Go Back To You

Go Back To You
BAB 31 TAMAT


Abi melanjutkan perjalanan ke cafe milik Ari karena Sheren ingin mengabari Amel tentang kepergian Rosa dan mengambil mobilnya.


Di perjalanan Sheren sudah sedikit lebih tenang, tangisan nya sudah berhenti, hanya saja tatapan nya masih kosong.


Sampai di cafe Sheren berjalan lesu sambil mencari keberadaan Amel.


" Mel "


" ya ampun lo kenapa nangis? "


Amel berlari menghampiri Sheren yang mulai terisak kembali.


Amel memeluk Sheren dan bertanya apa yang terjadi dengan nya


" Rosa udah meninggal Mel, dia kena kangker otak "


" lo serius Ren? terus mana Abi? "


Sheren terus menangis di pelukan Amel


" Mel, sorry harusnya gue kabarin lo tentang kepergian Rosa "


" lo jahat banget sih Bi, waktu lo mau nikah sama Rosa kan lo masih sempet kesini kasih kabar ke gue! tapi waktu Rosa pergi kenapa lo gak ngabarin gue? " tanya Amel sambil menangis


" satu hari setelah gue ngabarin lo, tiba-tiba Rosa kritis dan sorenya dia meninggal. sebenarnya gue mau kabarin lo Mel, tapi Rosa udah wanti-wanti buat gak ngabarin siapa pun " jawab Abimanyu


Mereka mulai menenangkan diri satu sama lain.


Sheren memberikam surat dari Rosa ke Amel, Amel mulai membacanya perlahan, mengertikan kata demi kata yang Rosa tulis.


" jadi gemana? kalian berdua udah punya pasangan? apa kalian akan menyetujui permintaan Rosa? " tanya Amel


" gue belum memikirkan pasangan Mel " jawab Abimnayu


" kalo lo Ren? "


" 5 tahun gue berjuang mati-matian ngelupain Abimanyu, tapi selama 5 tahun itu juga gue gak tertarik membuat hubungan. Dan untuk permintaan Rosa....., gue gak mau menjalani hubungan tanpa cinta Mel, gue gak mau akhirnya hubungan yang gue mulai kandas lagi "


Abimanyu menunduk dan terdiam, hatinya merasa bersalah pada Sheren.


" Abi! lo masih sayang gak sama Sheren? " tanya Amel


Abimanyu menatap Sheren yang juga sedang menatap nya


" jujur aja, gue masih selalu mikirin Sheren, tapi gue juga selalu buang perasaan itu karna gue pernah nyakitin Sheren "


" Sheren! lo bener-bener udah ngelupain Abi? " ganti Amel bertanya ke Sheren


" gue udah lupa sama perasaam gue ke Abi Mel "


Tanpa banyak bicara Sheren pamit untuk pulang ke rumah dan menenangkan dirinya.


.


.


.


.


Sampai di rumah, Sheren berjalan masuk ke kamarnya melewati Glen dan Exsel di ruang tamu.


Glen menyadari kalau adiknya sedang menangis saat itu dan dia berjalan mengikuti Sheren.


" lo kenapa Ren? "


" gue capek kak, badan gue gak enak! gue mau istirahat "


Sheren menutup pintu kamarnya dengan cepat.


Di kamar Sheren mulai menangis lagi, pikiran nya campur aduk.


' melupakan mu itu hal yang sulit Abi! butuh waktu bertahun-tahun ' batin nya


Sheren memutuskan untuk kembali ke jogja, dia merapikan bajunya yang ada di lemari.


Saat dia sedang menarik salah satu baju yang akan dia bawa, ada jaket yang jatuh ke kaki Sheren.


' ini bukan nya jaket Abi? kok bisa disini? '


Sheren mengingat saat pernikahan Glen dan Olivia.


Saat itu mereka akan pergi mengambil cincin dan Abimanyu mengikatkan jaketnya untuk menutupi bagian dress Sheren yang pendek.


" kok bisa-bisa nya hanya dengan sedikit memori itu gue kepikiran lagi sama lo sih Bi!!, gue capek terus kepikiran apa yang tidak tuhan takdirkan ke gue! " gumma Sheren


...****************...


" kemana dek? " tanya Glen saat melihat Sheren turun membawa ransel nya


" balik ke jogja kak...,, nanti lo bilang ke mami ya, gue buru-buru "


" enggak besok aja? "


" enggak lah sekarang aja, ya udah gue pamit ya...,, bye Exsel "


Sheren buru-buru masuk ke mobilnya dan dengan cepat pergi dari rumah.


.


.


.


.


Di hari berikutnya Abimanyu sedang tidak tenang di kantor, entah kenapa rasa sayang nya untuk Sheren muncul lagi


Dia ingin memulai hubungan lagi dengan Sheren


" permisi pak! bapak sudah di tunggu di ruang rapat " kata seorang staf kantor


" owh iya saya segera kesana "


Abimanyu berdiri dari kursinya dan memakai jas yang dia letakn dikursi kerjanya


Hari ini ada rapat dengan Glen dan beberapa klien penting


Sampai di ruang rapat, Abimanyu menyapa klien nya dan memulai rapat


Rapat berlangsung dengan tenang, semua pihak setuju dengan keputusan di rapat kali ini


" baik kalau semua setuju dengan keputusam hari ini, kita bisa segera selesaikan rapatnya "


Semua orang keluar dari ruangan bersama sambik sedikit berbincang


" owh iya pak Abi saya mau minta maaf dan turut berbela sungkawa untuk kepergia pak Kuncoro beberapa bulan lalu " kata salah satu klien


" iya pak tidak apa-apa, terimakasih atas ucapan belasungkawanya "


" saya tidak menyangka ya, 2 tahun setelah kepergian pak Bram, sekarang pak Kuncoro menyusul beliau "


" iya benar, setelah pak Bram meninggal, pak Kuncoro selalu mengeluh rindu sahabatnya......,, owh iya pak Glen! selamat atas kelahiran putrinya ya "


" iya terimakasih pak, baik kalau begitu saya duluan ya,, permisi " pamit Glen


Abimanyu berpamitan menyusul Glen yang sudah berjalan menjauh


" pak Glen....,, maaf saya mau bertanya apa Sheren masih di rumah? "


Glen menoleh ke arah Abimanyu yang menghampirinya


" dia sudah kembali ke Jogja kemarin pak, ada apa ya? "


" apa dia sudah baik-baik saja? "


" maksutnya? memang ada apa dengan adik saya? "


' jadi Sheren gak bilang ke kakak nya tentang Rosa! ' batin Abimanyu


Abimanyu menjelaskan bila Rosa telah tiada dan Sheren mendapatkan surat dari Rosa


" saya boleh minta alamatnya Sheren di Jogja? "


" kamu mau apa? "


" saya mau selesaikan urusan saya dengan Sheren "


Glen tersenyum ke arah Abimanyu dan menepuk halus pundaknya


" gue kasih kesempatan sekali ini aja buat lo jagain adik gue, nanti gue chat alamat lengkapnya "


Abimanyu tersenyum senang, prasangkanya selama ini dengan Glen salah.


Dia kira Glen akan slalu membencinya, ternyata Glen itu orang yang baik dan tidak menyimpan dendam


.


.


.


.


Seminggu berlalu setelah Glen memberi alamat lengkap Sheren ke Abimanyu


Hari ini Abimanyu berangkat pagi-pagi buta menuju rumah Sheren


Berjam-jam dia menempuh perjalanan tanpa henti.


Setelah keluar dari jalan tol, Abimanyu memasuki sebuah desa yang asri di pinggir kota, jalan nya sedikit sempit tapi pemandangan nya sangat indah


Terlihat hamparan sawah, rumah warga yang berhalaman luas dan pemandangan gunung merapi juga terlihat jelas dari sana.


" permisi bu saya mau tanya alamat ini ada di mana ya? " tanya Abimanyu saat berhenti di sebuah warung


" owh ini sudah tidak jauh mas, itu di ujung jalan ada pertiga an sampean lurus saja. Nanti terlihat rumah gerbang hitam itu alamatnya " jawab ibu penjaga warung dengan dialeg medok yang khas


" owh terimakasih bu "


" iya sama-sama "


Abimanyu melanjutkan perjalanan nya menuju rumah Sheren yang sudah tidak jauh lagi.


Sementata itu, pagi ini Sheren sedang duduk santai di rooftop sambil meminum teh herbal buatan nya dan menikmati keindahan pemandangan gunung merapi dari rooftop nya


Tak berselang lama, samar-samar Sheren mendengar ada orang yang memanggilnya dari luar rumah


Sheren bergegas turun dan dengan cepat membuka pintu rumah nya


Dia melihat Abimanyu di depan gerbang rumahnya


" lo ngapain kesini? tau dari mana tempat tinggal gue? " tanya Sheren sambil berjalan ke arah gerbang dan membuka nya


" gue jelas mau ketemu lo lah, gue tau alamat lo dari Glen "


" ada apa emang nya? "


" masak kita ngobrol di depan gerbang? gue gak lo suruh masuk? gue abis nempuh perjalanan jauh loh "


" yang nyuruh lo kesini juga siapa?! ngeluh lagi!! "


Sheren membuka lebar gerbannya dan menyuruh Abimanyu memasukan mobil nya supaya tidak menghalangi lalu lintas warga desa tersebut.


" rumah lo bagus juga Ren! minimalis, rapih lagi "


" iya lah, gue tinggal sendiri juga ngapain bikin rumah gede!,, lagian kalo gue juga gak nyaman sama rumah yang gede kalo di sini, terlalu mencolok "


" rumah lu minimalis gini juga udah mencolok, apalagi tembok pembatas rumah lo, kan disini gak ada yang bikin pembatas tembok gini "


" ada alasan kalik gue bikin pembatas tembok di samping smpek belakang rumah gue, lo liat kan di kiri kanan rumah gue ad sawah orang! gue gak mau aja pas gue lagi santai, pakek baju semrawut terus kelihatan sama orang yang lagi bajak sawah, toh tembok nya gak tinggi-tinggi amat "


Sheren mempersilahkan Abimanyu duduk di ruang tamu nya dan membuatkan teh hangat untuk Abimanyu


" di minum! "


" makasih "


Abimanyi meminum teh bunga chamomile yang Sheren hidang kan


" agak pait terus sepat lagi "


" itu teh dari bunga chamomile. Tunggu bentar gie ambilon madu biar lebih manis "


Sheren berjalan menuju dapir dan mengambik toples madu, lalu berjalan kembali ke ruang tamu


Sheren menarik gelas yang dibawa Abimanyu dan memberi se sendok madu


" nih coba "


" yah lumayan terselamatkan lah rasanya "


Sheren tersenyum tipis dengan reaksi Abimanyu


" lo ada apa kesini? "


" gue cari lo! "


" kenapa? ada masalah apa lagi? "


" lo beneran udah ngelupain gue? "


Sheren diam sejenak, mulitnya seperti terkunci dengan rapat


" gue masih belum bisa lupain lo!, yah emang bener sih gue waktu itu menjalani hubungan sama Rosa, tapi setengah hati gue masih sama lo " lanjut Abimanyu


" kalo lo gini karna permintaan Rosa mending lo pergi deh, gue gak mau hanya karna menuruti permintaan se.se orang gue harus menjalani hubungan yang gak sehat! " jawab Sheren


" gue jujur Ren! gue gak bisa lupain lo "


Abimanyu tertunduk


" kita ngobrol lagi nanti, skarang gue mau nyiapin kamar buat lo!,, buat malam ini lo bisa nginep di sini " jawab Sheren


Sheren pergi merapikan kamar tamu untuk Abimanyu.


Jam makan malam tiba, Sheren dan Abimanyu makan bersama di meja makan yang menjadi satu dengan dapur


" masakan kamu enak Ren! "


" kalau enak habisin aja Bi, besok gue masakin lagi "


Suasana menjadi sedikit canggung sampai makan malam selesai


" gue bantuin bersih-bersih Ren! sini biar gue yang cuci piring "


Abimanyu meminta piring kotor yang di bawa Sheren


" nih....,, makasih ya "


mereka kompak membersihkan meja makan serta dapir bersama-sama.


Setelah semua terlihat bersih Sheren dan Abimanyu kembali ke kamar masing-masing


Sebelum mereka masuk ke kamar Sheren berhenti di depan pintu lalu mambalikan tubuh nya menghadap Abimanyu


" gue cari yang serius Bi, umur gue terlalu tua buat pacaran! "


" emmm maksut nya Ren?! gemana? "


" kalo lo beneran masih sayang sama gue, lo langsung ngomong ke Glen! gue maunya serius bukan pacar-pacaran "


Sheren langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan menutup wajah merah merona nya.


Abimanyu terlihat senang, kali ini dia bertekat untuk membahagiakan Sheren dengan sepenuh hatinya.


Ke esokan harinya mereka memutuskan untuk pergi menemui Glen


Mereka akan memulai mahligai pernikahan lagi dan Glen menyetujui nya


Tidak butuh waktu lama mereka melangsungkan pernikahan dan mengundang semua orang untuk memperjelas status pernikahan nya.