Miss CEO

Miss CEO
26 apa nona bisa


kepala Rosemary masih dipijat oleh Monalisa,


setelah melihat nonanya membaik Monalisa menghentikan pijatannya


" saya akan pesankan minuman hangat untuk anda" ucap Monalisa lalu menggunakan fasilitas telepon di hotel tersebut


"emmmm"


Rosemary lalu mengambil berkas tentang latar belakang lighting property


lalu dia mengambil berkas tentang Marco


dibacanya berkas tersebut


Marco usia 30 tahun lulusan universitas terkemuka di Amerika, seorang Casanova, tidak memiliki ciri khas desain namun terkenal cerdas dengan karya desainnya yang selalu memiliki terobosan


hasil investigasi rahasia


Marco diketahui selalu mengakui desain buatan karyawannya sebagai desain miliknya, disini dapat diketahui kenapa karya desainnya selalu berbeda-beda dan memiliki terobosan


"pantas saja tidak memiliki ciri khas ternyata desainnya hasil mencuri dari karyawannya" Rosemary tersenyum kecut


"Monalisa" panggil nya sambil menunjukkan berkas tentang Marco


Monalisa yang sudah selesai menelepon menghampiri nonanya


"alasan si Marco ini menikung semy apa..? jangan bilang karena dia tidak bisa mengakui karya semy dan tidak mendapat kepercayaan dari pemilik museum ..?"


Monalisa menarik napas panjang lalu menjawab


"itu benar nona menurut investigasi ada 2pebisnis yang lebih mempercayai karya semy daripada dirinya sehingga terjadilah konflik internal ini"


"ha.. ini menyebalkan tindakan yang kekanakan untuk usia 30tahun,mungkin dia merasa mukanya tercoreng karna karyawannya lebih baik dari dia, aku paling benci manusia jenis ini" Rosemary sangat kesal dia *******-***** berkas tentang Marco


"bereskan berkas-berkas menyebalkan ini" titahnya


"baik nona" ucap Monalisa lalu membereskan berkas2 itu


@@@@@


disatu sisi semy sedang berada di taman rumah sakit dalam keadaan bingung dengan permintaan neneknya dia melihat jam tangannya menunjukan pukul 05 sore


gimana ini ya sudahlah aku coba saja dulu tapi kira kira bakal kena omel gak ya


batin semy khawatir


lalu dia memberanikan diri menelepon Rosemary dan tersambung


πŸ“ž"hallo nona"


πŸ“ž"iya ada apa"


πŸ“ž"iya"


πŸ“ž"apa nona dirumah"


πŸ“ž"aku di hotel dan akan menginap disini, katakan ada apa jangan bertele-tele" mulai jengkel


πŸ“ž"begini nona nenek meminta untuk bertemu apa nona bisa menemui nenek saya..."


πŸ“ž"aku capek baru pulang dan kerjaanku banyak aku tidak mau"memotong ucapan semy


πŸ“ž"tapi nona..."


πŸ“ž"aku tutup telepon nya"


dan sambunganpun terputus


" haaaah sudah kuduga pasti akan sulit dari nada suaranya dia terdengar marah" semy menarik napas panjang


dia lalu mengirim pesan pada Rosemary


πŸ“¨'nona nenek saya besok pulang dari rumah sakit beliau selalu menanyakan anda dan ingin bertemu dengan anda, saya juga bingung harus bagaimana tapi saya juga tidak tega untuk menolak keinginannya saya harap besok nona berkenan untuk menemui nenek saya walau sebentar saja saya mohon'


send


didalam hotel Rosemary masih berkutat dengan laptopnya mengerjakan beberapa pekerjaannya


ponselnya berdering ada notifikasi pesan dari semy dia membacanya


"semy menyebalkan bisa-bisanya nyuruh nyuruh aku" Rosemary omel omel


tapi aku sudah salah persepsi padanya selama ini


batin Rosemary ada rasa bersalah pada semy


πŸ“¨'baiklah besok aku akan mengosongkan jadwalku untuk menemui nenek, aku akan menyuruh Monalisa untuk menjemputmu kita berangkat sama sama kerumah sakit'


send


πŸ“©terimakasih nona


balasan semy


aku harus mengerjakan pekerjaanku untuk besok supaya besok Monalisa tidak terlalu kerepotan


batin Rosemary


lalu mulai mengerjakan beberapa berkas, dia harus mengerjakannya lebih cepat agar dapat mengosongkan waktu


@@@@@