
Pukul 09.50 Abimanyu sudah sampai di rumah Sheren, bi Inah mempersilahkannya duduk di ruang tamu dan memanggil Sheren turun.
Tak berselang lama Sheren turun masih menggunakan baju tidurnya. Dia sengaja tidak bersiap-siap. Sheren tidak mau kalah hanya karna ancaman Abimanyu, apapun caranya dia akan membatalkan pernikahan nya.
Abimanyu yang melihat Sheren turun dengan piama nya tidak merespon apa pun, entah kenapa dia malah kagum dengan wajah bantal Sheren, Rambut hitamnya tergerai lurus walau sedikit berantakan, bibirnya yang mungil berwarna merah muda dan mata sayu khas bangun tidurnya malah membuat Sheren terkesan polos, berbanding terbalik dengan sifat nya yang sebenarnya tomboy.
" bener ya kata orang, kalau mau lihat kecantikan wanita bisa dari wajah bangun tidurnya..., jadi gak sabar tiap pagi bakal liat wajah bantal mu " kata Abimanyu sambil tersenyum sinis
" gak usah ngebacot lo! ngapain pagi-pagi dateng?? gak ada kerjaan! " tanya Sheren sinis
" kan kita ada janji cari cincin nikah " balas Abimanyu lembut
" tunangan aja belum minta nikah!! stress lo! "
" aku udah bilang ke papi kamu, kita akan langsung nikah tanpa pertunangan,, iya kan om? "
Tanpa Sheren sadari papi ada di belakangnya berjalan mendekat sambil membawa koran.
" lo ngebet banget sama gue!! gak inget Rosa?? " balas Sheren dengan sengaja membawa nama Rosa supaya Abimanyu terpancing amarah
" kamu salah Sheren...., Rosa sama Abi cuma rekan kerja kok, kamu aja kemarin ngambil enggel foto nya terlalu nyamping makanya kesannya mereka lagi deketan dan mesra-mesraan " balas papi membela Abimanyu
Abimanyu tersenyum ramah pada papi Sheren. Sedangkan Sheren hanya diam saja.
Papi ikut berbincang dengan mereka dan setelah itu memerintahkan Sheren untuk segera bersiap karna kasian kalau Abimanyu menunggu lama.
Sheren yang tidak bisa membantah papinya pun naik ke kamarnya sambil cemberut.
Setelah kurang lebih satu jam menunggu, akhirnya Sheren turun dari kamarnya.
Sheren bukan tipe orang yang suka berdandan, dia lebih suka bergaya simpel dan gak ribet. Seperti kali ini Sheren hanya memakai celana jins, kaos hitam dan jaket, tidak lupa sepatu sneaker warna putih, rambutnya di biarkan terurai.
" kamu kok lama banget sih Ren?? pakek baju kayak gitu lagi! yang sedikit formal donk " kata papi menceramahi Sheren
" gakpapa om...,, apapun yang di pakai Sheren dia tetap terlihat cantik " jawab Abimanyu
Sheren hanya diam dan keluar rumah terlebih dahulu. Abimanyu pun berpamitan dan menyusul Sheren.
...****************...
Di luar Sheren sudah menaiki mobilnya sendiri. Dia tidak mau satu mobil dengan Abimanyu, tapi Abimanyu langsung membuka pintu mobil Sheren dan menariknya masuk ke dalam mobil Abimanyu. Sheren yang mencoba melawan tentu kalah karena, tenaga nya yang tidak lebih kuat dari Abimanyu.
Sheren yang sudah terlanjur satu mobil dengan Abimanyu hanya bisa diam. Di perjalanan dia memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil. Abimanyu pun begitu, hanya diam dan tidak berkata apa-apa sampai mereka tiba di salah satu toko perhiasan ternama di kotanya.
Awalnya Sheren tidak mau turun karna dia memang tertarik dengan perjodohan ini. Abimanyu yang melihat Sheren tidak mau keluar langsung membuka pintu mobil dan menarik tangan Sheren dengan kasar supaya masuk ke dalam toko perhiasan itu.
" apa sih lo!! gue gak mau ya nikah sama orang kayak lo " kata Sheren sambil mencoba melepaskan genggaman Abimanyu
" gue kan udah bilang apapun yang terjadi gue pasti nikahin lo!! karna lo udah ikut campur urusan gue!! " balas Abimanyu sambil terus menyeret masuk Sheren
Mereka pun masuk ke toko perhiasan tersebut.
Mereka di sambut oleh seorang manager toko tersebut.
" silahkan mas ruang VVIP nya di atas!, mari ikuti saya " kata manager itu ramah
Mereka di bawa ke ruangan VVIP yang super mewah, nanti mereka tinggal menunjuk model yang di sukai dan cincin nya akan di antar kan ke ruangan tersebut.
Banyak sekali cincin berkualitas yang mereka perlihatkan dari yang berbahan emas, perak bahkan bertabur berlian.
Sheren tidak tertarik sama sekali. Dia hanya diam dan memainkan handphon nya, sedang kan Abimanyu yang memilih cincinnya.
Setelah beberapa lama, akhirnya abimanyu memutuskan memilih sepasang cincin berbahan emas putih dan berhiaskan permata kecil di tengah nya
Sheren hanya melirik tidak peduli ke pilihan Abimanyu.
" Satu lagi mas tolong bawakan yang ini ya " kata Abimanyu sambil menunjuk gambar cincin berbahan emas putih, bertahtakan berlian dan batu safir di tengahnya
Sekarang tinggal merek berdua di dalam ruangan itu. Mereka sama-sama sibuk dengan handphon masing-masing.
Tiba-tiba handphon Abimanyu berdering. Abimanyu berdiri dan berjalan agak menjauh dari Sheren.
Abimanyu terlihat tersenyum sambil berbicara lewat telefon
" ya udah nanti di tempat biasa ya....,, aku ada kejutan buat kamu " kata Abimanyu sengaja mengeraskan suaranya
Sheren yang mendengar hanya bersikap tidak perduli. Dia pastinya sudah bisa menebak dengan siapa Abimanyu berbicara, dan Sheren juga tidak perduli dengan apa yang mereka akan lakukan.
Setelah bertelefon Abimanyu langsung duduk kembali dan memainkan handphon nya sambil sesekali melirik Sheren yang acuh padanya.
Tiba-tiba manager toko datang membawa cincin yang di pilih Abimanyu tadi.
" silahkan di coba dulu pak " kata manager ramah
Abimanyu mengangguk dan mencoba cincin itu, ternyata ukurannya sangat pas di jari nya. Selesai mencoba, Abimanyu meraih tangan Sheren dan memakaikan pasangan dari cincin nya ke jari Sheren.
" sempit gak? " tanya Abimanyu
Sheren hanya melirik cincin itu dan diam tidak menjawab
" Ren...kesempitan gak? " tanya Abimanyu sekali lagi
Sheren hanya menggeleng. Lalu di berganti memasangkan cincin satu lagi. Dan melihat raut wajah Sheren yang biasa saja
" saya ambil semuanya mas " kata Abimanyu
" baik pak, saya siap kan dulu nota pembayarannya "
Sheren melirik Abimanyu dengan heran
" lo kok beli dua?? " tanya Sheren
" yang satu buat Rosa " jawab Abimanyu dengan sombong
Sheren terdiam entah harus berkata apa lagi. Di pikirannya sekarang dia benar-benar akan menjadi pilihan kedua setelah Rosa. Dia merasa dirinya bagaikan sampah saat ini.
Selesi Abimanyu melakukan pembayaran Sheren berjalan duluan menuju mobil. Tadi dia sudah meminta kunci mobil milik Abimanyu supaya bisa masuk lebih dulu ke mobil.
Di dalam mobil Sheren hanya diam, sambil melihat Abimanyu berjalan keluar dari toko perhiasan dengan menenteng dua paper bag dan akhirnya masuk ke dalam mobil.
" lo kenapa gak perjuangin Rosa di depan orang tua lo sendiri Bi?,, harusnya kemarin jadi kesempatan buat lo ngomongin hubungan lo ke mereka " tanya Sheren dengan nada yang tenang
" waktu bokap lo kirim foto itu ke papa,, penyakit jantung papa kumat dan satu rumah panik. Mama gue bilang kalo gue harus nurutin perintah papa....,, mama gak mau papa kenapa-napa. Dan masalah Rosa juga sebenernya gue udah bilang ke orang tua, tapi mereka gak setuju karna Rosa itu model dan dia sering ngumbar badan nya pakek baju seksi. Papa benci hal seperti itu " sahut Abimanyu sambil menyetir mobilnya
Sheren merasa bersalah karna hampir membuat celaka papa Abimanyu.
" Abi..., sorry gue gak tau papa lo punya penyakit jantung dan gue hampir bikin beliau celaka " kata Sheren menyesal
Abimanyu meliriknya sambil tersenyum
" gue juga minta maaf udah ngebentak lo waktu itu terus gue juga gegabah mempercepat pernikahan kita "
Sheren hanya mengangguk, dia masih berfikir entah apa yang akan terjadi kedepannya.
" Abi!! yang lo bilang gue bakal mati gemana? "
" yang mana? " wajah Abimanyu panik
" itu yang kalo gak ada lo gue bakal mati, yang lo ngomong di cafe " tanya Sheren lebih penasaran
" lo turun di sini ya, gue lupa ada janji sama Rosa " kata Abimanyu sambil menepikan mobilnya
" enak aja!! tanggung jawab woy!! tadi gue minta naik mobil sendiri gak boleh " Sheren mulai emosi lagi dengan kelakuan Abimanyu yang tetap suka membuatnya kesal.
Abimanyu membuka pintu Sheren dan menurunkannya begitu saja lalu pergi meninggalkan Sheren
" WOY COWOK GILAAA!! AWAS LO YA!! " teriak Sheren di pinggir jalan