
keesokan harinya orang orang dikantor Rosemary tampak heboh terutama para dewan direksi mereka teringat kejadian kemarin pada pukul 7 malam tiba tiba di kejutkan dengan undangan pernikahan Rosemary bahkan undangan tersebut dikirim langsung oleh staf resmi Rosemary
mereka sangat terkejut dan tidak percaya tapi disisi lain mereka juga bahagia dengan adanya pernikahan Rosemary berarti itu mematahkan rumor rumor yang selama ini beredar
dan kehebohan bukan hanya dikantor Rosemary ,tapi juga dikalangan para pebisnis, para pria pebisnis yang mengincar Rosemary dan tau gadis itu terkenal susah didekati merasa patah hati dengan adanya pernikahan ini ,mereka semua penasaran siapakah pria yang berhasil meluluhkan pujaan hatinya, dan kehebohan juga terjadi di kediaman keluarganya
terutama Emma dan Eduardo mereka seperti orang yang kesambar petir
" cari tau cari tau kenapa kita bisa kecolongan seperti ini rencana yang sudah ku buat dengan susah payah tidak boleh berakhir begini" Emma mengamuk mengacak ngacak barang2 yang ada di kamarnya
" ibu tenang lah" Eduardo khawatir
"tenang katamu Rosemary itu akan menikah yang artinya dia akan mematahkan rumor yang sudah susah payah kita buat dan sialnya lagi kita tidak tau siapa pria yang akan menikahinya ,sial,,,,lagi lagi dia satu langkah didepan kita" Emma mengambil undangan pernikahan Rosemary lalu meremasnya penuh emosi
dia teringat bagaimana caranya dia menyakinkan para dewan direksi
disebuah restoran private
dewan direksi 1 :"jadi rumor itu sungguhan"
Emma :"tak perlu bertanya begitupun kita semua sudah tau jika nona ceo bahkan belum pernah pacaran"
dewan direksi 2 :" aku menikah diusia 40 tahun jadi ku pikir nona ceo mungkin lebih memikirkan karir nya daripada menjalin hubungan"
Emma :"menunda hubungan dengan tidak tertarik pada Lawan jenis adalah dua hal yang berbeda"
dewan direksi 3 :"apa efek samping pada perusahaan jika dipimpin oleh CEO yang seperti itu?"
Emma :"kenapa harus ditanyakan lagi berapa banyak perusahaan dan artis besar harus hancur karena publik atau para mitra bisnisnya mengetahui rahasia sang CEO yang memiliki kelainan orientasi seksual dengan mental yang terganggu haaah itu banyak sekali" ucap Emma sambil meminum kopinya
dewan direksi 4 :"hanya sedikit orang yang bisa menerima keadaan yang seperti itu"
dewan direksi lain mulai berdiskusi
dewan direksi 5:" kalo penerus perusahaan hanya satu mungkin kita hanya bisa pasrah menerima tapi bukankah ada yang lain seperti tuan Eduardo yah..itu bisa jadi referensi meski tuan Eduardo tak secekatan nona Rosemary"
dewan direksi 2:"tuan Eduardo tidak secerdas nona CEO itu yang membuatku cemas tapi melihat kondisi nona CEO rasanya semakin cemas"
dewan direksi 3:" kalo saja tuan Eduardo bisa menunjukkan prestasi yang baik kita referensikan dia saja"
dewan direksi 5 :"kita referensikan tuan Eduardo saja jika keadaan mental nona Rosemary makin memburuk"
para dewan direksi tampak berdiskusi mereka manggut-manggut
Emma tersenyum angkuh penuh keyakinan seperti nya rencananya berjalan dengan sangat mulus
namun kini rencananya yang sudah berjalan berbulan bulan dan tinggal sedikit lagi menuju keberhasilan harus hancur berantakan hal ini membuatnya begitu frustasi
sementara disisi lain semy sedang berada didepan sebuah apartment yang begitu mewah semy sampai bengong memandanginya dalam pikirannya apakah ini beneran milik manusia
"silahkan ikuti saya tuan semy" ucap Monalisa membuyarkan lamunan semy
semy mengikuti Monalisa
Monalisa memasuki apartment nya dengan sandi retina mata
"wow itu keren sekali" ucap semy dalam hati
"silahkan masuk tuan semy" ucap Monalisa
setelah memasuki ruangan ,semy sangat terkesima dengan furniture di ruangan itu benar benar memiliki kesan modern elegan dan mewah
"ini adalah tempat tinggal saya nona meminta saya untuk menyembunyikan anda karna saat ini orang orang yang ingin menjatuhkan nona pasti akan mencari anda jadi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan ,anda tinggalah disini sampai besok" ucap Monalisa
"ah baiklah" ucap semy tanpa membantah dan bertanya
" terimakasih sudah bersedia bekerja sama, saya akan pergi untuk membereskan sesuatu silahkan buat diri anda senyaman mungkin di tempat ini dan yang di pojok sana adalah kamar anda dan tentu jika anda membutuhkan sesuatu langsung telpon saya maka saya akan segera datang" ucap Monalisa
" iya terimakasih" ucap semy dengan sopan
"tidak perlu sungkan karna anda adalah tuan saya...ah..dan ya ingat tuan jangan tinggalkan tempat ini tanpa ada ijin dari nona"
semy :"baiklah"
Monalisa pun pamit pergi
@@@@@