
semy merasa tidak nyaman berada dikamar Rosemary baginya ini terlalu girly tapi apa boleh buat dia bahkan tidak akan berani protes setelah selesai mandi dan berganti pakaian terdengar ketukan pintu semy bergegas membuka
"tuan muda waktunya makan malam mari silahkan" ucap pak Sam
semy nampak berpikir sejenak
"baiklah pak" ucap semy
semy menuruni anak tangga menuju ruang makan
saat sampai di ruang makan sudah ada Emma dan Eduardo di meja makan besar tersebut
"silahkan tuan disini" ucap pak Sam sambil menggeser kan kursi
semy heran kenapa hanya ibu dan kakak tiri Rosemary keluarga Rosemary yang lain dimana
"ehemm" Emma berdehem melihat semy seperti mencari orang lain
saat semua hampir selesai makan
"jadi bagaimana kamu bisa bertemu dan menikah dengan Rosemary" ucap Emma
"kami bertemu saat akan melakukan pekerjaan lalu kami mengobrol dan semakin kesini kami merasa cocok satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk menikah" Jawab semy
"omong kosong aku tau benar karakter Rosemary kau pikir aku akan percaya dengan ucapan mu katakan padaku sebenarnya alasan kalian menikah pasti karena kalian memiliki rencana kan bukan karena sungguh menikah" Emma emosi sepertinya emosi yang ditahan dari tadi membludak
"percaya atau tidak itu bukan urusan saya dan kalo ingin tau lebih banyak tanya istri saya saja" ucap semy seadanya
"wah gila kau berani bicara begitu pada ibuku apa kau tau ibuku adalah nyonya dirumah ini dan dia ibunya Rosemary juga" Eduardo emosi menarik kerah baju semy
"asal anda tau saya tidak takut pada gertakan anda jadi sebelum saya melakukan kekasaran juga sebaiknya lepaskan tangan anda" ucap semy tanpa takut
"kau.."
semy melepaskan genggaman Eduardo di kerahnya lalu berlalu pergi meninggalkan Eduardo dan Emma dalam kemarahan
@@@@@
semy kembali berada dikamar Rosemary
"belum apa apa aku sudah dalam masalah"
semy melihat sekeliling kamar sekali lagi
"tidak ada tempat untukku tidur hanya ada kursi bola raksasa itu" semy menghela nafas panjang
setelah ganti baju dengan baju tidur semy pun tidur di kursi bola raksasa itu
waktu menunjukan pukul 9 malam Rosemary baru pulang dari kantornya
saat membuka kamar dilihatnya semy sedang tidur di kursi bola raksasa nya
"istri pulang kerja bukannya menyambut malah tidur" Rosemary tampak kesal
dia lalu bergegas mandi dan berganti mengenakan baju tidur kemudian menghampiri semy yang tertidur, Rosemary menggunakan kakinya untuk menggerakkan kaki semy agar terbangun
semy yang merasa ada yang mengusiknya jadi terbangun
"oh nona" ucap semy sambil duduk
"siapa yang suruh kau tidur disana hah" ucap Rosemary jutek
"maaf nona" hanya kalimat itu yang keluar dari mulut semy
"maaf maaf" Rosemary kesal
"lalu saya harus tidur dimana nona?" tanya semy bingung
Rosemary melangkah ke ranjangnya
"kesini kau"
semy menghampiri
lalu Rosemary membuat ilustrasi garis dikasurnya dengan tangannnya
Rosemary menunjukkan 1/4 bagian kasurnya untuk semy dan 3/4 bagian untuknya
"kau tidur di sini dan aku tidur di bagian sini ingat jangan melewati batas yang sudah kubuat, tidur dibagianmu kalo kau berani melewati bagianku aku akan buat kau menyesal lahir ke dunia ini" ucap Rosemary dengan galaknya
semy hanya terdiam dan menunduk
"nona apa tidak sebaiknya saya tidur disana saja" ucap semy sambil menunjuk karpet bulu
"tidak boleh kau ingin mereka tau keadaan kita"Rosemary mulai jengkel
"maaf nona" semy menunduk
"apa yang kau tunggu tidur sana" ucap Rosemary yang mulai tidur dibagiannya
semy tidur di 1/4 kasur bagiannya
ini sempit
batin semy
"jangan mengorok jangan banyak bergerak bahkan kalo perlu nafasmu jangan terlalu kencang dan mengeluarkan suara aku sangat terganggu dengan hal hal seperti itu" ultimatum Rosemary dengan galaknya
"tidak menjawab" Rosemary kesal
"baik nona" jawab semy lesu
tidur dikasur yang empuk tapi sempit dilarang bergerak bahkan dilarang bernafas kencang ,malam pertama aku sudah menderita ,malam malam selanjutnya akan bagaimana ,baiklah hanya enam bulan aku harus tahan seperti ini semoga aku tidak bermimpi buruk ditempat tidur ini
batin semy
@@@@@