
Rosemary masih bersandar di kursinya dia juga masih memejamkan mata dan memijit pelipisnya sepertinya kepalanya sangat pusing, setiap hari memang dipusingkan dengan urusan kantor dan konflik di keluarganya tapi kali ini ditambah dengan rencana pernikahannya membuat kepalanya seperti ingin pecah
Monalisa yang dapat membaca kerumitan majikannya datang menghampiri dengan lembut seperti seorang ibu pada anaknya dia memasangkan bantal leher pada Rosemary lalu menyandarkan nya kembali kemudian memijat kening Rosemary dengan lembut berharap majikannya akan mendapat sedikit relaksasi, Rosemary yang tadinya menunjukkan ekspresi rumit di wajahnya mulai terlihat lebih tenang
" nona pernikahan yang nona lakukan ,meski hanya kontrak tapi itu sah secara hukum dan agama apa tidak sebaiknya nona menikah dengan pria yang nona sukai saja, diluar sana ada beberapa pria yang rupawan memiliki bakat dan jabatan yang mengejar nona atau pria lainnya nona bisa memilih yang sesuai kriteria nona menjadikannya pernikahan nyata jadi nona tidak perlu mengalami kerumitan seperti ini" ucap Monalisa berusaha memberikan pencerahan untuk kerumitan Rosemary
Rosemary membuka matanya dia merubah posisi menjadi duduk, kedua tangan yang sikutnya bertumpu pada meja digunakan untuk menopang dagunya, matanya memandang kosong
"aku mengerti maksudmu Monalisa tapi aku tidak berniat menikah itu sebabnya aku tidak memiliki kriteria pria yang kusukai dan juga seorang pria yang memiliki jabatan bila menikah dia akan menyuruh istrinya melepaskan karir diharuskan menurut ,fokus mengurus rumah dan anak, dan bila ada kekuasaan seorang pria sudah menjadi rahasia umum jika memiliki kekasih lain, itu adalah pusaran hidup pria konglomerat dan semua pria konglomerat selalu berada di fase itu dan aku tidak mau menjadi wanita yang terlibat didalamnya, itu sebabnya aku bekerja keras selama ini, intinya aku tidak tertarik untuk tunduk dan menuruti keinginan pria manapun" ucap Rosemary
"aku mengerti lalu rencana nona kedepannya bagaimana?" tanya Monalisa melepas bantal dileher Rosemary dengan pelan
"aku rasa menikahi semy bukan hal yang bijak tapi itu adalah pilihan yang tepat untuk kondisiku saat ini, rencanaku adalah setelah aku berhasil menutup gosip tentangku dan mendapat kembali kepercayaan para dewan direksi aku akan meminta mereka mematenkan posisiku dengan begitu aku sudah menutup celah agar Eduardo tak bisa masuk ke perusahaan ini bagaimana menurutmu" terang Rosemary
"aku akan mendukung semua keputusan nona" jawab Monalisa
disatu sisi semy sedang disibukan dengan fitting baju pengantin dengan salah satu asisten Rosemary Beberapa jas di cobanya setelah selesai fitting ,dia ketoko perhiasan namun dia menolak untuk membeli cincin nikah karena dia akan menggunakan cincin pemberian neneknya untuk diberikan pada Rosemary dia hanya meminta pegawai toko untuk melakukan perawatan pada cincin neneknya agar terlihat lebih bagus
dikantornya nampak Rosemary sedang melakukan rapat dengan beberapa dewan direksi dan beberapa pemimpin perusahaan untuk proyek pembuatan jembatan layang disalah satu pulau yang terkenal eksotis
setelah selesai rapat dia masih harus mengecek beberapa dokumen perjanjian perusahaan
hp Monalisa berdering notifikasi pesan masuk Monalisa membacanya lalu menghampiri Rosemary
"nona tuan semy sudah melakukan fitting bajunya ,tapi dia menolak untuk membeli cincin karna dia akan menggunakan cincin yang diberikan neneknya untuk anda" ucap Monalisa
" biarkan saja dia" ucapnya Rosemary tanpa menoleh
" lalu bagaimana dengan gaun pengantin anda bukankah harusnya anda fitting juga?"
kali ini Rosemary berhenti dari kegiatannya menoleh pada Monalisa
"kamu saja yang pilihkan gaunnya untukku aku percaya pada seleramu kamu sudah tau ukuranku kan" ucap Rosemary
waktu menunjukan pukul 05:30 sore
setelah menyelesaikan kegiatan sibuknya hari ini Rosemary memutuskan untuk makan di luar tentunya ditemani Monalisa
setelah selesai makan Rosemary memilih untuk langsung pulang
namun saat dalam perjalanan tanpa sengaja Rosemary melihat salah satu toko perhiasan yang menarik perhatiannya diapun meminta Monalisa untuk berhenti mengemudi dan mengunjungi toko perhiasan tersebut
para pegawai toko begitu antusias dengan kedatangan Rosemary
"selamat datang nona apa ada yang nona butuhkan" ucap pemimpin pegawai toko ramah tamah
"aku ingin melihat beberapa cincin nikah untuk laki laki" ucap Rosemary
"oh oh oh tentu tentu" sang pegawai sedikit terkejut
dia lalu membawa beberapa cincin untuk laki laki
Rosemary melihat jarinya dia memperkirakan besar jari semi karna dia pernah menggandeng tangan semy
dia pun memilih salah satu cincin yang dirasa paling bagus cincin yang memiliki garis atas bawah dan tersemat berlian kecil ditengahnya
"aku ambil yang ini" ucap Rosemary
"tentu nona" ucap pegawai
lalu Monalisa mengikuti pegawai untuk melakukan pembayaran
"selera nona Rosemary sangat bagus dia bisa memilih cincin yang hanya dibuat satu satunya orang elegan memang beda oh..ini cincin laki laki apa ini untuk diberikan pada laki laki yang ingin dinikahinya tapi siapa...pasti laki laki itu spesial sekali" ucap pegawai dalam hati sambil senyum senyum
@@@@