
Pukul 07.00 pagi Sheren termenung di hadapan kebaya putih untuk akad nikah nya hari ini.
Lalu mami masuk ke kamar nya.
" kamu gak suka kebayanya ya? " tanya mami
" Sheren suka mii, apalagi ini kebaya yang mami jahit sendiri waktu mau nikah sama papi,, Sheren cuma gak suka sama pernikahan yang akan berlangsung hari ini " jawab Sheren dengan wajah lesunya
" mami tau kamu belum siap nak,, tapi mami yakin setelah berjalannya waktu kamu pasti bisa menerima Abimanyu sebagai suami mu "
Sheren memeluk pinggang maminya, dan maminya mengelus rambut Sheren dengan halus.
" ayo kamu ganti baju dulu ya, mami bantu "
Sheren mengangguk dan mulai di dandani maminya. Iya memakai make up natural yang membuat wajahnya makin cantik.
Baju kebaya nya pun pas di tubuhnya.
" lihat anak papi ini!! kamu cantiiik sekali nak, mirip seperti mami mu muda dulu " puji papi dari depan kamar Sheren
Sheren hanya tersenyum mendengar pujian dari papinya.
" ayo berangkat, jangan sampai penghulu yang nunggu kita datang " ajak papi
" emm pii...,, Sheren mau bawa mobil sendiri ya " tanya Sheren
" gak usah kita berangkat sama-sama aja!! "
" aku cuma bawa mobil sendiri pii!! papi udah maksa aku nikah juga aku nurut!! aku cuma mau bawa mobil ku aja!! apa salahnya?! " Sheren meninggikan nada suaranya
" papi gak mau kamu kabur ya! " papi menjawab tidak kalah emosi
" udah lah pii!! Sheren udah nurut apa yang kita mau kan! apa salahnya kita bolehkan dia bawa mobil sendiri? " bela mami ke Sheren
" ayo pii keburu jalannya macet " tiba-tiba Glen datang ke kamar Sheren
" adik kamu ini loh Glen!! masak mau bawa mobil sendiri?! " kata Papi emosi
" gini deh pi,, udah biarin aja dia bawa mobil sendiri nanti kita ikutin dari belakang ya " sahut Glen meyakinkan
" okey! ayo kita berangkat, kamu yang nyetir Glen! jangan sampk kita kelolosan Sheren!! "
Papi pergi meninggalkan mereka di kamar Sheren. Beliau terlihat emosi.
Sheren, mami dan Glen turun ke bawah. Mami dan Glen langusung masuk ke mobil papi sedangkan Sheren menyetir mobilnya sendiri.
Di dalam mobil, hati Sheren tidak karuan. Dia berencana untuk kabur dari pernikahannya. Tapi dia harus lolos dulu dari mobil papi nya, walau itu mustahil karna Glen pengemudi handal. Secepat apapun Sheren dia pasti bisa menyusul nya.
' di depan jalan nya padet banget, pasti nanti bakal macet! ini kesempatan aku kabur '
Sheren tancapa gas agak kencang untuk membuat jarak antara mobil nya dan mobil yang di kendarai Glen. Satu dua mobil mulai dia salip untuk membuat jarak dan berhasil.
' aman kayaknya!! ' gumanya di dalam hati
' di depan udah ada gerbang tol, kalo aku masuk pasti aku bisa kabur '
Sheren menyalip satu mobil box dan memotong jalan masuk ke jalan tol. Glen dan orang tua nya tidak menyadari hal itu karna jalan sangat padat.
20 menit mereka menempuh perjalanan dan akhir sampai di rumah sakit. Papi dan mami turun di lobi rumah sakit dan Glen berputar mencari tempat parkir.
Setelah memarkirkan mobilnya Glen langsung masuk ke rumah sakit. Di depan ruang ICU terlihat papi sedang gelisah dan Abimanyu yang memegangi kepalanya.
" ada apa pi? " tanya Glen
" adik kamu kabur! dia gak ada di rumah sakit "
" ah gak mungkin pi..,, tadi dia ada di depan kita kan! papi sendiri juga liat " jelas Glen
" kalo memang tadi mobilnya terus kenapa dia belum dateng Glen!! " papi mulai emosi
" tenang pii..., penghulu nya masih setengah jam lagi kan dateng nya,, mungkin dia tadi isi bensin dulu "
" udah!! kamu cari Sheren sekarang!! " perintah papi pada Glen
Glen pun mengangguk dan berjalan pergi mencari Sheren yang entah kemana.
" om biar saya bantu kak Glen cari Sheren ya, nanti kalo papi tanya om bilang aja ban mobil Sheren pecah dan lagi kita jemput " Abimanyu meyakinkan papi Sheren.
Papi mengiyakan dan masuk ke dalam. Abimanyu mencoba menyusul Glen yang berjalan ke parkiran. Dia berlari kecil untuk menyusul Glen.
" kak Glen!! tunggu bentar kak " panggil Abimanyu
" kenapa? "
" aku ikut cari Sheren ya, kakak cari ke tempat tongkrongannya dan aku coba cari di jalan "
" kamu mau kabur juga ya? " tanta Glen curiga
" aku gak segila itu kak,, apa lagi papa ku juga panik,, bisa gak bisa aku harus temuin Sheren " Abimanyu meyakinkan Glen
" oke!! kamu punya nomer aku kan? pokoknya kalo kamu udah ketemu Sheren cepet kabari aku dan HP mu gak boleh mati! "
Abimanyu mengangguk dan mereka berjalan ke parkiran.
Glen memutuskan pergi ke rumah Amel dan mengajaknya mencari Sheren karna, Glen tidak tau banyak tempat tongkrongan Sheren
Dan Abimanyu menyusuri rute arah rumah Sheren.
' Ren di mana si lo? pliss bantu gue dulu!! jangan malah kabur gini ' batin Abimanyu
Dia menyusuri jalan arah Ke rumah Sheren dan putar balik menuju arah rumah sakit. Di separuh jalan terlihat kemacetan yang cukup panjang. Abimanyu berharap kalau Sheren terjebak macet jadi dia bisa gampang menemukannya karna dia memakai motor.
...****************...
Glen sampai di rumah Amel dan mengetok pintu rumah nya. Saat pintu di buka ternyata ada umi di rumah
" assalamualaikum umi,, maaf mengganggu Amel ada? " tanya Glen ramah
" astaga!! saya lupa umi maaf...,, ini mau anterin bukunya Sheren ketinggalan umi...,, kalo gitu saya pamit dulu "
Glen bergegas menuju kampus Sheren, dia berharap bisa bertemu dengan Amel atau malah bisa bertemu Sheren.
Saat Glen menuju kampus, jalan sangat padat dan macet pancang tentunya itu menghambat Glen yang membawa mobil.
Dia berusaha memotong jalan tapi sudah tidak bisa dan akhirnya terjebak macet.
...****************...
Abimanyu terus mencari Sheren, hingga telfon nya berbunyi
" hallo bos! saya ada informasi, tadi dari arah tol ada mobil merah dengan plat yang sama milik mbak Sheren masuk " kata suruhan Abimanyu
" tol!?! tol yang mana?? "
" itu bos tol yang di deket rumah mbak Sheren " jawab suruhan nya
" kalian di mana sekarang!! "
" saya di depan gerbang tol nya bos! ini mau masuk dan nyusuri tol "
" udah gak usah! kamu tunggu di depan gerbang tol aja nanti saya ke sana!! kamu balik bawa motor saya, mobilnya saya pakai untuk nyusuri tol!! "
" siap bos!! "
Abimanyu cepat-cepat menuju tol. Dia menyalip sana sini dan akhirnya sampai di gerbang tol.
Anak buahnya turun dari mobil dan menghampiri Abimanyu
" kira-kira udah berapa lama dia masuk? " tanya Abimanyu
" sekitar setengah jam yang lalu bos, tapi ada petugas yang bilang setelah masuk tol mobilnya berhenti di bahu jalan agak lama dan baru 10 menit yang lalu pergi " jelas anak buah Abimanyu
Tanpa pikir panjang Abimanyu langsung bertukar kendaraan dan masuk ke dalam tol. Dia memakai kecepatan tinggi untuk menyusul Sheren.
Melewati beberapa rest area, abimanyu tidak mendapat kan tanda-tanda Sheren. Lalu tidk jauh dari situ, di sebuah gerbang tol ada antrian yang sangat panjang.
Abimanyu mencoba melewati gerbang tol sebelahnya. Dan setelah membayar tol, Abimanyu sadar ada mobil Sheren di salah satu gerbang tol.
" iya maaf pak,, makanya saya mau minjem e-tol nya biar bisa lewat doang!! nanti saya ganti kok " Sheren sedikit emosi mendengar klakson di belakang mobil nya
" ya dari tadi kek mbak!! saya buru-buru " kata seorang pengendara
" maaf pak mengganggu perjalanan nya " kata Abimanyu yang tiba-tiba berada di samping Sheren saat itu
" kamu ngapain ke sini? " tanya Sheren kaget
" udah gak usah tanya dulu, ini pakek E-tol ku terus menepi sebentar!! "
Abimanyu memberikan E-tol nya dan berjalan menuju mobilnya di bahu jalan.
Sheren yang bingung memandangi Abimanyu yang berjalan menjauh sampai ada seseorang yang mengklakson nya.
Sheren cepat-cepat melakukan pembayaran dan keluar dari gerbang tol untuk menepikan mobilnya.
" nih E-tol nya!!,, ngapain lo kesini? mau kabur? " tanya Sheren ketus
Abimanyu berjalan menuju mobil Sheren dan duduk di tempat pengemudi.
" Abi lo ngapain sih? " tanya Sheren
" kita bikin perjanjian pernikahan! cukup 1 tahun kita nikah! gak kurang dan gak lebih setelah itu kita pisah baik-baik!! " tawaran Abimanyu ke Sheren
" jadi abis lo makek gue trs lo buang gue gitu!? enak aja lo!! "
" lo bisa bikin peraturan yang lo mau! nanti kita bikin hitam di atas putih. Yang penting lo sekarang ikut gue, kita harus nikah! " jelas Abimanyu
Sheren agak ragu dengan tawaran itu. Sejenak dia berfikir keputusan apa yang harus di buat.
" ayo lah Ren!! Jam udah mepet banget dan papa gue pasti cemas banget! lo gak kasian sama papa gue? "
Akhirnya Sheren menururi kata Abimanyu. Dan dia mengiyakan tawaran tersebut.
Sambil mereka mencari arah kembali ke rumah sakit, Abimanyu menelfon Glen
" kak Sheren udah ketemu, kakak di mana? "
" gue baru sampek kampus nya Sheren nih,, ya udah gue langsung balik deh "
Glen memutuskan telfon nya dan berbalik arah ke rumah sakit.
Setelah menelfon Glen, Abimanyu menelfon anak buahnya untuk mengambil mobil di tol dan kuncinya sudah di titip kan ke petugas tol. Mereka berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil Sheren.
Di dalam mobil mereka hanya diam. Abimanyu fokus mencari jalan tercepat menuju rumah sakit sedangkan Sheren sedang melamun sambil memandangi jalan.
20 menit mereka memutari jalan sampai akhirnya sampai di rumah sakit. Abimanyu menggandeng tangan Sheren menuju ruang ICU. Di sana sudah ada keluarga mereka dan penghulu.
" maaf menunggu lama " kata Abimanyu ramah
" kamu dari mana Ren!! " bentak papi
Sheren hanya menunduk di hadapan papi nya. Mami menggenggam tangan papi dan menyuruhnya untuk tenang.
" ban mobil Sheren tadi pecah om..,, trs HP nya lowbat " kata Abimanyu mencari alasan supaya suasana tidak begitu tegang.
Penghulu pun bertanya apakah semua sudah siap dan mereka mengiyakan. Akad nikah di mulai dengan hikmad dan berjalan lancar.
Pak Kuncoro dan Pak Bram saling berpelukan karna sekarang mereka menjadi besan.
Sore harinya mereka mengantarkan pak Kuncoro ke bandara untuk berangkat ke Singapur.
" mama titip Abi ya Ren " kata mama Abimanyu sambil tersenyum
" iya tan.. eh maa " jawab Sheren