Love You Forever

Love You Forever
BAB XVIII


Di depan pintu sudah menunggu paman Pa'ish dan kepala rumah tangga Pak Robert,pria paruh baya berusia lima puluhan lebih,berpakaian rapi.


"Tuan." sapa paman Pa'ish dan Robert bersamaan.


"hmm.." sahut Abian.Ia melangkahkan kaki menuju lantai dua.Robert buru-buru mendahului dan membukakan pintu kamar untuk Abian.Abian melangkah ringan menuju ranjang dan meletakkan tubuh mungil itu ke ranjang.Robert segera keluar,paman Pa'ish yang menyusul membawa tas Tasya dan meletakkan tas Tasya di dekat lemari pakaian.


"Paman." ucap Abian.Paman Pa'ish menoleh dan menatap Abian.Abian memberikan kode dengan kepala mengajak keluar.Paman Pa'ish pun faham,bahwa pasti ada hal penting yang ingin di sampaikannya.


Kini Abian dan paman Pa'is telah berada di sebuah ruangan.Ruangan yang berwarna Biru malam,dengan penerangan secukupnya.


"Bagaimana keluarga paman serta adik-adik?." Tanya Abian.


Paman menghela nafas sesaat,ia menatap mata elang Abian.


"Apa kau yakin,jika Vasya akan menyakiti paman dan keluarga paman hanya untuk memancingmu keluar?" ucap paman dengan lirih dan pelan,ekspresi wajahnya nampak gundah.


"Dia balas dendam paman,menyakiti atau tidak,saya harus waspada.Terlebih...." ucapan Abian terpotong.Ia menerawang dan meneguk ludahnya sendiri.Sungguh,ia tidak mengkhawatirkan dirinya,tapi keluarga orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan orang tuanya semasa mereka hidup,juga terhadap dirinya.


"Terlebih apa nak..jangan menggantung." ucap paman.


"Vasya tersesat paman,ia mempelajari sekte dan mempelajari sihir-sihir kuno." ucap Abian. Ia menghela nafas yang ia rasa berat.


"Selain itu,ada perubahan pada tubuh dan wajahnya?" ucap Abian kembali dan langsung mendapatkan ekspreai bingung paman.


"Perubahan? Apakah dia operasi plastik?." ucap Paman,membuat Abian sedikit tersenyum.


"Dari informan saya,dia tidak oplas.Ntah apa yang dia lakukan,lihat ini?" ucap Abian lalu menyerahkan sebuah amplop cokelat ukuran A4.


Paman.Pa'ish meraih amplop tersebut,dan mengeluarkan isinya.


"Masha Alloh,ini.....".


"Ya,paman.Dia Vasya... ( menghela nafas sejenak)..nampaknya paman pun terpedaya oleh pesona malaikat nya,Angel Of Darkness.Sangat berbahaya." Jelas Abian.Paman Pa'ish menatap wajah Abian yang berekspresi datar.Paman Pa'ish tidak menangkap kecemburuan atau kedengkian di wajah dan intonasi Abian.Semua flat seperti biasa.


"Jika bukan dirimu yang berkata,tentu.paman tak akan percaya.Melihat wajah pemuda ini teduh,di luar ketampanan nya yang luar biasa namun..ntah mengapa ini mengerikan nak." ucap paman dengan ekspresi was-was.


"Itulah sebabnya saya meminta semua waspada,dan mengamankan keluarga ke wilayah zona putih,BlueSea."


Zona Putih adalah sebuah sebuah pulau yang cukup besar yang mekiliki tingkat pengamanan super canggih dan ketat.Layaknya White House.


"Lalu bagaimana dengan nak Tasya dan ibunya?"


"Bukankah Hendra sudah mengutus orang untuk menjemput ibu Tasya di rumahnya,dan membawa ke BlueSea."


Paman terdiam,ia menatap Abian bingung.


"Oh..****, ****...paman tetap di sini."Tanpa ba bi bu.Abian berlari keluar dan meraih kunci mobil.Ia lalu memerintahkan anak buahnya berjaga ketat.Alarm dan seluruh pengaman di aktifkan siaga penuh.Ia segera masuk ke dalam mobil sport nya langsung menancapkan gass nya,dua mobil pengawal mengikutinya.


Sementara itu,di sebuah rumah sederhana nampak ada kerumunan.Di karenakan setengah jam sebelumnya,rumah bu Halimah di satroni maling.Bu Halimah berteriak-teriak di dalam rumahnya.Hingga memancing warga dan beberapa pemuda yang sedang nongkrong di sebuah warung sekitar 100m dari rumah bu Halimah.


Sedangkan sebuah mobil berwarna hitam,berada dari jarak 50 meter,orang-orang di dalamnya mengamati bu Halimah.


"Cik, bagaimana mau jalankan tugas pak bos,kalau begini.Ibu ini beruntung banget,sudah seharian berusaha menculik bu Halimah.Tapi bu Halimah tidak sendirian jika malam hari.Sebab hampir dua pulu pengawal Abian berada di dekat rumahnya dan mengawasi". Keluh seseorang.


"Pletak..."


Note : MAAFKAN TYPO YANG BERTEBARAN YA,SOALNYA MATA SAYA PLUS DAN NAMBAH PLUSNYA.