
Setelah rapat mendadak tadi malam Sheren memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya dan Abimanyu pulang ke rumah nya sendiri
Pagi ini Sheren terbangun dengan mata yang sembab dan wajah yang pucat
Mami datang ke kamar dengan membawa semangkuk bubur ayam untuk Sheren
" Sheren sayang di makan dulu yuk buburnya mami suapi "
Sheren memposisikan duduk di ranjang nya
" kamu sakit apa sayang? mata kamu juga sembab, apa rumah tangga mu bermasalah? " tanya mami sambil mengusap rambut Sheren
" enggak kok mii, mungkin cuma kecapean aja kok "
" gemana kalau kita periksa aja? "
" gak usah mii "
Sheren tidak memerlukan dokter. Memang fisiknya sekarang terlihat lemah, tapi yang lebih lemah hatinya
Berulang kali Sheren memikirkan apa akan menyudahi rumah tangganya atau tetap bertahan
Di saat Sheren akan bertahan, pasti tanpa sengaja dia akan melihat kemesraan Abimanyu dan Rosa
Tapi dikala dia akan menyudahi hubungan ini, Abimanyu akan meyakinkan nya kembali
.
.
.
Siang hari saat jam makan siang Abimanyu datang untuk membawa Sheren pulang ke rumah nya
" siang mii,, gemana Sheren? " tanya Abimanyu ke mami yang menyambut nya di ruang tamu
" Sheren di kamarnya, tolong Bii kamu ajak dia periksa ke dokter ya "
" iya mii nanti biar Abi bujuk "
Abimanyu meninggalkan mami Sheren dan berjalan menuju kamar Sheren
Tok...tok..
" masuk! "
Abimanyu membuka pintu kamar perlahan, di lihatnya Sheren yang duduk di ranjang
" ayo pulang " ajak Abimanyu
Sheren mengangguk dan berjalan keluar dari kamarnya
Di lantai bawah terlihat mami yang sedang membaca majalah
Mereka berdua berpamitan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah
Di jalan HP Abimanyu berdering, ada panggilan masuk dari Rosa
Rosa meminta Abimanyu menjemputnya di mall dan mengajaknya makan bersama
" Ren kalo lo gue turunin di sini gemana? gue cariin taxi deh " kata Abimanyu setelah menutut telfon nya
" kata nya lo udah sayang sama gue, tapi kenapa lo tega nurunin gue di tengah jalan Bii?? gue lagi gak enak badan " tanya Sheren dengan nada lemas
" lo udah nolak gue kan, sekarang gue pingin memprioritaskan wanita yang tulus sama gue...., toh gue gak nyuruh lo jalan kaki kan, gue masih tanggung jawab buat cari in taxi "
Sheren diam, dia tidak bisa berkata apa-apa
Abimanyu keluar dan mencari taxi untuk Sheren, sedangkan Sheren hanya terduduk lemas di dalam mobil
" Ren itu taxi nya " kata Abimanyu dati luar mobil
Sheren langsung keluar dan berjalan menuju taxi lalu masuk tanpa berkata apa-apa pada Abimanyu
Taxi mulai berjalan menjauh dari Abimanyu
Setelah 30 menit taxi tersebut sampai di rumah Abimanyu
Tadi sebelum taxi itu pergi mangantar Sheren, abimanyu sudah membayarnya lebih dulu
Sheren berjalan dengan pelan menuju rumah, dia menyadari kalau bertahan dengan pernikahan ini akan membuatnya makin terpuruk dan akhirnya memutuskan untuk menyudahi pernikahan nya.
...****************...
Abimanyu sampai di mall dan melihat Rosa yang berdiri di lobi mall
Tanpa Aba-aba dia langsung berhenti tepat di depan Rosa
Rosa yang sudah tau kalau mobil yang mendekatinya Milik Abimanyu segera masuk ke dalam mobil
" mau di antar kemana tuan putri? "
" apa sih sayang, bikin maluu "
" kamu kan tuan putri ku, emangnya salah? "
" ya enggak cuma tumben aja kamu centil, kan aku malu sendiri "
" iyaa deh gak centil lagi. Kita ke resto biasa yuk, makan siang di sana enak kayaknya "
Rosa mengangguk dengan riang dan Abimanyu langsung tancap gas ke resto favorit mereka
20 menit kemudian mereka sampai. Abimanyu mempersilahlan duduk Rosa dan memanggil pelayan untuk memesan makanan
Setelah memesan makanan mereka berbincang sambil menunggu makanan nya di hidangkan
Rosa menceritakan kalau 2 hari lagi akan ada sesi pemotretan di kantor milik papa Abimanyu
" sayang nanti kamu jangan centil ke aku ya, bersikap kayak rekan kerja aja,, okey! "
" kenapa gitu? "
" kan ada papa kamu, nanti kalo papa kamu marah lagi gemana? pikirin kesehatannya donk "
" kamu perhatian banget sih sama papa yang pernah maki-maki kamu? "
" untuk apa aku benci ke papa kamu? kejahatan gak boleh di balas jahat. Nanti kalo aku balas jahat papa kamu kapan respek ke aku "
Abimanyu hanya tersenyum. Dia takut nanti papanya akan membongkar pernikahan nya dengan Sheren di depan Rosa
Walau gak salah juga, karna memang Sheren istri sah nya yang belum pernah dia sentuh
Makanan mereka datang dan mereka mulai menyantap nya
Setelah makan Abimanyu akan kembali ke kantor dan Rosa akan pulang ke apartemen dengan menggunakan taxi
...****************...
Di kamar, Sheren sibuk dengn laptopnya. Dia berusaha mengalihkan kesedihan nya.
Tak berselang lama pikiran nya kacau kembali. Sheren akhirnya menelfon Amel dan mengajaknya pergi ke cafe
Amel mengiyakan ajakan Sheren untuk nongkrong
Sheren langsung membersihkan diri dan berganti baju, lalu langsung berangkat ke rumah Amel dengan menggunakan mobil nya
Hanya berselang 20 menit Sheren sudah sampai di rumah Amel.
Sheren mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tak berselang lama Amel membuka pintu dan mempersilahkan Sheren masuk
" tumben Sepi Mel? "
" orang tua gue lagi ke tempat paman, paling nanti malam datang. Ech kok lo pucet banget? lo gakpapa? "
" gue gakpapa kok, biasa lah kecapek an "
" kalo kecapekan harusnya lo istirahat donk! malah ngajak jalan "
" gue lagi bosen, siapa tau nanti ketemu anak-anak club bakal lebih enakan badan gue "
" ya udah kalo gitu tunggu bentar ya gue ambil tas "
Amel berjalan ke kamarnya untuk mengambil tas nya.
Mereka langsung berangkat menuju cafe milik Ari.
Sampai di sana anak-anak club belum terlihat kedatangan nya. Ari si pemilik cafe juga sedang tidak ada di tempat
" mbak si Ari ke mana? kok gak keliatan ? "
tanya Sheren ke kasir cafe
" ya gak ada Ren! si Ari lagi cari bahan cafe di luar kota " celetuk Amel
Sheren mengerutkan kening sambil menatap Amel
" kenapa Ren? " kata Amel penasaran
" kayaknya perkembangan cinta lo ada kemajuan nih " jawab Sheren sambil menggoda Amel
" iih apa sih Ren "
Amel berjalan menuju kursi di pojokan cafe di susul Sheren yang masih menggodanya
.
.
.
.
Pukul 18.30 Sheren dan Amel merasa jenuh karna anak-anak club tidak ada yang datang sama sekali
" tumben gak ada yang dateng. Biasanya antara Cahya sama Zaki pasti bakal ada yang nongkrong di sini " kata Amel sambil menopang dagunya dengan tangan
" iya ya! tumben gak ada yang dateng "
" pulang yuk Ren, udah berjam-jam kita di sini "
" ayo deh! "
Mereka berjalan keluar menuju parkiran mobil di depan cafe.
" aduh Ren bentar gue ke toilet dulu ya! " kata Amel sambil memegangi perutnya
" ya udah sana gih, gue tunggu di mobil ya "
Amel berlari menuju toilet sedangkan Sheren langsung masuk ke dalam mobil.
Di mobil Sheren memain kan ponselnya, tanpa dia sadari mobil Abimanyu terparkir di sebelah mobilnya.
" lama banget sih Amel? salah makan kayaknya nih anak " gumma Sheren sambil celingukan mencari keberadaan Amel dari dalam mobil
Sheren menatap ke arah kanan, dia melihat mobil milik Abimanyu
Samar-samar dari balik kaca yang gelap dia melihat adegan yang benar-benar merobek hatinya
Terlihat Rosa dan Abimanyu yang sedang menikmati ciuman mesra.
Tangan Rosa mengalung di leher Abimanyu dan tangan Abimanyu memeluk erat tubuh Rosa
Sheren membeku menatap mereka. Tanpa sadar air matanya
menetes dengan deras, hatinya bagai di tusuk dengan belati
Entah apa yang harus dia perbuat. Ingin dia menghentikan adegan mesra itu tapi dia teringat dengan kata-kata Abimanyu bahwa dia telah menolaknya dan akan mempertahan kan Rosa
Tiba-tiba Amel masuk ke dalam mobil
" aduh lega banget Ren! " kata Amel
" hey Ren! lo liat apa sih? kok nangis? " lanjut Amel
Sheren cepat-cepat mengusap air matanya
" apa sih?! gue habis nguap. Yuk ah pulang "
Sheren dengan cepat memundurkan mobil nya dan pergi dari cafe sebelum Abimanyu dan Rosa keluar dari mobil.
Sampai di rumah Amel, sheren langsung pamit untuk pulang dengan alasan tidak enak badan
Dengan kecepatan tinggi Sheren melajukan mobil merahnya, hatinya Sakit tapi dia tidak mau mengeluarkan air matanya lagi.
Mungkin sudah cukup dia sedih karna sifat plin plan nya terhadap perasaanya sendiri.
Sampai rumah, Sheren cepat-cepat masuk ke kamar dan berlari menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya yang sudah bergetar menahan tangis
Di bawah pancuran shower dia terduduk sambil menangis.
Sekuat apapun dia menahan air matanya, tapi nyatanya dia tetap tidak mampu.
Air mata itu tetap saja berhasil keluar.
Suara tangisan nya keluar, dia menangis se jadi-jadinya di bawah pancuran Shower yang membasai tubuhnya
Sekarang tekat nya makin bulat untuk berpisah dari Abimanyu dan menjalani hidup baru