
3 hari setelah kecelakaan berlalu, Sheren baru saja bangun setelah dua hari tidak sadarkan diri
Dokter sedang memeriksa keadaan nya.
Mami dan papi selalu ada di samping Sheren selama 3 hari ini
Keadaan Sheren masih lemah, bahkan untuk bicara dia masih belum mampu.
.
.
.
Sorenya keadaan Sheren mulai membaik, dia sudah bisa di ajak bicara.
Mami baru saja menyuapinya sambil sedikit berbincang
" Sheren mau apa? nanti mami carikan "
" Sheren cuma mau di temenin mami " jawab Sheren manja
" mami selalu ada buat kamu nak "
Mami memegang erat tangan Sheren sambil tersenyum ke arahnya
" Rosa gemana mah? "
mami terdiam sesaat lalu memcoba tersenyum kembali
" dia baik-baik aja sayang "
" syukur deh kalo gitu "
Papi masuk ke ruangan bersama Glen dan Olivia
" anak papi sayang! maaf ya papi baru datang nak "
" iya pii gakpapa kok "
" maaf kak Oliv juga baru bisa datang sekarang Ren "
" iya kak Oliv gakpapa, aku udah baikan kok "
Setelah sedikit berbincang, pak Kuncoro beserta istrinya masuk ke dalam ruang perawatan
" syukurlah kamu sudah sadar Sheren sayang " kata istri pak Kuncoro
" saya janji Sheren! Abimanyu harus bertanggung jawab dengan kebodohan nya ini. Dan Rosa akan saya blac list dari perusahaan secepatnya " kata Pak Kuncoro
Sheren memandang sejenak kedua orang tua Abimanyu
" papa, mama! gak ada yang harus tanggung jawab kok. Ini emang udah nasip Sheren aja. Semua bukan salah Abi atau Rosa. Sebenarnya Sheren sudah tau hubungan mereka sejak awal menikah, Sheren juga gak pernah mikir untuk tetap melanjutkan pernikahan ini " kata Sheren dengan nada suara yang lemah
" apa kamu benar-benar mau pisah sama Abi nak? " tanya mama Abimanyu
Sheren mengangguk kan kepalanya
" mama, papa.....Sheren dan Abi juga punya kebahagiaan masing-masing. Kami berhak memilih jalan untuk masa depan kami. Jadi mohon pengertian papa, mama, papi dan mami, Sheren benar-benar ingin berpisah dari Abi..., bukan karna Rosa! tapi karna Sheren tidak bisa menjalani rumah tangga dengan Abi "
Semua orang terdiam, orang tua Sheren dan Abimanyu mulai terlihat sedih
.
.
.
.
.
Hari itu berlalu dengan kesedihan pada kedua orang tua Sheren dan Abimanyu.
Baru kali ini akhirnya mereka membuka pikiran nya tentang kebahagiaan anak mereka
Toh pertemanan di antara mereka tidak akan terputus walau tanpa perjodohan anak mereka.
Ke esokan harinya saat Olivia sedang menyuapi Sheren, Abimanyu datang bersama dengan Rosa
" Selamat siang " sapa Abimanyu kepada Olivia dan mami Sheren
" Abimanyu..., mari masuk " sahut mami
Rosa mengikuti Abimanyu dari belakang sambil menundukan kepalanya
" gakpapa Rosa...,, mami aku udah tau semua kok, kamu jangan takut " kata Sheren
Rosa mulai menangis menghampiri Sheren yang masih lemah di ranjang rumah sakit
" kak maaf, kakak jadi harus di rawat di rumah sakit karna aku "
" it's oke Ros...., jangan nangis lagi, aku udah baik-baik aja kok "
" waktu itu aku shock kak, aku gak bisa ngontrol emosi ku dan sembarangan aja mau nyebrang. Karna kakak nyelamatin aku malah sekarang jadi begini "
Sheren tersenyum sambil memegang tangan Rosa yang bergetar karna tangisan nya
" Rosa..., gue gak kenapa-napa kok. Gue tau situasinya lo waktu itu pasti marah banget. Gue minta maaf ya karna gak bilang dari awal "
" aku juga minta maaf ya Rosa.......harusnya aku terus terang ke kamu " kata Abimanyu
Di sela pembicaraan mereka Glen datang dengan membawa amplop coklat ke ruangan Sheren
Glen menghindari Abimanyu dan Rosa, dia memberi jarak kepada mereka
Sheren menerimanya dan membuka amplop tersebut, lalu mengambil pulpen dari saku Glen
Sheren mulai membuka satu persatu lembaran yang ada di tangan nya dan mulai memberi tanda tangan
" Glen udah ngurus surat perceraian kita Bii, lo tinggal tanda tangan aja "
Sheren memberikan surat-surat perceraian ke Abimanyu
" di situ sudah ada keterangan bahwa pihak istri tidak akan meminta hak gono gini, atau menuntut macam-macam kok. Owh iya orang tua kamu juga sudah setuju " kata Glen ketus
" kalian mau pisah?? kenapa? apa karna aku? " Rosa menatap Abimanyi dan Sheren bergantian
" owh jangan khawatir! selain kamu ada beberapa masalah yang nanti mungkin akan di jelaskan sendiri sama pacar kamu! " Glen tidak bisa menutupi emosinya
" Glen!! udah lah, lo mending keluar dulu " perintah Sheren
Olivia yang melihat kondisi yang memanas langsung menarik tangan Glen keluar dari ruang perawatan.
" tolong jangan dengerin kata-kata Glen ya. Memang dari awal pernikahan kita sudah ber rencana untuk berpisah, toh kita juga gak saling rugi kalo pisah, walaupu. nanti gue di cap janda, tapi kan perawan gue belum di ambil "
Rosa terlihat bingung dengan pernyataan Sheren
" Ross, gue gak pernah ngelakuin itu sama Abi " jelas Sheren yang mengerti akan kebingungan Rosa
' yah walaupun first kiss gue si Abi sih ' batin Sheren
Abimanyu mengambil puplen dari saku jasnya dan ikut menandatangani berkas itu lalu memberikan nya ke Sheren
" sorry selama jadi suami gue gak pernah bener-bener ada buat lo " kata Abimanyu
" gue juga minta maaf, selama jadi istri cuman ngebebani lo "
Mereka berdua saling berjabat tangan untuk mengakhiri semunya
Tak lama kemudia Abimanyu berpamitan untuk pulang
Sheren melihat Abimanyu tang menjauh dengan senyuman sambil memegang berkas perceraian nya
Setelah Abimanyu dan Rosa keluar dari pintu, Sheren mulai meratapi nasibnya
' kita pisah ya sekarang Bi! sebenernya berat banget, tapi aku tau semakin lama kita pertahankan hubungan, makan semakin besar luka yang kita berikan satu sama lain, terutama luka untuk Rosa '
Matanya tertuju ke berkas di tangan nya tapi pikiran nya mulai melayang entah kemana
Mami memeluknya dengan lembut, berusaha menghangatkan hati anak nya yang sedih akan perceraian
" maaf sayang, harusnya waktu kamu perlihatkan foto Abi dan Rosa, mami tetap ngotot untuk membatalkan pernikahan kalian "
" it's oke mami, aku baik-baik aja kok. Setelah ini aku bisa hidup normal kan, jadi mami jangan sedih ya "
tak lama Glen dan Olivia masuk lagi ke ruang perawatan
Sheren memberukan berkas yang telah di masuk kan ke amplop dengan senyuman ke arak kakaknya yang masih emosi
" I'm free kak!!, lo jangan emosi lagi donk "
kata Sheren sambil tersenyum manis ke Glan
Glan memeluk adiknya dengan erat, Glen sedih melihat adiknya yang akan menyandang status janda di usia muda
" lo harus hidup bahagia setelah ini!! lo harus bisa bikin hidup yang bahagia. Ngerti!! "
" siap kak.....,, emm kak Oliv, nanti kalo aku udah keluar dari rumah sakit, kakak temenin ya ambil baju ku ke rumah Abi "
" barang-barang kamu udah di urus sama orang suruhan papi, jadi setelah ini lo gak perlu ketemu Abimanyu " jawab Glen ketus
" iya kakak ku sayang "
Sheren mencoba menggoda Glen supaya suasana menjadi cair dan riang kembali.
...****************...
Pukul 17.00 teman-teman Sheren datang menjenguk, Ada Amel, Ari, Zaki, Cahya dan beberapa anak club
Mereka datang dengan membawa beberapa parsel buah untuk sheren
" Sheren cepet sembuh donk....,, kita bentar lagi skripsi loh, gue hampa tanpa lo " kata Amel sambil memeluk Sheren
" kan ada trio kwek-kwek " balas Sheren
" mereka gak se asik lo Ren "
Mereka tertawa bersama, bercanda dan menghibur hati Sheren yang juga sedih karna perceraian
Semua teman-teman nya sudah tau kabar perceraian itu, awal nya mereka marah karna tidak terima teman nya di sakiti, tapi mereka juga menyadari kalau mereka tidak ada hak untuk ikut campur urusan Sheren.
18.30 teman-teman Sheren berpamitan untuk pulang, bertepatan dengan jam pemeriksaan dokter.
Keadaan Sheren di periksa seluruhnya , kata dokter kalau besok perkembangannya lebih baik lagi mungkin lusa Sheren sudah boleh pulang ke rumah.
" makan yang banyak Ren biar lusa bisa pulang " kata Glen sambil mendampingi adiknya yang sedang menyantap makan malam
" iya Ren kamu cepet sembuh ya, biar bisa kumpul sama kita di rumah " sambung Olivia
" iya kakak-kakak ku ter sayang " sahut Sheren
Suasana hatinya jadi lebih baik setelah kedatangan teman-teman nya.
pikiran nya juga mulai jernih, walau sepintas kenangan kebersamaan nya dan Abimanyu masih sering terlihat
tapi kini Sheren mulai melepas semuanya dan akan memulai hidup baru.