
Abimanyu baru datang dari kampus pukul 17.00
Dia melihat Sheren sudah rapi dan akan pergi.
" mau kemana? rapi banget " tanya Abimanyu
" owh iya aku lupa papi nyuruh kita makan malam di rumah! " kata Sheren santai
" kok baru bilang? "
" takut ganggu kamu sama Rosa, yaa udah aku duluan nanti kamu nyusul aja ya, bye "
Sheren berlari keluar karna taxi yang dia pesan sudah datang.
" eh Ren kok lo duluan sih?! " teriak Abimanyu dari dalam rumah.
Abimanyu bergegas ke kamar dan membersihkan tubuhnya lalu cepat-cepat berangkat menuju rumah Sheren.
Sheren yang sudah sampai terlebih dahulu berkumpul dengan keluarganya dan juga Olivia di ruang tamu. Papi nya masih menunggu kedatangan Abimanyu yang terlambat.
" udah lah pii, Abi itu sibuk. Paling datang nya setelah makan malam " kata Sheren
" tunggu sebentar lagi Ren! papi mau makan malam kali ini lengkap " kata papinya
Sheren menarik nafasnya dalam-dalam.
" ya udah kalo gitu aku pamit ke kamar dulu ya. Nanti kalo Abi datang dan makan malam di mulai baru aku turun "
Sheren beranjak dari sofa dan pergi ke kamarnya. Dia rindu kamar tercintanya yang nyaman dan dingin.
Tak beberapa lama mobil Abimanyu memasuki halaman rumah Sheren.
Papi yang mendengar suara mobil Abimanyu langsung keluar untuk menyambut menantunya.
" maaf pi Abi telat " Abimanyu menyalami papi
" gakpapa kok Sheren bilang kamu sibuk, tapi papi yakin kamu pasti akan datang "
Abimanyu tersenyum kepada papi dan berjalan ber iringan menuju ruang makan.
' Sheren bilang aku sibuk?? apa dia sengaja biar aku gak datang? ' batin Abimanyu
" Glen tolong panggil Sheren turun ya, ayo kita makan malam " perintah papi ke Glen yang sedang duduk di ruang tamu dengan Olivia.
Semua orang sudah berada di ruang makan.
Sheren duduk di Samping Abimanyu, ekspresi wajahnya datar. Dia sama sekali tidak menoleh ke Abimanyu.
Setelah makan malam selesai semua berkumpul di ruang keluarga.
Sheren duduk bersama Olivia, seperti memberi jarak pada Abimanyu.
" papi ada apa tiba-tiba nyuruh kita kumpul? " tanya Sheren
" begini Glen dan Olivia akan bertunangan minggu depan. Rencana nya dua minggu berikutnya mereka akan melangsungkan pernikahan " jelas papi
Glen dan Olivia saling menatap dan tersenyun
" perasaan cepet banget kak? " tanya Sheren
" ya biar simpel aja Ren!, setelah acara tunangan, dekorasi, undangan dan lain-lain akan di proses setelah itu langsung ke pernikahan nya " Glen menjelaskan
" buat apa lama-lama Ren? udah lama juga kita pacaran. Masak dari prosesi pertunangan ke nikah harus lama lagi? " sambung Olivia
Sheren hanya mengangguk.
" nanti setelah kakak mu selesai resepsi rencananya papi mau membuatkan acara resepsi buat kamu sama Abi. Kan selama ini belum banyak yang tau kalo kalian sudah nikah "
Sheren dan Abimanyu terkejut mendengar ucapan papi.
Abimanyu hanya bisa diam. Dia berfikir keras nantinya apa yang akan dia jelaskan ke Rosa saat pernikahan nya di publish.
" pii gak nunggu kita selesai wisuda? tahun depan kan kita wisuda " kata Sheren
" kelamaan lah! Papanya Abi juga setuju kok " jawab Papi
" betul kata Sheren pii, kalau resepsi kita hanya berlangsung beberapa hari dari pernikahan kak Glen takutnya juga bakal ada anggapan kalau Sheren hamil duluan. Dan susah untuk meyakinkan kalau kita sudah melakukan akad lebih dulu dari kak Glen " Jelas Abimanyu meyakinkan papi
" bener juga kata Abi pii,, nanti mlh ada anggapan kalau ada sesuatu yang gak benar lagi " mami makin meyakinkan papi
" tapi kan mereka sudah serumah mi! kalo nanti ada yang bilang kumpul kebo gemana? " tanya papi
" sudah pii, mii, kita fokus ke pernikahan kak Glen dulu. Masalah resepsi ku bisa di atur "
Sheren mengambil jalan tengah untuk masalah ini.
Setelah membicarakan konsep pertunangan Glen nanti, Sheren dan Abimanyu ijin pulang terlebih dahulu.
...****************...
Sampai di rumah Sheren hanya diam saja.
Dari jalan pulang mereka tidak bertegur sapa.
Sheren memang malas berbicara pada Abimanyu sedangkan Abimanyu masih memikirkan rencana mem publish pernikahan mereka.
Mereka bejalan menuju kamar masing-masing. Sheren yang sudah sampai kamarnya duluan menutup pintu dengan keras di hadapan Abimanyu.
' nih bocah kenapa sih? ' batin Abimanyu.
Abimanyu langsung masuk ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan kerjaan yang tidak sempat dia lihat saat pulang kerja.
Sheren berfikir keras, apa yang akan dia lakukan dengan rencana papi nya. Samapi-sampai dia tidak bisa tidur.
Sheren memutuskan pergi ke tongkrongan teman-temannya untuk menghilangkan beban di kepala nya.
Sheren berganti baju dan langsung keluar dari kamarnya. Abi yang baru keluar dari ruang kerja menarik tangan Sheren yang akan pergi.
" mau kemana malem-malem? " tanya Abimanyu
Sheren diam dan tidak menoleh pada Abimanyu
" kalo gue tanya di jawab Ren! " nada suara Abimanyu mulai meninggi
" gue mau nongkrong sama temen-temen "
" gue bisa sendiri "
Sheren melepaskan tangan Abimanyu dan turun ke lantai bawah
Abimanyu tidak bisa mencegah Sheren. Dia bingung tiba-tiba Sheren diam saja. Biasanya kalau dia marah pasti akan teriak-teriak di hadapan Abimanyu.
Sheren menaiki taxi online untuk pergi ke tongkrongan Cahya dan Zaki.
Tongkrongan mereka tidak begitu jauh. Hanya butuh wakti 10 menit untuk sampai di sana.
" eh Ren sini! " panggil Zaki yang melihat Sheren turun dari taxi
" hay! tumben rame banget? " tanya Sheren
" iya ini Cahya bawa temen kos nya "
Sheren bersalaman dengan teman Cahya.
" yang cewek ini pacarnya temen gue Ren " kata Cahya sambil memperkenalkan seorang wanita berpenampilan sexi
" hay kak nama aku Karin! " kata Wanita itu
" hay! gue Sheren "
Mereka ngobrol dengan asiknya, membahas semua hal mulai dari otomotif dan rencana Zaki untuk membuat touring bersama Club mereka ke Jogja.
Di tengah pembicaraan Karin mengambil sebuah botol dari mobil nya.
" udah malem gak seru kalo gak minum " ucap Karin ceria.
Dia menuangkan sebuah b*r ke gelas kecil dan mereka bergantian untuk meminum nya.
Karin memberikan gelas berisi b*r ke Sheren
" ini kak, giliran kakak "
" gue gak minum, buat lo aja " jawab Sheren
" hari gini nongkrong gak minum?? Cah serius nih temen lo? " kata pacar Karin
" udah lah kita aja! Sheren emang gak pernah mau ikut minum " kata Cahya
" hahahaha cupu banget sih temen lo Cah! " ledek Karin
Sheren mengambil gelas berisi minuman itu dan meminum nya sekali teguk
" puas lo! " kata Sheren
Karin tersenyum licik. Dia menuangkan b*r itu dan menyodorkan kembali ke Sheren
" udah lah Rin!! Sheren kan udah minum tadi " kata Zaki yang mulai kesal dengan sikap Karin
" aduuh kalo ngumpul malem gini enak sambil minun kalik! " jawan Karin
" ayo kak Sheren minum lagi!! masak cuma sekali " lanjut nya
" cukup Karin! " bentak Cahya
" apa sih? gue cuma mau buktiin kalo temen lo gak cupu "
Sheren semakin terpancing emosinya, dan sekali lagi dia mengambil gelas itu dan meminum b*r nya.
" naah gitu donk! kan gak keliatan cupu " ucap karin sambil tersenyum licik
" udah Ren cukup, gue ambilin minuman lain aja! gak usah dengerin karin "
Zaki bangun dari tempat duduk dan mencarikan minuman lain untuk Sheren.
Karin yang kesal di bentak Zaki berjalan menjauhi mereka di susul pacarnya.
Sheren merasa pusing. Jantung nya berdebar tak menentu, dadanya sesak. Dia hanya menunduk kan kepalanya.
" Ren lo gakpapa?? " tanya Cahya khawatir
" gakpapa Cah "
" gue anter pulang ya ren " Cahya makin khawatir melihat nafas Sheren yang sudah tidak beraturan
" Cahya!! Sheren kenapa? " tanya Zaki yang baru datang sambil membawa air mineral
" lo minum air putih dulu Ren " Zaki membuka botol air mineral yang dia bawa dan membantu Sheren meminum nya
Sheren minum dengan perlahan. Dia mencoba mensetabil kan nafas nya.
Tiba-tiba Abimanyu datang. Dia memegang dagu Sheren dan mengangkat wajahnya.
" wajahnya sampek merah gini! Dia minum berapa banya? " tanya Abimanyu
" cuma minum dua gelas kecil " jawab Zaki
" boleh lihat minuman nya? "
Cahya mengambil botol minuan di atas meja dan memberikan ke Abimanyu.
Abimanyu melihat kadar alkohol di botol tersebut lalu mencium aroma minuman tersebut.
" kadar alkoholnya udah tinggi dan masih ada campuran lain! siapa yang bawa? "
" temen gue Bii, orang nya udah pergi " jawab Cahya
Abimanyu memperhatikan Sheren lagi dan menggendong nya.
" bro tolong buka pintu mobil gue, Sheren biar gue bawa pulang "
Abimanyu berjalan keluar di ikuti Cahya dan Zaki.
Abimanyu cepat-cepat mengemudikan mobilnya. Dia khawatir melihat Sheren yang nafas nya tidak beraturan.
" lo kenapa sih Ren? lo marah banget sama gue?!, tapi kenapa?? kalo emang lo marah ke gue harusnya lo teriak-teriak di hadapan gue bukan malah minum! " Abimanyu mengomel
Dia merasa kesal dan menyesal karna membiarkan Sheren nongkrong dengan teman nya.