
sore itu setelah Abimanyu pulang dari luar kota, pikirannya semakin tidak menentu. Dia semakin terbayang masalalunya. Dia takut kalau nanti Sharen tau dan membatalkan pernikahannya, walau di sisi lain Sharen bukan orang yang asal mengambil keputusan, dia selalu menggunakan kepala dingin dan tenang dengan setiap masalah yang dia hadapi.
' okey!! kali ini aku harus bilang ke Sharen, aku gak bisa gini terus!! pokoknya aku harus jujur dari pada nanti Sahren tau dari orang lain'
Abimanyu mengambil handphon nya dan menelfon Sharen
" hallo Ren..., nanti jam 7 kamu bisa ke distro gak? " tanya Abimanyu
" bisa kog! ada ap mas? " tanya Sharen dari ujung telefon
" aku kangen, sama ini aku bawa oleh-oleh buat kamu"
" oow okey...,, kalo gitu aku siap-siap dulu ya "
" okey aku tunggu di distro, hati-hati ya..."
tutt... telfon pun terputus, abi bergegas pergi ke distro nya terlebih dahulu dan memilih menunghu kedatangan Sharen di sana, karna hatinya sekarng tidak karuan memikirkan pendapat dan reaksi Sharen nanti.
*******
Jam menunjukan pukul 18.30 dan Sharen sudah siap akan berangkat ke distro milik Abimanyu. Jarak antara distro dan rumah Sharen tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja, tapi Sharen ingin membeli camilan untuk nya, Abimanyu dan karyawan distro di sana.
Sharen anak yang rendah hati, dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga memikirkan orang-orang disekitarnya. Setelah membeli 2 box donat dan 5 minuman dingin, Sharen langsung menyetir mobil ke arah distro sambil mendengarkan lagu Meghan Trainor - dear future husband yg melantun dari radio mobil.
*******
sesampainya di depan distro Sharen turun dengan menenteng donat dan minuman dingin. karyawan distro membukakan pintu untuknya sambil tersenyum
" mbak udah di tunggu di atas " kata salah satu pegawai distro itu
" ow okey, ini buat kalian " sharen mengambil satu kotak donat dan 3 minuman dingin dari kresek yang dia bawa
" makasih mbak " kata pegawai distro serentak
Sharen pun pergi menuju ruangan Abimanyu di lantai dua dan tidak lupa tersenyum kepada para pegawai distro.
Tok...Tok...Tok...
" kok repot-repot bawa makanan sih? kan nanti bisa aku gojek in..." tanya Abimanyu
" sekalian tadi mas,, aku juga lagi pingin donat " sahut Sharen yang sudah duduk di sofa biru di ruangan itu.
" sayang ada yang mau oku omongin " kata Abimanyu dengan wajah yang tegang
" apa? kok kamu sampek tegang gitu? " sahut Sharen.
Abimanyu menarik nafas panjang dan menghembuskan nya pelan sambil memandang Sharen.
" sayang..., aku mau jujur tentang masalalu ku. Aku minta maaf baru berani cerita sekarang. Aku gak mau kamu denger dari orang lain dan nantinya kita bisa bertengkar hebat " Abimanyu memulai percakapan penting yang selalu membayanginya selama ini. Dia tau kalau nanti Sharen tidak bisa menerima ini mungkin pernikahannya akan hancur begitu juga hatinya.
" apa? cerita aja...kita kan harus saling terbuka " jawab Sharen tenang. Begitulah sharen yang selalu tenang saat akan menghadapi sesuatu
" aku pernah ngehamilin anak orang...." Abimanyu menghela nafasnya " waktu mau lulus SMA mantan ku bilang kalau hamil 7 bulan, aku mau aja tanggung jawab....., tapi aku dan dia tau orang tuanya tidak setuju dengan hubungan kita saat itu. Entah kenapa akhirnya pikiran jahat merasuki diri kita, saat itu dia pamit ke kamar mandi dan saat keluar dia membawa janin yang berlumuran darah. aku yang melihatnya terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa " tanpa basa basi Abimanyu bercerita tentang hal yang selalu membayanginya sampai sekarang.
" terus anak itu kamu buang? " Sharen sangat terkejut, bicara nya menjadi sangat halus dan terkesan bergetar, matanya sudah berkaca-kaca.
" anak itu aku kubur. setelah aku mandikan dan aku cuci ari-arinya, aku bawa dia ke kuburan terdekat dan meminta penjaga kuburan itu mencarikan lahan untuk bayi ku, dan aku minta tolong untuk menguburkannya. aku pasrah dan hampir gila melihat hal itu" sambung Abimanyu
" wanita itu? " tanya Sharen dengan suara bergetar
" dia hanya diam dan pergi begitu saja. setelah kejadian itu dia memutuskan pergi ke luar negri untuk melanjutkan kuliahnya. Dia lebih tua 2 tahun dari ku " jelas Abimanyu
" terus kamu diam aja? gak kamu kejar gitu? " tanya Sharen dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
" waktu itu aku masih kontak sama dia lewat sosial media, tapi beberapa bulan setelah itu aku sudah sibuk dengan diri ku sendiri. Maaf Ren... Maaf aku baru bilang sama kamu " Abimanyu berkaca-kaca melihat serin yg menangis. Digenggam nya tangan sharen yang bergetar, dan saat Abimanyu ingin memeluknya, Sheren menepis tubuh Abimanyu dan berlari keluar dari distro.
Dia ingin menenangkan dirinya yang sakit hati. Ada perasaan marah dan kasian terhadap Abimanyu dan janin itu.
' Tuhaan..., aku akan menikah, pernikahan ku sebentar lagi...., apa yang harus aku perbuat tuhaan...., aku tulus menyayanginya...tapi kenapa kau bari guncangan yang seperti ini ya tuhan ' bati Sharen yang sedih. Ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Dia ingin menjernihkan pikirannya supaya tidak salah saat mengambil keputusan nanti.
Abimanyu yang hanya bisa diam dan terpaku melihan kekasihnya menangis pergi meninggalkannya. Dia tidak tau apa Sharen masih akan melanjutkan peenikaha itu atau malah membatalkan pernikahan mereka dan pergi dari Abimanyu.
' ya tuhan... aku tau aku sudah melakukan hal yang biadap kepada ciptaan mu, aku telah melakukan dosa yang amat sangat....aku mohon ampuni aku ya tuhan...aku terima semua keputusan mu, aku ikhlas ya tuhan ' batin Abimanyu sambil menangis merasakan sesak di dadanya.