
" kau tidak segera mengambil makanan untukmu? Apakah kau tidak suka?." tanya Vasya.
Tasya menggeleng dengan wajah memelas padahal ia sangat lapar.
"Lalu.." tanya Vasya masih dengan ekspresi datar dan dingin sedang menatap Tasya tajam.
"i..itu..ma..makanannya..aa..apa halal?"Tanya Tasya.Hingga membuat Vasya melepaskan garfu dan pisau untuk memakan steak nya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi.Wajahnya mengeras,di belakangnya Angel memucat.Ia merutuki keberanian Tasya dalam mempertanyakan kehalalan makanan mereka.Namun kemudian Angel tersentak teringat dengan perkataannya beberapa waktu tadi tentang "apakah kamu (Tasya) mau di makan Alpin?" benak Angel terus berfikir.
"Astaga,jangan-jangan gadis ini berfikir Alpin adalah nama manusia." batin Angel,tanpa sadar ia menggeleng.
Trangg." Tasya menatap kedua benda itu dengan nanar.
Vasya menatap tajam Tasya yang menunduk dalam.Kedua tangannya saling meremas di bawah meja.
Vasya menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk mengurangi kadar emosinya.
"Angkat wajahmu...saya tidak suka lawan bicara saya menunduk." perintah Vasya pada Tasya.
"Kau...tak perlu mempertanyakan kehalalan menu yang koki saya masak.Karena saya tau bagaimana memghidangkan menu yang baik untuk tamu ATAUUUPUN MANGSA di atas meja makanku." ucap Vasya seraya menatap Tasya mengintimidasi.
"Ta..tapi....."
"MAKAN ATAU TIDAK SAMA SEKALI." Bentak Vasya.dengan suara keras dan menggelegar.Hingga membuat Tasya dan Angel sama-sama terjengkit.Mereka berdua gemetaran,terlebih Angel yang tahu benar sosok di hadapannya.
"Ba...baik tu...tuan." Perlahan Tasya memasukkan beberapa menu dan menu yang dia pilih lebih ke sayur dan ikan.Dengan pelan dan menunduk ia makan,sesekali matanya melirik diam-diam lelaki sempurna di dekatnya yang sedang menikmati menunya dengan wajah datar.
Cahaya bulan nampak bersinar penuh,hingga memudahkan Abian dan timnya bergerak.Anak buah Vasya berjaga ketat,sementara 2 lampu sorot bergerak menyoroti wilayah hutan dan laut secara kontinyu bak lampu sorot pada mercusuar.Abian dan anak buahnya beberapa kali harus menunduk menghindari lampu sorot.Tatapan tajam dan waspada atas pergerakan di sekeliling bungalow nampak dari anak buah Vasya,hal yang sama pihak Abian lakukan,sembari perlahan merangsek mendekati bungalow.
Abian memberi tanda agar Hendra dan anak buahnya menahan pergerakan.Dia memperhatikan dua penjaga di gerbang yang memakai senapan laras panjang,dan dua orang yang berada di lampu sorot depan.
Abian memberi aba-aba agar Hendra dan anak buahnya menyisir sisi laut.Setelah di rasa pergerakan Hendra dan tim aman,Abian memerintahkan anak buahnya berpencar menjadi tiga bagian,yaitu ke sayap kiri dan sayap kanan,sementara ia dan lima anak buahnya dari depan.Lampu sorot terus bergerak.Demikian pula tim Abian dan Hendra.
Tiba-tiba salah satu anak buah Vasya berteriak.ke arah temannya yang bergerak ke sisi kanan.
"Bro, I need to pee,you watch out." ucapnya.
"OK." sahut temannya.
Lelaki yang pamit buang air perlahan bergerak menuju semak.
"BECAREFULL." teriak salah satu penjaga lampu.Lelaki itu hanya melambai.Hingga tubuhnya menghilang di balik semak.Salah satu anak buah Abian mengikuti,ia membiarkan lelaki itu membuang hajatnya dahulu.Namun,ketika hendak berbalik anak buah Abian memukul tengkuknya dengan senapan hingga pingsan.Tubuh lelaki itu lalu di seret agak menjauh dari semak.
"sorry bro,gue pingsanin elu n seret lu ke sini,biar ga di patuk ular." Setelah aman,ia kembali ke posisinya.
Lelaki satunya gelisah karena temannya tak kunjung datang,ia kemudian meminta salah satu pria penjaga lampu untuk turun berjaga.Saat lelaki itu turun dan membuka pintu,dua orang anak buah Abian menyerang dan memukul dua anak buah Vasya.hingga pingsan namun tanpa suara.Abian masuk sedangkan.salah satu anak buahnya naik ke atas tempat lampu sorot,lelaki penjaga lampu tak menyadari,karena tengah asyik menonton tayangan gadis cantik berjoget di sebuah aplikasi tik tik.
Hingga..." Bughh.." lelaki itu pingsan.