
Rosemary dan semy berhasil diselamatkan oleh Monalisa ,mereka sekarang berada di sebuah penginapan yang di jaga ketat
semy sedang dirawat oleh dokter, luka sayatan ringan di badan semy nampak membengkak dan membiru
Rosemary dan monalisa nampak menunggu di luar ruangan,setelah beberapa lama akhirnya dokter keluar dari ruangan itu
Monalisa menanyakan keadaan semy kemudian dokter menjelaskan jika senjata yang dipakai komplotan itu menggunakan racun bakteri, itu sebabnya sayatan di tubuh semy membengkak akibat infeksi, dokter sudah menjahit dan membalut lukanya, kemudian dokter memberikan obat dengan dosis yang cukup tinggi untuk melawan bakteri yang sudah terlanjur masuk kedalam tubuh semy
"ini adalah obat khusus untuk melawan racun bakteri diberikan dalam dosis cukup tinggi" ucap dokter
"apa efek samping dari obat itu?" tanya Monalisa
"efek samping obat ini akan membuat badan pasien kedinginan namun berbeda dengan demam kita harus menyelimuti dan memastikan badannya tetap hangat,tolong diperhatikan ya" dokter menjelaskan
Monalisa mengangguk sedangkan Rosemary diam tanpa ekspresi
waktu menunjukan pukul 8 malam Rosemary habis mandi Monalisa membantunya menyisir rambut
"apa kaki nona sudah baikkan?" tanya Monalisa
"iya aku hanya terkilir jadi sudah membaik" jawabnya datar
kaki Rosemary nampak dibalut perban
"aku sudah mengirim tim khusus untuk mencari nancy aku..." Monalisa tak melanjutkan kata katanya karena melihat ekspresi nonanya yang terlihat sedih
"kalo dia tidak melindungi ku mungkin sekarang hanya tinggal namaku saja" ucap Rosemary dengan tatapan kosong
Monalisa tersentak mendengar ucapan nonanya
"kenapa dia mempertaruhkan nyawanya demi aku" Rosemary membayangkan semy yang kesusahan saat melindungi dirinya, lalu dia teringat saat ibunya nyonya Yasmine meminta semy untuk melindungi dirinya
"kenapa harus ada orang yang demi menepati janji sampai tak pedulikan nyawanya sendiri" Rosemary bicara dengan penuh penyesalan
baru kali ini Monalisa melihat Rosemary berada dalam kesedihan
Rosemary tersentak baru kali ini dia melihat Monalisa menangis dan berlutut
"hei apa yang kamu lakukan seorang Agusta yang terhormat tidak boleh berlutut di hadapan orang lain bahkan dihadapan tuannya sekalipun" ucap Rosemary sambil membangunkan Monalisa
"apa gunanya seorang Agusta yang terhormat tapi tidak bisa melindungi nonanya" Monalisa menangis terisak ,disini dapat terlihat Monalisa yang lebih muda dari Rosemary namun selalu bersikap dewasa menunjukkan sisi lembutnya, Rosemary kemudian memeluk Monalisa dan mengelus rambutnya untuk menenangkannya
"jangan menangis,aku sudah berjanji tidak akan mati sebelum berhasil mengambil apa yang menjadi hak kita, karna itu apapun yang terjadi aku pasti akan selamat, jadi jangan menyalahkan dirimu"
Monalisa memandang Rosemary dan perlahan Isak tangisnya menghilang
"sekarang kita harus menangkap nancy dan orang yang menyuruhnya, kumpulkan banyak bukti ,mari kita lakukan yang terbaik Monalisa" ucap Rosemary sambil memegang pipi Monalisa
"aku mengerti, aku pasti akan menangkapnya mau dia mati ataupun hidup" ucap Monalisa yang sudah kembali tenang
"aku percaya padamu" ucap Rosemary lalu memandangi keadaan semy di tempat tidur
Rosemary nampak berpikir lalu
"aku akan tidur disini menemani semy, sepertinya obatnya mulai bereaksi"
"kita harus menjaganya tetap hangat"ucap Monalisa
"apa kita pakai alat penghangat saja" Rosemary berpikir
"tuan semy kedinginan karena efek obat kurasa bila pakai penghangat bukan hal bagus"saran Monalisa
"emh..benar juga,,, kalo begitu bawakan selimut yang lebih tebal dari ini ke sini"
"baiklah nona" ucap Monalisa