
“Jaga dia dari orang-orang yang jahat,” ucap seorang wanita Tua kepada Raymond dan Arabel.
Sepasang suami istri itu mengangguk pelan. Menatap punggung wanita tua hingga tidak terlihat lagi. Ada pertanyaan yang belum tersampaikan, tapi Raymond memilih pergi dan melupakan semua ucapan wanita tua itu. Menganggap bahwa itu hanya angin lalu. Dia tidak percaya dengan ramalan.
Sementara Arabel merasa wanita tua itu ada benarnya. Arabel akan selalu melindungi putrinya ketika telah lahir ke dunia. Meski suaminya tidak percaya ucapan wanita itu.
Semestinya menjadi orangtua adalah selalu melindungi buah hatinya. Begitu pikir Arabel.
.
Hingga bayi yang di nanti itu tiba. Benar, kata wanita tua itu bahwa Arabel melahirkan seorang anak perempuan.
“Kau lihat sendiri, bukan? Dia seorang bayi perempuan.”
Raymond menatap bayi perempuan itu dengan wajah terharu. Sekian lama menanti, akhirnya dia memiliki seorang putri.
“Putri Aurel Gazello, dia akan menjadi ahli waris yang sesungguhnya,” ucap Raymond tanpa mengalihkan pandangan dari bayi itu.
Arabel tersenyum. “Nama yang cantik sekali.”
.
Putri Aurel Gazello tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang sangat menawan. Seluruh manusia di muka bumi telah mengetahui bahwa sang Putri adalah pewaris tunggal keluarga Gazello. Keluarga terpandang dan nomor satu di dunia ini. Keluarga bangsawan.
Putri memiliki bodyguard yang selalu menjaganya dengan ketat, karena akhir-akhir ini ada beberapa orang yang bersikap mencurigakan.
Arabel, sang ibu sebenarnya tidak menyetujui putri semata wayangnya itu untuk bersekolah di luar. Arabel menyarankan untuk homeschooling, tapi sang Putri menolak dengan alasan tidak memiliki teman.
Pada akhirnya, sang ibu kalah dengan rengekan Putri. Hingga ... Hal itu terjadi.
Dimana Putri Aurel di culik oleh orang yang jahat dan mengincar seluruh hartanya. Dia sangat kuat dan mampu mengalahkan kedua bodyguard Putri.
.
“Serahkan semua harta kalian, maka aku akan melepaskan putrimu!” ancam salah satu penculik itu dari sambungan telepon.
“Baiklah.” Raymond menyetujui permintaan penculik itu. Meski seluruh keluarga sangat menolak keputusan Raymond.
“Kalian tenang saja, aku tidak sebodoh itu.”
“Aku ingin Putri kembali,” ucap Arabel di tengah-tengah tangisnya.
.
Semua berjalan lancar, Raymond menyerahkan tas berisi berkas-berkas entah apa. Membuat para penculik itu senang dan melepaskan Putri. Namun, kesenangan itu hanya sesaat ketika polisi datang.
“Sial! Rupanya kau sudah membohongiku. Awas saja kau!”
Para penculik itu berhasil di tangkap, meski salah satu dari mereka yang di panggil 'bos', berhasil melarikan diri.
“Kau baik-baik saja, sayang?” tanya Raymond yang terus memeluk Putri dengan rasa khawatir dan lega.
.
Selang beberapa hari semenjak kasus penculikan itu, Raymond telah memanipulasi sebuah kecelakaan. Hingga putrinya tidak dapat lagi bersekolah di luar dan memilih homeschooling.
Raymond mengubah nama Putri Aurel Gazello menjadi nama Mala Aurelie G, yang berarti singkatan Gazello. Atas saran dari kawan lamanya.
Mala pun di titipkan di luar kota. Tinggal bersama salah satu kerabatnya, supaya lebih aman lagi.
Mala aman dan nyaman tinggal di kota kecil itu, hatinya tidak merasa ketakutan lagi, dan telah melupakan semua kejadian yang pernah menimpanya.
Hingga saat usianya beranjak dewasa, Mala dipindahkan ke ibu kota karena saudaranya mendapatkan tugas di luar negeri. Pilihan yang sangat sulit untuk Mala.
“Aku tidak mau ikut Paman. Mungkin aku tinggal saja di ibukota.”
“Kembali ke rumahmu? Apa kau yakin, Mala?”
“Tentu saja, semua sudah aman, bukan?”
“Ya, mungkin saja.”
Semua memang sudah aman, tapi untuk jaga-jaga jika suatu hari penjahat itu datang kembali.
Mala akhirnya tinggal bersama kedua orangtuanya di ibu kota. Semua berjalan biasa tanpa ada penghalang sedikitpun. Hingga Mala memasuki masa SMA dan perjodohan itu terjadi.
Ketika Raymond bertemu dengan Tuan Algazio.
“Apa kau ingat dengan janji kita dulu?” ucap Tuan Algazio saat bertemu Raymond di sebuah kafe.
Raymond menepuk pundak Algazio lalu tersenyum.
“Tentu saja aku ingat. Brapa usianya saat ini?
“Dua puluh empat tahun. Berapa usia putrimu sekarang?” tanya Algazio balik.
“Enam belas tahun. Kalau begitu ketika Mala berusia tujuh belas tahun, pernikahan itu segera di laksanakan.”
Tuan Algazio yang sebenarnya bernama Thomas Arya Algazio, terkejut dengan ucapan Raymond. Terlalu terburu-buru menurutnya.
“Kau yakin? Putrimu masih belia, apa dia mau menerima semua ini?”
“Karena aku yakin, bahwa putramu adalah sosok lelaki itu. Lelaki yang mampu melindungi putriku dari marabahaya.”
“Maksudmu?”
“Ah, lupakan saja. Nanti kita bicarakan lagi,” sambung Raymond. Lelaki itu meneguk kopinya lalu bergegas pergi.
Flashback off
Romeo tidak habis pikir, mengapa Naura terus menerus mengganggunya hari ini. Belum puaskan dia menyiksa Romeo dengan segala kemesraan dengan Eza waktu itu?
Lalu undangan pernikahannya yang datang beberapa hari setelah kejadian itu. Romeo tidak mengerti dengan jalan pikirannya Naura.
Dulu dia dicampakkan, kini di kejar kembali.
“Dia kembali datang, bantu aku untuk mengurusnya,” ucap Romeo dengan seseorang melalui sambungan telepon.
“________”
“Ya, aku pikir dia sudah mati. Rupanya tidak. Dia masih menunggu di depan kantor. Cepat urus karena aku lelah di ganggu olehnya.”
Romeo memutus sambungan telepon setelah mendapat jawaban dari seseorang yang di telponnya. Lelaki itu menyugar rambutnya dan kembali menatap foto Naura yang masih tersimpan.
“Benar-benar gila!”
Bersambung ....