saya bawa juga, saya berangkat ya! "


Sheren pergi dari rumah dan langsung masuk ke taxi dan memberikan alamat tujuan nya.