Go Back To You

Go Back To You
BAB 4


Hari ini Sheren merasa sangat gembira, dia mengikuti kelasnya dengan baik dan tidak malas seperti biasanya. Saat berkumpul dengan teman-temannya pun dia terlihat sangat bahagia.


Sore harinya Sheren pergi ke cafe milik Ari. Dia ingin membahas masalah club dengan semua anggota di sana dan dia juga sedang ingin memodif sedikit mobilnya.


" Amel mana? " tanya Ari


" ada urusan katanya, mau pergi nganter umi nya ke rumah saudara " jawab Sheren


" ciee Ari..., gih cepet di ajak ta'aruf sana " ledek Cahya


" mana berani!! orang dia masih semerawut gitu kelakuannya!! yang ada baru nyampek depan pintu udah di tendang sama bapak nya Amel " lanjut Zaki teman satu club nya


Mereka saling melontarkan ledekan dan candaan satu sama lain. Suasana jadi ramai akibat tawa mereka. Sheren pun ikut tertawa lepas, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menarik tangan Sheren


" ikut gue! " kata Abimanyu sambil menarik tangan Sheren


" eh siapa lo?! mau lo apain temen gue?! " kata Ari yang mencoba merebut tangan Sheren


" diem!! gue calon suaminya!! gue berhak ngelakuan apa aja ke Sheren!! " sambil menarik Sheren keluar dari cafe


Teman-teman nya hanya melongo mendengar perkataan Abimanyu tadi.


" lo ngapain sih!! lepas gak!! atau lo mau gue bogem ya!! "


Abimanyi menarik Sheren dan menyandarkan nya ke pintu mobil


" apa urusan lo sampek berani foto gue sama Rosa dan ngadu ke bokap gue! " bentak Abimanyu. Nafas nya berderu kencang, ekspresinya sangat marah dan menakutkan


" apa sih? gila ya lo??...., baguskan kalik bokap lo udah tau kalo lo punya pacar!,, perjodohan kita bakal di batalin terus lo bisa bebas sama pacar lo itu "


" tapi gara-gara lo dia hampir kehilangan kontrak kerja sama perusahaan gue!! " nada suara Abimanyu makin meninggi


" itu bukan urusan gue!! yang penting gue gak nikah sama cowok gila kayak lo!! " jawab Sheren tidak kalah emosi


" apa lo bilang? gue gila?!,, lo gak sadar kalo gak ada gue waktu itu lo bakal mati sia-sia tau!! "


Terucap sebuah kata yang membuat Sheren tidak mengerti akan pembahasan Abimanyu


" mati?? gue!! bener-bener gila lo!! " jawab Sheren


Sheren pun berusaha melawan Abimanyu tapi sia-sia, kedua tangannya sudah di cengkram kuat-kuat dan wajah Abimanyu terasa semakin dekat dengan wajahnya


" oke! gue gila!! lo bakal nyesel udah ikut campur urusan gue sama Rosa!! lo liat aja pernikahan kita akan di percepat dan nanti setelah lo jadi istri gue lu gak bakal bahagia!! dan lo bakal jadi pilihan kedua setelah Rosa!! " bisik Abimanyu di telingan Sheren.


Setelah itu Abimanyu langsung mendorong Sheren dari mobil nya dan pergi begitu saja.


Sheren menahan emosinya yang mulai meninggi.


Kata-kata dari Abimanyu bagaikan olokan yang membuat harga dirinya jatuh. Rasa kebencian yang semakin menjadi-jadi merasukinya.


Sheren pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


...****************...


Di jalan pikiran Sheren tidak karuan. Semua ucapan Abimanyu terngiang di otakya.


" cowok gila!! kenapa harus ketemu sih!! "


Sheren berulang kali memukul setirnya


" maksutnya gue mati apa coba??, dia nyumpahin gue gitu!! "


Hati Sheren semakin tidak karuan rasanya, dia memacu kecepatan mobilnya.


Tiba-tiba suara telpon berbunyi, ada panggilan dari papi. Sheren melambatkan kecepatan dan menepikan mobilnya.


" hallo pi? "


" lagi dimana Ren? " tanya papi di ujung telepon


" di jalan pi "


" iya pii... "


Sheren menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Dia berusaha mensetabilkan emosinya.


Setelah merasa lebih stabil dia pun memutar arah ke butik maminya.


Setelah sampai di butik Sheren melihat mobil milik Abimanyu di depan butik maminya. Sheren cepat-cepat masuk ke dalam. Pikiran nya mulai kemana-mana takut kalo maminya yang di ancam macam-macam.


" mbak..... mami mana? " tanya Sheren ke salah satu karyawan di sana


" di kantor mbak, sama tamu "


" okey makasih " Sheren berlari menuju kantor maminya di lantai dua.


Sampai di depan kantor, Sheren langsung membuka pintu dengan kasar dan mencengkram kerah baju milik Abimanyu.


" lo ngapain sih kesini?? " Sheren meninggikan suaranya


" Sheren kamu apa-apa an sih?, gak boleh kasar! " kata mami sambil melepaskan tangan Sheren dari Abimanyu


" mami kok belain dia?! mami tau sendiri kan dia itu udah punya pacar!! kok sekarang mami malah belain dia?? " jawab Sheren semakin emosi


" kamu itu salah sangka sayang...,, Abi udah jelasin semua ke mami kalau Rosa itu cuma patner bisnis nya Abi " kata mami halus


" mana ada patner bisnis mesra gitu mam? "


" kamu cemburu ya sayang?? mereka cuma patner kerja kok..., Abi gak akan macem-macem,, apalagi udah mau nikah kan " jawab mama sambil merangkul Abimanyu


" iya Ren..., kita kan mau nikah, aku gak akan aneh-aneh kok,, malah aku mau pernikahan kita di percepat biar kamu yakin dan percaya akan kesetiaan aku ini " Abimanyu tersenyum licik kepada Sheren yang hanya diam mencerna keadaan saat ini.


" stress lu bi!! "


Sheren pun pergi keluar dari butik maminya. Tanpa disadari Abimanyu menyusul di belakangnya dan memegang tangannya


" tunggu donk cantik, kita pulang bareng ya "


" gue bawa mobil sendiri, sana lo jauh-jauh dari gue dasar orang gila!!! " jawab Sheren sambil melepaskan tangan Abimanyu.


Sheren langsung menuju mobil dan pergi meninggalkan Abimanyu. Dia ingin segera pulang, hari bahagianya hancur, rencananya berantakan, Dia kira dengan orangtuanya tau kalau Abimanyu punya pasangan dia bisa menghindar dari perjodohan tapi malah sekarang dia akan benar-benar menikah dengan musuhnya.


Sesampainya di rumah, Glen ternyata sedang menunggu Sheren datang.


" Sheren mami mana? " tanya Glen


" oow no!! mami aku tinggal di butik "


" si begook!! parah lo durhaka sama mami! " jawab Glen sambil mengambil kunci mobil yang ada di meja ruang tamu


" gue lupa kak sumpah...,, ikut nyusul kaaak " kata Sheren sambil mengikuti Glen dari belakang


Sebelum mereka pergi ada mobil berwarna putih memasuki gerbang rumah mereka. Sheren baru ingat itu mobil milik Abimanyu dan benar saja Abimanyu turun dari mobil bersama maminya.


" Shereeen mami kok di tinggal sih! "


" sumpah mam Sheren gak sengaja " kata Sheren sambil memeluk mami nya


Abimanyu menyalami Glem dan berpamitan pulang karna hari sudah hampir gelap


" oh ya Sheren besok kita cari cincin buat pertunangan kita dua minggu lagi ya....,, aku jemput kamu jam 10 oke.... " kata Abimanyu sambil tersenyum dan langsung pergi menaiki mobilnya.


Sheren melongo sambil di gandeng masuk oleh Glen di ikuti mami yang tersenyum senang.


" aduuh mami seneng banget ngeliat Abi yang keliatan sayang sama kamu, gak salah papi cari calon buat kamu "


Glen hanya tersenyum dan mengusap punggung adiknya yang tertunduk lesu. Dia tau adiknya sekarang merasa sangat kacau, tapi sebagai kakak dia juga tidak bisa menghindarkan adiknya dari perjodohan yang di buat papinya.


" sabar dek...,, keliatannya Abi baik kok " Glen mencoba menenangkan Sheren


Sheren yang mendengar kata-kata Glen hanya menoleh sebentar lalu menggelengkan kepalanya.