
Sorry bro,gue pingsanin elu n seret lu ke sini,biar ga di patuk ular." Setelah aman,ia kembali ke posisinya.
Lelaki satunya gelisah karena temannya tak kunjung datang,ia kemudian meminta salah satu pria penjaga lampu untuk turun berjaga.Saat lelaki itu turun dan membuka pintu,dua orang anak buah Abian menyerang dan memukul dua anak buah Vasya.hingga pingsan namun tanpa suara.Abian masuk sedangkan.salah satu anak buahnya naik ke atas tempat lampu sorot,lelaki penjaga lampu tak menyadari,karena tengah asyik menonton tayangan gadis cantik berjoget di sebuah aplikasi tik tik.
Hingga..." Bughh.." lelaki itu pingsan.
Tim Abian dan Tim Hendra berhasil masuk ke wilayah bungalow Vasya.Vasya bukannya tidak mengetahui.Tapi ia memang sengaja membiarkan Tim Abian masuk.Ia tetap menikmati makan malamnya bersama Tasya.Ia menggelengkan kepala melihat cara makan Tasya yang ajaib.
Ya,Tasya yang pada dasarnya cuex dan masa bodoh makan dengan lahap dengan menggunakan tangan,tanpa sendok,tanpa garfu atau pisau khusus untuk memotong steak.Sementara Angelica meringis melihat cara makan Tasya.
"Masha Alloh.....hufff....kenyang..sangat enak..." ucap Tasya setelah selesai menyantap makanan di depannya.Sepotong steak,semangku salad sayur dan ntah apa lagi yang ia makan.Kemudian menjilat sisa yang ada di jarinya.Seketika Angelica memjerit tertahan.
"iuuhhhhh..what are u doing, itu menjijikan." pekik Angel. Ia mendelik pada Tasya.Sementara Vasya melongo sesaat lalu.
Tasya balas mendelik dan " eeeeeeeekkkk...alhamdulillah." Tasya bersendawa dengan nyaring sambil tangan kirinya mengelus perutnya yang berasa membesar dan kencang.
"BHUAHAHAHHAA....." Tiba-tiba Vasya tertawa dengan terbahak-bahak.Bahkan suara tawa Vasya sampai ke telinga Abian dan Hendra.Mereka bergegas menuju sumber suara.
"Ajaib...sungguh ajaib...HAHAHAHA." kembali Vasya tertawa.Sementara Angel melongo tidak memahami sikap tuannya yang biasanya dingin dan kaku.Ini pertama kalinya Angel melihat sang tuan tertawa.
Tasya diam memperhatikan pria bak malaikat di depannya yang tertawa gembira namun seperti ejekan bagi Tasya.
"Aish...tertawalah sepuasmu tuan,sampai kau tersedak ludahmu sendiri." ucap serapah Tasyam
"uhuk...uhuk...uhuk.." Tiba-tiba Vasya terbatuk-batuk dengan keras.Wajahnya bahkan memerah.Angel buru-buru mendekat serta menepuk-nepuk punggung Vasya dan mwmberikan segelas air.Vasya buru-buru meminum air nya.
"Nyahok..." ucap Tasya.
Wajah putih Vasya benae-benar memerah.Ia menatap Tasya tajam,rahangnya mengerasLia lalu berdiri dengan kedua tangan di atas meja dan mengepal kuat.
"kamu nanya....kamu bertanya-tanya..." balas Tasya tanpa rasa takut,ia malah bersedekap.
Vasya menegakkan badannya dan bermaksud mendekati Tasya.,namun pergerakannya terhenti saat ada sebuah suara yang cukup ia ketahui siapa orang dari pemilik suara tersebut, dan sebenarnya telah ia ketahui dari tadi kehadirannya.
"DIAM DI TEMPATMU Vasya." seru Abian.
Kini Abian dan Hendra.serta.tim nya telah masuk dan berdiri tegap di hadapan Vasya.Vasya tersenyum tipis.
"Oh,sepupuku tersayang..welcome ro my bungalow ." seru Vasya sambil membalikkan badannya yang tadinya membelakangi Abian.
Dua lelaki tampan saat ini telah saling berhadapan,saling menatap mata tajam.Sementara ,Tasya dan Angel di buat terpesona dengam.kehadiran dua lelaki tampan..eh bukan tapi tiga lelaki tampan.
"Waaahhh....aku berasa berada di sebuah film twilight saga." ucap Tasya,matanya tak berkedip menatap tiga lelaki tampan di hadapannya.,Padahal jelas-jelas ia sudah pernah melihat Abian dan Hendea,tetap aja dia lebay.Beda Tasya,beda lagi Angel.
"Kalau saya seperti berada di.temgah oppa." UCAP.Angel sambil meletakkan kedua tangannya di kedua pipinya,namun tatapannya penuh ke kaguman pada tiganpria di depan mereka.
"ih...apaan...kaum oplas." nyinyir Tasya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bodo amat..." Balas Angel dan sama seperti Tasya,matanya tak berkedip memandang tiga sosok lelaki tampan di hadapannya.
Kembali pada Abian,Vasya dan Hendra.Kita abaikan ke dua wanita yang sedang berhalu ria.
"Apa tujuanmu menculik asisten pribadiku." Tanya Abian tatapannya tajam pada sosok.lelaki di hadapannya.Pertanyaam Abian di balas cengiran Vasya.
"Nothing....aku hanya.....SUKA...ya suka pada asistenmu....hmm...tidak hanya itu apapun yang sepupuku sukai ini,akan aku ambil." ucap Vasya enteng dan namun kalinini dengan tatapan dingin dan aura yang berbeda.