
semy berada dipekarangan rumah sakit mundar mandir bingung harus bagaimana setelah menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan dia memberanikan diri menelepon Rosemary
"demi nenek demi nenek demi nenek" gumamnya seperti membaca mantra
lalu ada jawaban disana
π" ada apa kamu berani meneleponku"
π"maaf jika saya mengganggu waktu nona"
π"kata maafmu tidak akan bisa membayar kerugian waktuku"
semy mengusap dada mendengar ucapan pedas Rosemary
π" itu...emm...saya eh..."
π" apa sih cepat bilang ada apa jangan bertele-tele" Rosemary emosi
π" itu nenekku tersadar dari koma lalu Tanpa sengaja mendengar saya akan fitting baju pengantin ,beliau jadi tau saya akan menikah dan ,jadi beliau meminta untuk bertemu calon menantunya jadi bisakah nona meluangkan waktu bertemu nenek saya... karna..."
π"tidak mau aku tidak mau pergi kesana apa apaan tidak mau"
π" tapi nona.."
π"siapa kau berani menyuruhku" nada suara Rosemary meninggi
nyali semy langsung menciut mendengar bentakan Rosemary
π" aku tutup telponnya" Rosemary menutup telponnya
semy lemas lunglai disatu sisi dia tak tega pada neneknya, disisi lain sangat tak mungkin mendatangkan Rosemary lalu dengan berharap sedikit harapan dia mengirim pesan pada Rosemary
π¨maaf nona nenek saya berkata dengan kondisinya yang masih sangat lemah beliau mungkin tidak akan bisa menghadiri pernikahan itu sebabnya beliau meminta untuk bertemu anda sebentar dan saya sangat tidak tega jika tidak bisa mewujudkan keinginannya
π©itu tidak ada urusannya denganku dan jangan ganggu aku
balasan Rosemary
"benar benar kejam" guman semy
dia keluar rumah sakit membeli makanan di sebuah kedai, karna sudah seharian dia tidak makan sambil memikirkan cara mendatangkan Rosemary, dia juga ke minimarket membeli beberapa barang kebutuhan neneknya tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam telponnya berdering tertulis nama bapa tukang
π"iya pak bagaimana "
π"barangnya Sudah bapak pindahkan semua"
π" sudah dipindahkan semua baiklah pak terimakasih"
π"bapak juga sudah merapikan dan membersihkannya jadi tempatnya bisa langsung di tinggali"
π" apa terima kasih banyak sudah membereskan semuanya ,saya akan segera kesana setelah pamitan dengan nenek saya"
π"iya titip salam juga buat nenek dari bapak sekeluarga "
π"iya pak terimakasih untuk perhatiannya "
π"iya bapak tutup telponnya ya"
π"iya"
semy lalu bergegas ke rumah sakit untuk menemui neneknya
saat membuka pintu ke ruang rawat neneknya semy dikejutkan dengan sesuatu yang rasanya mustahil
ada Monalisa yang berdiri tegap lalu disamping neneknya ada Rosemary wanita cantik dengan pakaian elegan yang sedang duduk di bangku sambil memegang dan mengelus tangan neneknya , neneknya terlihat terharu bahagia
" itu semy datang " ucap neneknya senang
"selamat datang" ucap Rosemary dengan senyum indahnya
semy masih diam terpaku karna tak percaya akan apa yang dilihatnya dia lalu menampar dirinya sendiri berharap ini bukan mimpi
" aduhh sakit" guman semy
orang orang yang melihat tingkah semy terheran heran termasuk neneknya
Rosemary tersenyum canggung lalu menghampiri semy
"apa yang kamu lakukan" ucapnya lembut lalu menggandeng tangan semy dengan mesra
neneknya tersenyum bahagia melihat semy dan Rosemary
semy dan Rosemary duduk di bangku disamping neneknya
"apa kalian sungguh akan menikah ini sungguh luar biasa menantuku cantik sekali seperti bidadari yang turun dari langit" ucap neneknya penuh takjub
" iya nenek kami akan segera menikah maaf waktu rencana pernikahan terjadi nenek sedang terbaring sakit..apa kamu sudah bilang pada nenek kalo kita akan menikah dua Minggu lagi?" ucap Rosemary sambil bertanya pada semy
" eh eh..." semy sepertinya masih setengah sadar dengan kelembutan Rosemary
"kamu sangat cantik dan menawan apa alasanmu bersedia menikah dengan cucuku yang sederhana ini"
Rosemary tersenyum malu lalu menjawab
" karena aku mencintainya nenek kesederhanaan dan ketulusan hatinya sudah meluluhkan hatiku ,karna itu aku memutuskan untuk hidup dengannya selamanya" ucap Rosemary sambil menyematkan rambut dibalik telinganya
neneknya sangat terharu mendengar Jawaban Rosemary
" semoga kalian diberkahi tuhan" ucap neneknya sambil berlinang air mata
dia lalu melepaskan cincin dijarinya cincin pemberian suaminya yang berharga
"semy berikan ini pada menantuku dihari pernikahan" ucap neneknya sambil memberikan cincin pada semy
"ini adalah cincin nenek yang paling berharga jangan nek" ucap semy sedih
"menantuku jauh lebih berharga dari apapun aku rela memberikan apapun demi kebahagiaan kalian" ucap neneknya penuh ketulusan
semy hanya menerima cincin itu
setelahan kejadian yang mengharukan itu semy disuruh neneknya untuk mengantar Rosemary
saat Rosemary akan memasuki mobil
"bagaimana akting ku sangat bagus kan aku harap kau juga berakting sama bagusnya dihadapan keluargaku dan jangan tunjukkan wajah bodohmu seperti barusan ,keluargaku licik dan pintar mereka akan langsung tau kalo kau bersikap bodoh sedikit saja" ultimatum Rosemary
Rosemary sudah kembali ke tabiat aslinya
"ingat jangan bertindak bodoh ingat itu baik baik" titahnya lagi setelah masuk mobil
"kenapa aku tidak mendapat jawaban" ucapnya kali ini menunjukkan wajah dinginnya
" baik nona " jawab semy
" jangan baik baik tapi tetap bertingkah bodoh" Rosemary mengingatkan
" maaf nona tidak akan lagi " semy pasrah
" baiklah aku pergi"
semy lalu menunduk hormat
lalu mobil itu melaju meninggalkannya
ternyata memang tidak mungkin dia memiliki sikap baik
@@@@@