Go Back To You

Go Back To You
BAB 29


Sudah beberapa hari yang lalu Sheren pulang dari rumah sakit


Dia hanya ber istirahat selama 1 hari di rumah dan mulai aktif pergi ke kampus, karna dia harus menyelesaikan skripsinya dan cepat-cepat wisuda


Beberapa hari ini di lalui nya dengan fokus ke materi dan menghindari Abimanyu serta Rosa


Beberapa kali Rosa mencoba menyapanya dan Sheren mencoba mencari alasan supaya bisa terhindar dari Rosa.


Hari ini dia bertemu dosen pembimbing untuk memperlihatkan materi skripsinya.


" semuanya sudah bagus, hanya ada beberapa yang bapak tandai cukup sedikit kamu perbaiki ya "


" iya pak siap " jawab Sheren sambil melakukan gaya hormat ke dosen nya


Setelah keluar dari ruang dosen Sheren menghampiri Amel yang sedang menunggunya di depan ruang dosen


" gemana Ren?? "


" sedikiiiit lagi perbaikan, skripsi gue jadi "


" wah bulan depan bisa wisuda bareng nih kayaknya "


Sheren dan Amel saling merangkul dan berjalan menuju kantin.


Tiba-tiba Rosa mengejutkan mereka dari belakang


" hayoo mau kemana!! "


" mau ke kantin, lo mau kemana? " jawab Amel


" aku mau pulang kak, ada pemotretan "


" oowh ya udah ati-ati ya " kata Sheren


Abimanyu memanggil Rosa dari kejauhan, entah kenapa hati Sheren terasa nyeri mendengan suara Abimanyu


Rosa berlari ke arah Abimanyu dan menggandeng manja tangan Abimanyu


Bukan pemandangan langka saat di kampus, tapi kali ini Sheren sudah tidak kuat menahan rasa sedih nya karna merelakan Abimanyu


' tenang Ren bulan depan pasti lo wisuda! setelah itu lo bisa benar-benar menghilang dari mereka '


" eh Ren lo gakpapa nih liat mereka gitu? "


" santai Mel, gue kuat kok "


.


.


.


.


Di kantin Sheren membuka laptop nya dan mulai memperbaiki bagian-bagian yang harus di rubah bersama Amel dan trio kwek-kwek.


" fokus banget Ren...,, d bikin santai kalik " celetuk zaki


" gue gak mau se-santai lo yang santai banget walau harus ngulang setahu! "


" ellah sewot amat jawab nya "


Amel, Ari dan Cahya kompak menertawai zaki


" lagian sih, Sheren lagi berusaha gapai masa depan nya malah lo sepelein " celetuk Cahya sambil terus tertawa


" dosen nya suka sama gue kali makanya gak di bolehin wisuda cepet-cepet "


" stress lo Zak! " kata Ari sambil melempar pulpen yang dia pegang ke arah Zaki


" btw kalian mau kemana abis wisuda? " tanya Amel


" kalo gue mau belajar sama Ari buat bikin usaha sendiri " jawab Cahya


" kalo gue selain ngajarin sih Cahya, rencananya gue mau buka cabang baru buat cafe gue " sambung Ari


" kalo lo Ren? " tanya Amel ke Sheren


" gue mau ke Jogja buat ngurusin tempat konfeksi punya mami " jawab Sheren sambil fokus ke laptop nya


" jauh amat Ren? kita bakal susah kumpul donk kalo lo ke luar kota "


" ya gemana lagi Zak!, Glen gak mungkin ngurusin karna udah sibuk sama perusahaan papi, trs mami juga gk mungkin bolak balik kan. Jadi gue yang ambil alih buat kesana, toh gue bisa ngurus bisnis sambil main-main "


" terus kapan lo berangkat? "


" kalo itu gue belum tau sih. Yaa liat aja nanti "


...****************...


Pukul 17.00 Sheren baru sampai di rumah.


Tadi setelah kuliah Sheren mampir ke butik maminya dan membantu memasukan stok barang baru di sana.


Sesampainya di rumah Sheren membersihkan tubuhnya lalu mengerjakan makala nya.


tok..tok..tok..tok


Mami masuk dengan membawa camilan untuk Sheren


" sayang kok ngebut banget sih? istirahat dulu donk "


" iya mami, ini cuma bener-benerin dikit kok. Sebentar lagi selesai "


" gemana tadi kuliah nya? kamu ketemu Abi di kelas? "


" ketemu kok mah, kita temenan akrab sekarang "


" kamu pasti akan dapat yang terbaik Ren "


" iya mamii...., itu pasti! "


Sheren memandang mami nya dengan senyum yang lebar


" ya udah mami tinggal ke bawah ya, jangan lupa istirahat biar gak sakit "


" iya mamai "


Sheren memyandarkan punggung nya ke sandaran kursi, dia menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya perlahan


Tatapan nya di lempar jauh ke arah langit yang tak berbintang


Lelah rasanya membohongi perasaan dan mencoba tersenyum ke setiap hal yang ada di depan nya


' untuk tegar ternyata gak se enak itu ya! '


Sheren tersenyum tipis dan melanjutkan tugasnya lagi sambil memakan biskuit yang di bawa maminya tadi


.


.


.


.


sudah hampir berminggu-minggu Sheren mengerjakan makala nya dengan teliti.


Dan hari ini dia peegi ke dosen nya dan memperlihatkan hasil pekerjaan nya selama beberapa minggu terakhir


" serius pak! 2 minggu lagi saya sidang? "


" iya Sheren, kamu persiapkan diri ya "


" iya pak...makasih pak,, makasih "


Sheren berlari keluar menghampiri Amel dan Ari dengan gembira


" guys 2 minggu lagi kita sidang bareng!! "


mereka makin bersemangat menjalani hari sambil menunggu hari sidang skripsi nya datang


Shereb mempersiapkan diri dengan se baik-baiknya


Dia mencoba merilex kan tubuhnya dan membuat santai pikiran nya


" cie yant bentar lagi wisuda " goda Glen


" iya donk kak, haduh deg degan parah nih "


" rilex Ren...,, lo pasti bisa! gue yakin!,, owh iya rencana lo ke Jogja gemana? jadi? "


" ya jadi donk kak, setelah wisudah gue langsung berangkat ke Jogja lah "


" lo serius mau hidup sendiri di sana? "


" serius lah! kenapa? lo iri ya gak se bebas gue "


" siapa bilang gue gak bebas sampek iri ke lo? "


" gue yang bilang week!! " kata Sheren sambil berlari masuk ke kamarnya


Glen sok marah padahal hatinya gembira melihat adiknya sudah bisa bercanda dan tertawa lagi.


.


.


.


.


Hari-hari berlalu Sheren pun sudah melalui sidang skripsi dan saat ini sedang melalui acara wisuda nya bersama teman-teman.


Tapi di acara wisuda ini Abimanyu tidak terlihat kedatangan nya.


" si Abi gak keliatan ya? dia belum lulus? " tanya Zaki


" dia lulus cuma gak ikut wisuda, katanya lagi sibuk ngurus perusahaan bapak nya " jawab Cahya


" ech Ren lo jadi ke Jogja kapan? " lanjut Cahya bertanya ke Sheren


" seminggu lagi gue berangkat. setelah ini kita seneng-seneng dulu yuk "


Pulang dari acara wisuda mereka semua pergi ke cafe milik Ari untuk bersenang-senang, bercanda dan tertawa


Suasana sangat ramai karna anggota club juga ikut memeriahkan pesta kelulusan Sheren, Amel Ari dan Cahya


" gemana kalau besok kita ke pantai sekalian sunmori an " celetuk Cahya


" boleh tu! sekalian liat sunset bareng-bareng "


" iyaa setuju gue! kita udah lama gak kemana-mana "


.


.


.


.


Ke esokan harinya pukul 05.00 Sheren sudah berangkat menuju cafe untuk berkumpul.


Sebelumnya dia menjemput Amel untuk berangkat bersama


Di parkuran cafe semua orang sudah datang dan saling berbincang


saat merasa semua orang sudah berkumpul, mereka mulai berdoa bersama dan mulai berangkat dengan tertib ke arah pantai.


Hati Sheren sangat gembira, dia melupakan semua beban nya dan menikmati perjalanan nya.


Sesampainya di pantai pun juga begitu. Sheren tersenyum gembira sambil berlarian bersama Amel sampai tidak menghiraukan terik matahari yang menyengat kulit mereka.


Hari semakin siang, Sheren sedang duduk sambil meminum soda kaleng miliknya


Amel sedang pergi ke kamar mandi sendirian.


Sheren melihat Ari memegang sesuatu dan terlihat gugup


" lo kenapa Ar? "


" gue nerfes banget Ren! rencana nya waktu sunset nanti gue mau ngelamar Amel "


" ngelamar??!!! emng udah dapet restu lo? "


" gue udah beberapa bulan ini taarufan hehe "


Ari cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" terus?? "


" ya ini gue mau ngelamar dia di pantai pas sunset Ren, biar ada kesan nya aja dan bisa jadi kenangan juga kan setelah nikah "


" wah gila temen gue de best banget ah!! gue dan anak-anak bakal bantu lo oke "


Ari tersenyum lebar setelah mendengar kata-kata Sheren.


Sheren memanggil teman-teman nya untuk menyusun rencana selagi Amel masih ke kmar mandi


Semua di persiapkan se maksimal mungkin dengan waktu yang singkat.


sampai akhirnya saat sunset tiba.


Mereka duduk bersebelahan memandang tenggelam nya sang surya, sedikit memberi jarak untuk Amel dan Ari serta memulai merekam saat-saat lamarn Ari.


Ari berdiri dan mendekati Amel.


" Mel foto yuk bentar mumpung sunset "


Amek mengiyakan ajakan Ari. Mereka berdiri dengam sedikit memberi jarak


" Ren fotoin ya "


Ari memberikan kamera nya ke Sheren.


Setelah beberapa kali berfoto Ari memanggil Amel dan mereka saling berhadapan



" Amelia Ainun Puspitasari!, mungkin cincin ini memang tidak bertahta kan permata, tapi di cincin ini ada kesetiaan dan pengorbanan yang akan aku lakukan buat kamu. Jadii,, will you marry me? "


Amel tersenyum ke arah Ari dan mengambil cincin yang ada di tangan Ari


" Ari Dwi Purnama! saya pegang janji setia dan rela berkorban mu "


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak gembira di momen ini, begitu pula Sheren yang berlari memeluk Amel dengan riang.