
"Bukankah Hendra sudah mengutus orang untuk menjemput ibu Tasya di rumahnya,dan membawa ke BlueSea."
Paman terdiam,ia menatap Abian bingung.
"Oh..****, ****...paman tetap di sini."Tanpa ba bi bu.Abian berlari keluar dan meraih kunci mobil.Ia lalu memerintahkan anak buahnya berjaga ketat.Alarm dan seluruh pengaman di aktifkan siaga penuh.Ia segera masuk ke dalam mobil sport nya langsung menancapkan gass nya,dua mobil pengawal mengikutinya.
Sementara itu,di sebuah rumah sederhana nampak ada kerumunan.Di karenakan setengah jam sebelumnya,rumah bu Halimah di satroni maling.Bu Halimah berteriak-teriak di dalam rumahnya.Hingga memancing warga dan beberapa pemuda yang sedang nongkrong di sebuah warung sekitar 100m dari rumah bu Halimah.
Warga pun berdatangan ke rumah bu Halimah.
"Ada apa bu Halimah?"
"Ada maling pak RT,tadi dia masuk ke dalam rumah.Tapi saya berhasil halau dan pukul dengan sama ini." sahut bu Halimah sambil mengacungkan sebuah sutil besar dan cukuo berat yang biasa di pakai untuk mengaduk bahan makanan berjumlah sangat banyak.
Lelaki yang bertanya tadi rupanya RT di kawasan rumah bu Halimah.
"Trus malingnya di mana?" Sebab saat RT dan warga data g.Maling yang sebenarnya utusan untuk menculik bu Halimah sudah melarikan diri.Rumah bu Halimah yang dekat jaraknya dengan rumah-rumah warga menyulitkab mereka.Padahal suasana telah seoi,namun mereka tak mengetahui jika meski sunyi dan swpi,aktifitas masyarakat di dakam rumah masih aktif,karena sebagian nereka pedagang di pasae,juga pedagang makanan.Jadi malam haripun merrka mempersiapkan bahan untuk esok hari Di tambah sebuah tongkrongan berupa warung kopi yang tak sepi dari bapak-bapak dan anak muda masih asyik mengobrol bersama para peronda.
"Ga tau pak,habis saya serang dan saya pentungin pake ini sampe keluar tu orang melarikan diri." ungkap bu Halimah penuh semangat.
"Jiah...padahal tangan ama kaki saya sudah gatal pen gebukin orang,lama udah gak sparing ini." celetuk seorang pemuda.
"heleh..elu...sama bini aja lu takut." balas.seorang ibu-ibu.
"hehee....itu laen cerita,mak." sahut si pemuda sambil menggaruk kepalanya.
"Hei...minggir..minggir..ada mobil datang." celetuk seorang warga.Saat sebuah mobil mewah dan di ikuti dua mobil biasa datang memasuki pekarangan rumah bu Halimah.
Para warga segera meminggirkan diri memberi ruang mobil untuk parkir.Bu Halimah dan para warga mengawasi mobil dengan ekspresi tanya.
Tak lama pintu mobil di buka dan seseorang turun dari mobil.
Orang tersebut yang tak lain adalah Abian.Lelaki tampan itu langsung menuju bu Halimah ,di ikuti para pengawal yang langsung membuat posisi melindungi.Para warga melongo sekaligus kagum dengan ketampanan Abian.
"i..ibu ba..baik saja.Kamu siapa ya?" tanya ibu dengan heran.
"Ah...maaf bu, saya Abian.Saya atasan paman Pa'ish dan Tasya.Ibu baik-baik aja kan?." kembali Abian mengulang pertanyaannya setelah mengenalkan diri.
"Oh...atasanya dek Pa'ish sama eneng.kenapa tuan di sini..lah..mana si eneng?."
"Tasya baik-baik saja,saya ke sini mau jemput ibu."
"Iya..bu."
"ehemmm....sebaiknya kita bicara di dalam,biar warga bubar dulu." ucap pak RT.Abian menatap seorang lelaki yang nampak berwibawa di samping bu Halimah.Ia tadi hanya fokus bu Halimah.Ah..iya,Abian belum pernah bertemu langsung dengan bu Halimah.Namun,file yang di berikan Hendra beberapa waktu yang lalu tentang Tasya,sudah menyertakan seluruh informasi termasuk foto bu Halimah.
"Saya RT di sini,jika anda ingin bertanya." ucap pak RT sambil tersenyum dan menatap Abian yang berekspresi mengerenyitkan dahi.Hingga RT memahami maksud ekspresi wajah Abian.
"Oh..Baik.Bu..kita masuk dulu." ucap Abian santun.
"oh..iya, maaf.Mari masuk Tuan dan pak RT."
Bu Halimah dan Abian masuk terlebih dahulu,sementara pak RT membubarkan warga sambil mengarahkan para peronda dan lelakinuntuk berjaga-jaga dan waspada.
Setelahnya pak RT masuk ke dalam rumah bu Halimah,sedangkan para pengawal mendekati rumah bu Halimah dan berjaga.
Sementara itu,seorang pria yang berlari dengan sekuat tenaga dari perkampungan itu nampak kelelahan.
Ia berhenti di sebuah pohon rindang,suasana sangat gelap .
"huosh....hosshh....hoossshhh...hufff ..syukur bisa lolos." ucapnya pelan.Ia membungkukkan diri dan tangannya di pinggang dengan posisi agak merunduk.Tiba-tiba ia merasa hawa dingin di sekitarnya.Ia bergidik ngeri.
"Apakah Tuan Malaikat itu tau dan marah.?" batin lelaki itu.Ia menegakkan badannya dan bermaksud berjalan.Namun,ia terkejut saat mendongak.Wajahnya memucat pasi dan bibirnya bergetar,seketika hawa dingin menelusup di sekujur tubuhnya,ia menggelepar bagai ikan yang akan mati.Perlahan,tubuhnya menggerus matanya membola.Tak lama tubuh itu mengering itu menggelepar dan tewas.
Tak jauh dari sana,sesosok putih memperhatikan .Seringai tajam dan mematikan terukir di wajah super tampannya.