Go Back To You

Go Back To You
BAB 27


Sudah 2 hari berlalu semenjak adegan di parkiran cafe.


Sheren berada di kampus dengan wajah dingin nya, selama 2 hari ini senyum ramah nya hilang


Di hadapan teman-teman nya pun dia tidak memperlihatkan senyum nya.


Pagi ini ada ujian dan Sheren sedang belajar bersama Amel, Ari, Cahya dan Zaki di perpustakaan, sampai akhirnya jam menunjukan pukul 09.00 saatnya mereka masuk ke ruang kelas


Ujian berlangsung dengan lancar, Sheren dan teman-teman nya tidak mengalami kesulitan sama sekali


2 jam berlalu, ujian pun selesai. Sheren dan ke empat teman nya berjalan menuju kantin


Di kantin mereka memesan makanan dan minuman di tempat langganan mereka


" untung tadi yang aku baca keluar semua " kata Zaki


" gue juga gitu, untung bisa ngelirik elo Zak " kata Cahya


" dasar lo tukang contek emang " jawab Zaki


Mereka saling tertawa, sampai Amel melihat ekspresi Sheren yang hanya diam memperhatikan


" Sheren,, lo akhir-akhir ini diem aja! kenapa? " tanya Amel


" gakpapa Mel "


Tiba-tiba HP Sheren berbunyi, ada panggilan dari papi nya.


Papi memerintahkan nya untuk pergi ke perusahaan setelah pulang kuliah dan Sheren mengiyakan.


...****************...


Sepulang kuliah Sheren langsung berangkat menuju kantor papinya.


kurang lebih 30 menit dia sudah sampai di kantor papinya.


Di loby Sheren bertemu Glen yang berjalan dengan terburu-buru


" mau kemana kak? "


" untung deh kamu datang, ayo ikut, kita udah telat "


Glen menarik tangan Sheren ke mobilnya.


" kita mau kemana?? "


" kantornya Abi! kita ada projek kerja sama, terus tadi papi lupa bawa berkas "


Glen membawa mobilnya dengan cepat karna jalan sedang sepi.


.


.


.


.


Sampai di perusahaan Abimanyu, Sheren berlari kecil mengikuti kakak nya.


Sampai di sebuah ruangan berpintu besar, Glen mengetuknya dengan kencang.


Seorang wanita se umuran maminya keluar dengan baju formal ala kantoran


" permisi saya mau antar berkas milik bapak Bram "


" silahkan masuk, pak Bram dan pak Kuncoro sudah menunggu "


Mereka beedua masuk ke ruangan itu


Ternyata ruangan yang mereka masuki adalah ruang pemotretan untuk Brand baru kerjasama antara papi Sheren dan papa Abimanyu.


Glen langsung menemui papi dan memberi berkas sedangkan Sheren melihat-lihat sekitar


" Sheren sini " panggil papi


Sheren langsung menghampiri papi nya dan menyalami papa Abimanyu


" kamu baru pulang kuliah nak? " tanya papa Abimanyu


" iya pa " jawab Sheren sambil tersenyum


" kamu duduk di sofa dulu ya, bentar lagi Abimanyu datang "


" iya paa "


Sheren berjaln menuju sofa hitam di pinggir rungan sambil memain kan HP nya.


Tak lama Abimanyu memasuki ruangan, dia terkejut melihat Sheren yang tidak sadar akan kedatangan nya


' kenapa Sheren disini? ' batin nya


Abimanyu berpamitan untuk menghampiri Sheren


" lo ngapain ke sini? "


" di suruh papi. Kenapa? "


" lo mending pulang deh, alasan apa kek sana "


" apa sih gak jelas banget!! ada apa kok panik? "


Belum sempat Abimanyu menjawab pertanyaan Sheren, pak kuncoro memanggil mereka berdua


" nah Abi, Sheren...., ini dia projek yang beberapa minggu lalu kamu kerjakan saat menggantikan Glen. Presentasinya bagus dan banyak yang meminati. Hari ini kami panggil kalian supaya tau hasil dari projek itu " pak Kuncoro menjelaskan


" iya paa kita sudah lihat kan. Emm Sheren tadi katanya gak enak badan dan mau pulang pah! "


Sheren kaget dan bingung mendengar ucapan Abimanyu


" kamu sakit Sheren? " tanya papi


" hah?! "


Sheren menengok ke arah Abimanyu yang sudah mengkodenya dengan anggukan


" emmmh Sheren....."


Tiba-tiba pintu terbuka. Seorang gadis masuk dengan dua orang asisten.


" nah bagus kamu datang tepat waktu Rosa. ini dia model kebangga an perusahaan kita, dia yang akan menjadi brand ambasador dari projek ini "


Rosa tersenyum melihat semua orang di sana, sedang kan Sheren diam mematung melihat kedatangan Rosa.


" kak Sheren! " panggil Rosa dengan senyum cerianya


" owh hai "


Sheren mulai panik, dia bingung akan melakukan apa, dia juga mulai berfikir bagaimana caranya bisa pergi dari sana


" kamu kenal menantu saya? " tanya pak Kuncoro


Abimanyu dan Sheren saling memandang dan melihat ekspresi Rosa yang sangat terkejut


" iya ini menantu saya, istri Abimanyu. Mereka sudah menikah kurang lebih 6 bulan " jawab pak Kuncoro sambil merangkul pundak Abimanyu


" Abii... " ucap Rosa lirih


" Rosa gue bisa jelasin " kata Sheren


" maaf permisi sebentar "


Rosa lari dari ruangan di susul Sheren.


Pak Kuncoro dan Pak Bram saling pandang dan meminta penjelasan kepada Abimanyu.


.


.


.


.


Di koridor ruangan Sheren mencoba mengejar Rosa yang sedang menangis


" Rosa stop! gue bisa jelasin "


Rosa tidak mendengarkan dan mempercepat larinya ke arah pintu keluar


" Rosa plisss!! stop!! kita bicara baik-baik Ros "


Sheren mempercepat lari nya, dia mencoba menggapai tangan Rosa yang akan keluar dari gedung tersebut tapi tetap tidak bisa


Sampai akhirnya di luar saat Rosa akan menyebrang jalan terdengar suara klakson nyaring


" ROSA AWAS!! "


Sheren berlari dan menggapai tangan Rosa, membalik posisinya supaya Rosa tidak tertabrak.


Tapi tanpa di sadari Badan Sheren turun ke arah jalan dan tertabrak mobil sampai terpental jatuh ke aspal dengan darah yang mengucur deras.


" kak Sheren!! kaak!! " teriak Rosa histeris


Sementara di dalam ruangan Abimanyu menceritakan bahwa dia masih berhubungan dengan Rosa, Sheren pun tau tentang hubungan nya. Dan setelah 1 tahun pernikahan mereka memutuskan untuk berpisah.


Di sela-sela kemarahan pak Kuncoro kepada Abimanyu, seorang staff memberi tahu bahwa Sheren tertabrak di depan kantor.


Mereka semua berlari ke luar gedung.


Glen menempatkan kepala Sheren ke pangkuan nya, mencoba memanggil adiknya yang sudah bersimbah darah.


Lalu sebuah ambulan yang sudah di telfon Rosa datang.


Abimanyu mencoba membantu mengangkat Sheren tapi di tepis oleh Glen.


" papi naik mobil aja, biar Glen yang ikut ambulan "


" kak biar saya aja, kakak temani pak Bram saja " kata Rosa


Glen hanya mengangguk dan bergegas menghampiri mobil dan mengikuti Ambulan.


...****************...


Tiba di rumah sakit, Rosa, Glen, Abimanyu dan orang tua mereka menunggu dengan cemas di depan ruang ICU.


Rosa menangis terduduk di lantai. Abimanyu menghampirinya dan mencoba menenangkan


Glen yang melihat mereka hanya memandang dengan penuh amarah, sedangkan pak Kuncoro dan pak Bram mondar mandir di depan pintu.


Mami Sheren berlari menghampiri pak Bram


" papi Sheren di mana? dia kenapa? "


Mami mulai menangis di pelukan pak Bram.


.


.


.


.


Suster keluar dari ruang ICU


" permisi, siapa wali dari mbak Sheren? dokter ingin bicara "


Abimanyu akan bicara tapi di sela oleh Glen


" di sini orang tua nya! "


" baik silahkan masuk, untuk yang lain nya mohon tunggu di luar "


Papi masuk ke ruangan mengikuti suster


" Abi ikut saya sebentar! " kata Glen


" iya kak "


Glen berjalan menjauh dari pak Kuncoro dan mami nya


" Rosa jangan nangis ya! aku tinggal sebentar " kata Abimanyu sambil mengusap pipi Rosa


.


.


.


.


" ada apa kak? "


" kenapa lo gak jujur dari awal kalo lo punya pacar? "


" maaf kak "


" gue gak butuh maaf lo!!, gue cuma butuh alasan lo, kenapa udah hampir setengah tahun lo nikah dan gak mutusin pacar lo!! "


Abimanyu terdiam tanpa kata


" lo gak bisa kasih alasan?! iya?!!, pecundang banget lo!! " sambung Glen


Abimanyu menundukan kepalanya dalam


" maaf kak, saya ceroboh "


" alasan apa itu hah?!,, udah ya setelah adik gue siuman lo harus urus surat perceraian secepatnya. "


Glen pergi meninggalkan Abimanyu yang masih menunduk


' gue mau ngelepasin lo Ren! tapi gak dengan cara seperti ini '