
Rosemary tampak kebingungan dia lalu membuka ponselnya mencari informasi dan dia mendapat informasi kalo pohon besar itu tumbang dan memakan korban ,5 orang tewas dan 4 lainnya luka luka evaluasi pohon besar itu juga akan berlangsung lama karena hujan angin lebat
"sepertinya aku memang harus menginap atau apa aku suruh Monalisa menjemputku dengan helikopter ah.. tidak rumah penduduk sini kebanyakan terbuat dari dinding bambu yang ada nanti malah bertebrangan" Rosemary memijat keningnya
sementara semy sedang berdiskusi dengan bibinya
semy lalu menghampiri Rosemary
"nona sepertinya evaluasi pohon itu akan berlangsung lama jadi bagaimana?"
"aku tau..aku sudah mengirim pesan pada Monalisa kalo aku akan menginap kau belikan aku peralatan mandi"
"baik nona" jawab semy
semy lalu memberitahu bibinya kalo Rosemary akan menginap, kemudian dia pergi ke warung terdekat untuk membeli peralatan mandi, saat sampai di warung dia tidak menemukan merk sabun dan sampo yang biasa dipakai Rosemary akhirnya dia membeli merk yang biasa dipakai olehnya saja
Rosemary lalu mengambil kotak darurat dalam mobil yang sudah disiapkan Monalisa ternyata isi kotak itu adalah pakaian dalam handuk kecil celana pendek dan kaos oblong serta skincare
bibinya semy sedang merapikan tempat tidur untuk Rosemary
sementara paman Beni pergi kerumah temannya untuk mengurus pekerjaannya
Rosemary sedang berdiri di dekat kamar mandi menunggu semy yg menurutnya lama sekali
semy datang dia langsung mencari Rosemary dan menemuinya
"kenapa lama sekali" Rosemary kesal
" maaf nona warungnya agak jauh"
Rosemary lalu membuka barang pesanannya
"apa ini" Rosemary heran
"maaf nona merk yang biasa nona pakai tidak ada" ucap semy seadanya
tanpa bicara Rosemary masuk ke kamar mandi
@@@@@
setelah itu mereka makan malam bersama
"mana paman bi" tanya semy
"dia menginap dirumah temannya katanya mau mengurus pekerjaan" jawab bibi maya
"apa nenek sudah makan malam?"
"sudah..tadi bibi yang memberinya sekarang dia sedang istirahat"
"om aku ada PR bantu mengerjakannya ya" ucap ponakan nya
"iya sekarang makan dulu yang banyak" ucap semy sambil mengelus rambut ponakannya
setelah selesai makan malam tak lama kemudian semy dan Rosemary membantu dua ponakan itu mengerjakan PR
ternyata Rosemary bersikap sangat lembut dan penyayang pada anak kecil
setelah itu tanpa terasa sudah jam 9 malam dan hujan masih lebat ,semy dan Rosemary menuju kamar yang sediakan bibi maya, kamar yang sangat kecil dengan ukuran tempat tidur yang pas Pasan untuk dua orang
Rosemary mendekati kasur yang tanpa ranjang itu lalu tangannya membuat garis ilustrasi
"baik nona"
"aku berbaik hati karna kasurnya kecil kubagi dengan rata" Rosemary dengan sombongnya
apa aku tidur di kursi luar saja
batin semy
"kalo kau tidur di luar nanti bibimu mengira kita bertengkar" Rosemary seakan tau pikiran semy
"maaf "ucap semy
Rosemary tidur dengan membelakangi semy
"ingat jaga batasanmu" tegas Rosemary
"iya nona"
malam semakin larut dan hujannya belum reda meski tak selebat tadi tapi anginnya mengencang
semy tidak bisa tidur berbeda dengan Rosemary yang sudah terlelap dengan menguasai selimut kecil yang tidak dipakai dengan benar
Rosemary juga tidurnya banyak bergerak membuat kaos oblongnya menyingkap memperlihatkan perutnya dan sedikit lagi akan terlihat bagian atasnya dia berbalik tidur menghadap semy
semy yang melihat itu
apa apaan ini kenapa tidurnya begitu!!
haah..dan kenapa sabun sampo yang biasa kupakai jadi begitu wangi saat dia yang memakainya ....celana pendek kaos menyingkap, perempuan tapi tidurnya begitu
batin semy
karena merasa tak nyaman semy bangun dan bermaksud menutupi itu dengan selimut yang berada dibawah Rosemary dan saat semy akan melakukan itu tiba tiba mata Rosemary terbuka
"sedang apa kau"
"masuk angin masuk angin wangi sabun wangi sabun" ucap semy yang kaget sambil memejamkan mata
"apa" mata Rosemary membulat lalu membenarkan bajunya
semy langsung menjauhkan tangannya dari selimut
"dengar ya apapun yang terjadi jangan lakukan sesuatu yang bisa membuatku bangun aku tak nyaman dengan kasur kecil ini jadi jangan buat tambah tak nyaman dengan sikapmu apa kau mengerti" Rosemary mengultimatum
" maaf nona" semy pasrah
Rosemary kembali tidur dengan membelakangi semy
malam semakin dingin dan angin semakin kencang, semy mulai mengantuk memejamkan mata tapi tiba-tiba kepala Rosemary mendarat dibahunya, tangan dan kakinya mendarat di badannya seolah semy adalah guling
"aduh bagaimana ini dibangunkan tapi pasti bakal dimarahi" ucap semy pelan
semy mencoba memindahkan tangan dan kaki Rosemary tapi itu tidak berhasil akhirnya dia hanya bisa pasrah dengan perasaan yang sangat gelisah sementara Rosemary tertidur lelap tanpa dosa dan mengeratkan pelukannya karena malam semakin dingin
@@@@@
*********