Love You Forever

Love You Forever
BAB XXIV


"TASYA CEPATLAH, ATAU KAU MAU DI JADIKAN HIDANGAN PENUTUP ALPIN." teriak Angel.Ia benar-benar gusar kali ini.


"Deg,"


"Alpin...siapa..kok hidangan penutup? Astaga,jangan-jangan penghuni rumah ini kanibal..hiiii." gumam Tasya.Seketika ia merinding.Dan buru-buru menyelesaikan mandinya.Lalu memakai bathrobe dan segera keluar.


Ia langsung di sambut wajah dingin dan masam Angel.


"Kamu ya,bener-bener mau di jadikan hidangan penutup Alpin.Cepat buruan keringkan badanmu,dan berpakaian.Aku akan mendandanimu."ucap Angel,ia lalu mempersiapkan alat make up.Sedangkan Tasya memakai pakaian dan body parfum lotion.


Tasya pun segera memakai gaun biru toschanya.Dan Angel pun mendandani wajah Tasya yang basic nya cantik dengan make flawless.


Angel memandangi wajah tasya setelah ia make over dengan tatapan puas dan berbinar.


"Ok, you are ready now." ucap Angel.Tasya mengerutkan alisnya.


"Apa artinya?" tanya Tasya dengan wajah polosnya.Hingga membuat Angel gemes.


"Dah,gak penting.Kamu cantik.Sekarang segera turun.Karena Tuan sudah menunggu." ucap Angel dengan datar.


Mereka berdua lalu melangkah keluar dari kamar,dan turun ke lantai dasar.Lalu menuju ke sebuah ruangan berwarna putih gading.Sebuah meja kayu yang hanya di pernis hingga menampakkan motif dari urat-urat kayu yg orsinil memiliki nilai estetis tersendiri.Meja di atas meja di atur sedemikian rupa menu-menu yang nampak menggiurkan mata,dan dua buah lilin putih nampak menerangi cahaya di ruangan yang tidak terlalu terang.Tasya menatap sekeliling ruangan, nampak dinding-dinding yang hanya dari kaca hingga bisa langsung melihat suasana di luar bungalow,nampak laut sejauh mata memandang yang nampak indah karena cahaya bulan terang sempurna malam ini,juga masuk ke dalam bungalow.


"ehem..." Angel berdehem.Membuyarkan keterpesonaan Tasya akan bungalow itu.Tasya mengerjapkan matanya dan menatap Angel dengan tatapan tidak memahami arti deheman Angel.


Tasya benar-benar terhipnotis oleh pesona Vasya,matanya tak berkedip.Nafasnya tertahan untuk beberapa detik.


"Breathe sweet girl,kau akan selalu bisa menatap wajah saya.Dan saya yakin,kau tak akan mampu menolak pesona saya." ucap Vasya sesumbar sambil duduk di kursi. Sementara Tasya masih memandang Vasya,lalu ia menarik nafas.Tasya lalu menarik sebuah kursi dan duduk dengan semaunya.Sungguh tak ada anggun-anggunnya.


Vasya tersenyum sinis dengan sudut bibir agak tertarik ke atas."Sungguh gadis yang berbeda" batin Vasya.


"Makanlah." Ucap Vasya.Angel lalu melayani Tuannya.Sedangkan Tasya menatap penuh minat namun ia ragu.Di depannya terhidang berbagai menu ala westrn dan Eropa.Vasya memasukkan makanan ke dalam mulutnya sambil menatap Tasya.Ia mengunyah makanannya dan mengerenyitkan dahinya karena melihat Tasya yang belum mengambil apapun untuk di letakkan di atas piringnya.


"Kenapa.?"Tanya Vasya.Tasya terkejut mendengar suara Vasya yang datar dan dingin.Tasya menatap wajah Vasya dengan ragu.


" kau tidak segera mengambil makanan untukmu? Apakah kau tidak suka?." tanya Vasya.


Tasya menggeleng dengan wajah memelas,padahal ia sangat lapar.


"Lalu.." tanya Vasya masih dengan ekspresi datar dan dingin sedang menatap Tasya tajam.


"i..itu..ma..makanannya..aa..apa halal?"Tanya Tasya.Hingga membuat Vasay melepaskan garfu dan pisau untuk memakan steak nya dengam kasar hingga menimbulkan bunyi.


"Trangg." Tasya menatap kedua benda itu dengan nanar.