Go Back To You

Go Back To You
BAB 1 ( kami )


pukul 4 sore, Sharen dan Abimanyu baru sampai di kedai kopi favorit mereka. wajah mereka terlihat sangat lelah karna hari ini mereka baru selesai viting baju untuk pernikahan mereka bulan depan.


"Abiii...., pesenin capucino sama roti bakar donk" pinta Sharen yang memang sedari tadi sudah lapar.


"jalan sendiri deh Ren....,, aku capek nih dari tadi nyetir" sahut Abimanyu santai.


"ya ampuuun...., nyetir gak sampk 20 menit kamu capek? abis ini kemana mana biar aku aja yang nyetir" balas Sharen sambil memanyunkan bibir nya. Abimanyu tersenyum melihat Sharen yg merengut, sambil mengacak acak rambut Sharen "iyaa aku pesenin deh, gitu aja ngambek" abimanyu pun bangun dari kursinya dan berjalan menuju kasir untuk memesan minuman dan makanan untuk mereka berdua. Sharen yang melihat nya berjalan menuju kasir tersenyu manis sembari menatap punggung Abimanyu.


"udah saya pesankan tuan putri..., tunggu sebentar ya" canda Abimanyu


"makasih mas...." balas Sharen.


mendengarnya yang dipanggil mas oleh Sharen tiba tiba wajah Abimanyu yang tampan dan terlihat cool itu memerah dengan senyum yang mengembang di bibir merah nya.


"iiiih pipinya jadi merah sih mas? seneng ya skarang mulai di panggil mas sama aku?" selidik Sharen sambil tersenyum jahil


"iya seneng banget lah, sampek rasanya jadi malu sendiri. Bayangin aja kita pacaran setahun setengah kamu gk pernah manggil aku sayang atau mas!. mulai sekarang panggil mas ya sayang, kan udah mau jadi istri" jawab Abimanyu tanpa basa basi dan senyuman yang tidak mau hilang dari bibirnya


"ya habisnya kita udah lama kenal kan, dari dulu juga aku seringnya manggil nama kamu, sampk kita jadian malah kebawa bawa" sahut Sharen sambil menatap Abimanyu.


Kisah cinta mereka di awali dari persahabatan, mereka bertemu saat awal Sharen masuk perkuliahan, tepat nya saat ospek. Abimanyu itu seniornya. Awal Abimanyu melihar Sharen dia sudah merasa tertarik. Bagaimana tidak?, Sharen memiliki kulit putih bersih dengan tinggi badan 165cm, wajahnya bersih dan terkesan imut dengan rambut hitam panjang, serta senyumnya yang tipis nan manis. Saat itu Abimanyu sudah terpanah pada Sharen, tetapi Sharen bukan wanita yang gampang di tahluk kan. Karna pada awalnya Sharen selalu menghindari Abimanyu yang mencoba dekat dengan dia. Wajahnya yang imut ternyata menyembunyikan sifat jutek. setiap Abimanyu mencoba mendekatinya setelah ospek, Sharen selalu menatapnya dengan tatapan sinis dan mengusirnya pergi manjauh dari Sharen. Padahal Abimanyu itu orang yg termasuk populer di kampusnya, tinggi badan nya 170cm, dengan kulit sawo matang dan wajah yang terliha dingin, berwibawa dan mempesona. Sangat banyak wanita yg mendekatinya karna terhipnotis wajah cool dan keramahannya itu, dan itu yang membuat Sharen risih saat didekatinya yang selalu di kelilingi wanita.


Tapi sedikit demi sedikit akhirnya Sharen mulai akrab dengan Abimanyu dan teman temannya, mereka pun bersahabat. Sharen sering bercerita soal masalahnya ke Abimanyu begitu pula sebaliknya. sampai 2 tahun berlalu dan Abimanyu memberanikan diri mengutarakan isi hatinya ke Sharen dan akhirnya Sharen menerimanya.


witing tresno jalaran soko kulino ( cinta tumbuh karna terbiasa ). Pada awalnya cinta memang belum tumbuh, tapi karna sudah terbiasa bersama, saling berbagi cerita, canda dan tawa akhirnya tumbuhlah rasa cinta pada diri mereka berdua.


Setelah pesanan datang, mereka pun makan sambil mendiskusikan baju yang akan di pakai saat menikah nanti, mendiskusikan undangan, tema pesta dan lain lain.


setelah hampir 2 jam mereka di sana akhirnya Abimanyu mengajak Sharen untuk pulang ke rumah. Mereka menaiki mobil Abimanyu dan melaju santai menuju rumah Sharen yang berjarak 20 menit dari kedai kopi itu. Setelah sampai Sharen pun turun dan Abimanyu langsung memutar arah kembali kerumahnya yang tidak begitu jauh dari rumah Sharen.


********


"iya Sell...,, capek abis fiting baju, sama mas Abi di ajak langsung pulang, soalnya abis ini mas Abi mau ke distronya ada urusan katanya" jawab Sharen yg masih melepas sepatunya di depan rak sepatu


"cieee...ciee sekarang manggilnya mas nih" canda Sella pada Sharen


"iya lah...,, kan mau nikah" senyum malu malu Sharen sambil berjalan ke wastafel di dapurnya dan mencuci tangannya


"udah ayo cepet sini makan malem bareng yuk..." ajak Anandini, mama Sharen yang sudah duduk di meja makan


"iyaa ayo makan dulu abis itu kamu mandi dan turun ke bawah lagi, papa mau tau gemana fiting bajunya tadi ya..." sambung Wiatama Drawijoyo papa Sharen


" iya papa..."


mereka ber empat duduk bersama dan makan malam.


keluarga Sharen memang sangat hangat. Mereka tipe keluarga yang saling mendukung dan sederhana. papa Sharen memiliki tambak udang yg terkenal di tempat mereka dan mama Sharen memiliki butik dengan baju yang bercorak batik nusantara. Terbilang keluarga yang kaya sebenarnya, tapi mereka sangat ramah dan rendah hati ke sesama. Mereka tidak suka di spesialkan hanya karna harta. Orang tua Sharen juga tipikal orang tua yang tidak suka memanjakan anaknya karna, mereka ingin nantinya anaknya menjadi sosok mandiri dan berusaha menggapai impian mereka tanpa embel embel mama papanya.


*******


sementara itu Abimanyu baru sampai di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya dia membuka pintu rumah nya yang terkunci.


memasuki ruang utama disambut dengan sofa berwarna cream dan hiasan dinding bernuansa alam. Abimanyu mengingat ingat kalau sebulan yang lalu masih ada bufet coklat yg besar membatasi ruang TV dan ruang tamu yg sekarang menjadi rak besar dengn lubang berbentuk kotak berwarna putih gading yang bisa membuatnya melihat ruang TV dari ruang tamu. berjalan sediki ke dalam dia melihat meja makan baru yang masih di segel plastik yg rapi, di dapurnya juga ada kompor yang bersih dan peralatan dapur baru berwarna pastel


'untung sayang, walau isi rumah d rubah juga gak bisa marah' batin Abimanyu sambil berjalan masuk ke kamarnya.


Abimanyu tinggal sendiri sudah 2 tahun. Sebenarnya rumah orang tuanya tidak begitu jauh. Tapi dia berusaha mandiri dan tidak seperti kakaknya yg sudah menikah dan memiliki dua anak tapi tetap bergantung ke orang tua.


Abimanyu juga sudah merintis usaha sendiri, mulai dari resto seafood, cafe kekinian dan distro dengan brand nya sendiri. Bakat usahanya turun dari ayahnya yang juga seorang pengusaha kaya raya dan terkenal.