
Sheren berjalan pincang masuk ke cafe. Di dalam cafe sudah ada Amel, Zaki dan Ari.
Amel menghampiri Sheren untuk membantunya berjalan menuju kursi di pojokan cafe.
Setelah menyapa teman-temannya Sheren duduk dan mengeluarkan laptopnya untuk menyalin materi dan tugas milik Amel
Tak berselang lama anak-anak club mobil masuk satu persatu ke cafe tersebut.
" Shereen aduh itu tangan kenapa pakek di bungkus segala kayak nasi padang? wajah juga di biru-biru in iihh!! " celetuk Amar, mood bosternya club.
Amar laki-laki yang baik dan cukup mengerti mesin, cuma dia memang agak feminim. Dia berkuliah di universitas yang berbeda dengan Sheren dan mengambil jurusan tata busana.
Dia bisa ikut di club karna kakak nya yang takut adiknya makin parah feminim nya, kakak Amar mengarahkan nya untuk mencintai dunia otomotif walau perilakunya sampai sekarang tetap feminim.
" Amche lu berisik banget sih! lo kemana aja lama gak ngumpul?, terus dandanan lo sekarang manly banget sih tumben " kata Amel. Amche adalah nama panggilan Amar di club mobil.
" yah biasa kan aku mau wisuda jadi sibuk sama urusak kuliah dan ini abang ku tercintah yang dandanin " jawan Amar riang
" kalo gak di pakek gue mau di bugem sama dia " lanjut Amar sambil berbisik ke Sheren
Amar duduk bersebelahan dengan Sheren. Mereka ngobrol santai sambik bercanda bersama.
Sheren fokus ke tugasnya dan menyandarkan diri ke pundak Amar. Untuk anak club kedekatan Amar dan Sheren sudah biasa saja malah kesannya seperti the sister, tapi untuk orang yang baru melihatnya mungkin akan mengera mereka adalah sepasang kekasih.
Amar ngobrol sambil mengelus-elus rambut Sheren. Amel yang melihat pemandangan itu tersenyum.
...****************...
Sementara itu Abimanyu sedang di cafe dengan Rosa. Mereka berbincang-bincang dan bercanda seperti biasanya.
' aneh! gue sama Rosa tapi kok pikiran gue ke Sheren terus ya? dia udah minum obat belum ya? '
Batin Abimanyu dalam hati
" sayang nanti sebelum pulang kita mampir ke cafe yang deket persimpangan itu ya! di sana capucino sama kue coklat nya enak banget, aku pingin " Rosa merayu manja pacarnya itu
" apa sih yang enggak buat kamu! " jawab Abimanyu sambil mengelus rambut Rosa halus
Mereka bercanda dan membicarakan banyak hal sampai jam menunjukan pukul 19.30
Abimanyu akan mengantarkan Rosa pulang. Tapi sebelum sampai ke apartemen Rosa, dia memutar arah menuju cafe yang tadi di bahas Rosa.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di cafe tersebut, cafe tempat Sheren memfotonya dan Rosa.
Mereka masuk bersamaan, Rosa menggandeng manja ke Abimanyu sampai masuk ke dalam cafe. Mereka memesan dua capucino dan satu kue coklat untuk di bungkus.
Abimanyu tidak sadar Sheren memperhatikan nya dari pojokan cafe. Menatapnya dan Rosa tanpa berkedir.
Amel yang menyadari tatapan aneh Sheren menoleh ke arah kasir dan melihat Abimanyu yang sedang bermesraan dengan seorang wanita cantik, bertubuh langsing.
Amel mengalihkan pandangan ke Sheren.
Sheren mengisyaratkan Amel untuk diam, karna dia tidak mau nanti ada keributan di cafe.
Sheren memalingkan pandangan nya ke teman-teman nya dengan posisi tetap bersandar ke Amar.
Abimanyu yang memperhatikan interior cafe baru sadar kalau Sheren sedang di cafe itu. Dia melihat Sheren yang diam menempel ke pundak seorang laki-laki.
Dia merasa marah saat itu. Ingin rasanya menghampiri mereka dan menarik tangan Sheren pulang ke rumah, tapi dia harus menjaga perasaan Rosa yang sedang bersama nya.
" permisi kak pesanan nya!! " kata kasir cafe tersebut.
Abimanyu mengambil pesanan itu dan berjalan keluar dari cafe.
Sekali lagi dia menoleh pada Sheren dan melihat lelaki yang duduk di sebelah Sheren sedang mengalungkan tangan nya di pinggang Sheren sambil ter tawa gembira.
" cih!! " decak Abimanyu kesal
" kenapa sayang? "
" oh enggak ayo pulang " Abimanyu menarik tangan Rosa keluar dari cafe.
Dia langsung naik ke mobil dan cepat-cepat mengantarkan Rosa pulang ke apartemen nya.
...****************...
Saat teman-teman nya sedang bercanda riang, Sheren hanya diam saja. Mood nya sudah hilang saat melihat kemesraan Abimanyu dengan kekasih nya.
" heh!! lo kok bengong aja sih? gak enak badan lo? " tanya Amar pada Sheren
" kayaknya gue harus pulang deh! " kata Sheren ke teman-teman nya
" gue anter aja Ren, sekalian nganter Amel juga " kata Ari
Sheren mengangguk dan mengemasi buku serta laptop nya dan berpamitan ke teman-teman nya.
" kalian tunggu di sini sebentar, gue ambil mobil dulu " kata Ari stelah mereka keluar dari cafe
Sheren dan Amel kompak mengangguk kan kepala
" kamu gakpapa Ren? " tanya Amel
" gakpapa kok, mungkin karna gue lupa minum obat makanya lemes "
" kalo gitu kita mampir ke resto ya biar kamu bisa makan terus minum obat " Amel menawari Sheren
Sheren menggeleng
Ari datang dengan mobil nya. Mereka pergi dari cafe dan mengantar Sheren lebih dahulu.
Saat sampai di gang perumahan Sheren minta di turunkan di depan gang rumahnya.
" lo beneran turun di sini Ren? " tanya Ari sambil melihat keadaan sekitar perumahan tersebut
" iya jalan bentar juga nyampek, lo liat tu pager putih " Sheren menunjuk rumah besar berpagar putih 3 rumah dari arah mereka berhenti
" gue tinggal di situ, kalo lo masuk entar susah muterny soalnya lurus kesana udah jalan buntu " lanjut Sheren
" ya udah deh kalo gitu, lo hati-hati ya! " kata Ari
Mereka berdua langsung pergi dari perumahan itu dan Sheren berjalan perlahan menuju rumah Abimanyu.
" loh mbak kok jalan ? " tanya pak Bejo sambil membuka pintu gerbang
" iya pak tadi saya di antar temen terus turun di depan gang. Kasian kalo masuk ke sini muternya susah. Ya sudah saya masuk dulu pak "
Sheren berjalan masuk ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya.
Sampai di kamar dia membersihkan tubuhnya dan berganti baju.
Sheren mencoba menyalakan AC kamarnya , karna tubuhnya yang merasa panas.
" kok gak nyala sih? " gumam Sheren
Dia memencet remot AC tapi tetap saja tidak nyala. akhirny dia memutuskan membuka jendela kamarnya, tapi badan nya tetap panas
" tumben panas banget ya? apa mau ujan? kalo keluar kamar harus bawa buku sama laptop males juga! " Sheren bicara pada dirinya sendiri
Dia membuka lemari nya dan mencari baju dan celana yang berbahan dingin.
" astaga gak gue bawa lagi baju tidur gue yang pendek! " Sheren menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Lalu dia melihat bra sport yang biasa dia pakai saat ngegym di rumah dan celana pendek berbahan kain di lemari.
Sheren langsung berganti pakaian dengan bra sport dan celana pendek di atas lutut itu
" ohh nyamuk gigit lah akuu!! " katanya menghadap jendela
Sheren melanjutkan tugasnya di meja rias, karna di situ cahayanya mendukung untuk membaca dan menulis dan posisinya di dekat jendela akan sedikit membantu Sheren melawan rasa panas.
Abimanyu baru sampai di rumah. Emosinya memuncak.
" bi Seren udah dateng? " tanya Abimanyu ketus
" sudah mas, mbak sheren di kamar " jawab bi Surti
Abimanyu berjalan ke atas dan langsung menuju kamar Sheren.
Dia langsung membuka pintu kamar Sheren yang tidak terkunci
" LO DARI MANA?! " kata Abimanyu dengan nada emosi
Sheren terkejut mendengan nada suara Abimanyu dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
Abimanyu terdiam melihat penampilan Sheren yang hanya menggunakan celana pendek dan spot Bra nya.
Sheren yang menyadari itu langsung mengambil map dan menutupi tubuh bagian atasnya
" gak punya adap lo?! masuk kamar orang ketok pintu!! " Sheren emosi melihan Abimanyu yang lancang masuk ke kamarnya
" ini rumah gue! jadi gue berhak ngelakuin apa yang gue mau!! lo dari mana hah? " nada suara Abimanyu makin meninggi
pertengkaran sengit pun terjadi
" gue abis nyalin tugas sama temen-temen "
" alah nyalin tugas apa sambil mesra-mesra an?! "
" mesra apa sih? gue lagi sama temen gue! ada Amel juga kok di sana " Sheren merasa heran dengan kemarahan Abimanyu
" temen apa sampek bisa rangkul-rangkulan gitu hah? lo nyadar gak status lo tu istri!! "
" hehh *****!! lo juga harus nyadar status lo tu suami!! bisa-bisanya lo pergi berduaan terus mesra-mesra an di depan banyak orang kayak gitu!! mikir lo sebelum caci maki gue! "
" gue ijin sama lo ya!! dan lo udah tau kan dia pacar gue! "
" terus kalo lo ijin apa gue harus ijin? lo sendiri yang bilang kalo pernikahan ini cuma kita pertahankan selama satu tahun!! dan sekarang udah berjalan 2 bulan kan, lo tinggal tunggu 10 bulan lagi dan lo bisa nikahin cewek itu!! "
Abimanyi terdiam, rasanya menyesal menjanjikan 1 tahun pernikahan. Dia tidak mau melepas Sheren, dia sudah terbiasa dengan adanya Sheren di rumah nya.
" kita harus secepatnya bikin perjanjian itu, aku gak mau bertengkar hanya karna hal sepele " kata Sheren merendahkan nada suaranya
Abimanyu membalik kan badan nya
" kita omongin di ruang kerja gue aja, skalian lo bawa tugas lo ke sana. kamar lo terlalu gelap "
Abimanyu pergi dan menutup pintu kamar Sheren.
Sheren terduduk di lantai kamarnya, dia menyesal sudah membahas pernikahannya yang hanya akan berjalan 1 tahun. Dia memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Setelah merasa baikan dia mengambil kaos nya dan merapikan buku serta laptopnya dan pergi ke ruang kerja Abimanyu.