
semy mengendarai mobil menuju pasar tradisional bersama Rosemary
"berhenti disana, yang ada mesin ATM nya" ucap Rosemary
"kenapa nona" semy heran
"setauku belanja di pasar tradisional gak bisa pake kartu tapi harus pake uang tunai kan" ucap Rosemary
"oh baiklah" semy mengerti
setelah Rosemary melakukan tarik tunai di ATM tersebut mereka melanjutkan perjalanan
"nona bagaimana kalo kita parkir mobil disini saja sepertinya mobil sulit masuk"
"iya baiklah" ucap Rosemary lalu melepas sabuk pengaman dan mengalungkan tas kecilnya
setelah turun dari mobil semy menitipkan mobil pada salah satu tukang parkir disana,
setelah itu mereka berjalan menuju pasar
semy melihat Rosemary memegang erat tasnya, tapi semy tak bisa menebak apa yang dipikirkan Rosemary
"apa nona mau menunggu saja di mobil ,pasar tradisional tempatnya tidak nyaman" ucap semua khawatir
"tidak mau, aku tak masalah dengan pasar tradisional, aku hanya khawatir karna katanya dipasar rawan copet" ucap Rosemary mengeratkan pegangan pada tasnya
oh ternyata Rosemary berpikir begitu
batin semy
mereka berjalan memasuki pasar yang jalannya lumayan sempit
orang orang disana baik pengunjung maupun pedagang memandangi Rosemary dengan takjub, hingga ada suatu kejadian dimana ada pemuda berjalan sengaja ingin bertubrukan dengan Rosemary, namun semy dengan sigap menarik bahu Rosemary kepelukannya sehingga tidak jadi bertubrukan, Rosemary sangat kaget dia berpikir akan bertubrukan dengan pemuda tadi untunglah semy menariknya
"nona tidak apa apa?" semy khawatir
" it's ok" Rosemary masih kaget
semy melepaskan tangan dan pelukannya, orang orang disana khususnya para laki2 tidak bisa berhenti memandangi Rosemary,
Rosemary merasa risih dengan pandangan orang-orang terhadapnya ,dia lalu mengambil tangan kanan semy lalu mengalungkannya di bahunya,
semy kaget dengan sikap Rosemary
saat semy memandang ke Rosemary dan hendak bertanya kenapa, Rosemary menatapnya seolah berkata lindungi aku, semy jadi mengerti kalo Rosemary risih dipandang orang orang
"tidak apa apa" ucap semy sambil menepuk bahu Rosemary
mereka sampai di kios daging sapi
"apa nenek punya gigi" tanya Rosemary
"apa gigi" semy bingung dengan pertanyaan Rosemary
"magsudnya kalo masih punya gigi nenek masih bisa makan daging kan"
"oh iya nenek gigi nya masih bagus" semy mengerti meski bercampur heran
Rosemary pun membeli daging sapi bagian paling lembut
kemudian dia membeli bahan lainnya dari mulai bumbu, sayuran bahkan seafood semy sangat terkejut melihat Rosemary dapat belanja dengan cakap Tampa risih, sementara dirinya hanya bertugas membawa barang belanjaan saja, semy semakin terkejut saat Rosemary dengan pintarnya menawar pada pedangan
"kalo ibu menurunkan harganya lagi aku akan menambahkan dengan membeli itu oh..dan juga yang itu"Rosemary menawar harga
"baiklah nona cantik jika begitu" pedagang sangat senang dapat pembeli cantik
tiba tiba ada seorang pria yang tangannya sengaja digerakkan untuk bersentuhan dengan tubuh bagian belakang Rosemary,
semy yang melihat itu langsung menangkap tangan si pria sebelum menyentuh lalu menatap tajam kepada pria itu, pria itu terkejut bercampur malu lalu segera melepaskan diri dan kabur
"ada apa" ucap Rosemary yang heran kenapa semy berpindah kebelakangnya
"tidak apa apa" ucap semy
"oh." Rosemary lanjut berbelanja
setelah barang belanjaannya dirasa cukup merekapun keluar dari pasar itu
semy membawa barang belanjaan banyak sekali untung dia mengikuti cara bibi maya yang selalu membawa keranjang saat belanja ke pasar
keranjang yang terbuat dari tali plastik lentur itu loh
mereka berjalan menuju parkiran
"haaah..ternyata belanja seperti ini bisa menghilangkan suasana stress dalam otakku" ucap Rosemary yang terlihat gembira terlihat dari senyum manisnya
padahal aku cemas kupikir dia akan risih berbelanja di pasar tradisional tapi ternyata dia malah senang begitu, bukankah itu aneh untuk ukuran seorang nona besar
batin semy ternyata nonanya penuh kejutan
@@@@@