
semi tertembak demi melindungi Rosemary, lalu dengan cepat semy melempar batu tepat kearah mata penjahat itu membuat penjahat itu hilang keseimbangan lalu secepat kilat semy menangkap kaki penjahat itu dan menjatuhkannya lalu semy mengambil senjata api milik penjahat itu dan dipakai untuk menghajar si penjahat sampai tidak sadarkan diri
Rosemary yang menyaksikan itu terdiam di balik ketakutan
semy mengambil ponsel milik penjahat itu
"nona hubungi Monalisa dan minta bantuan" ucap semy sambil menahan sakit
dengan cepat Rosemary langsung menghubungi Monalisa
๐hallo
๐"ini aku cepat bantu,,aku diincar penjahat"
๐"segera nona tolong jangan matikan ponselnya"
ucap Monalisa dengan kaget dan khawatir namun dia harus tetap tenang
Monalisa bergegas dia melacak keberadaan Rosemary dan langsung mempersiapkan bantuan
sementara dihutan Rosemary mengalami cedera kaki
"kita harus pergi ke tempat terbuka agar Monalisa mudah menemukan kita" ucap semy
Rosemary hanya mengangguk, namun Rosemary kesulitan berjalan karena kakinya yang mulai bengkak tanpa ba-bi-bu semy langsung menggendongnya
"hei kau kan sedang terluka" ucap Rosemary khawatir
"tidak apa-apa yang penting kita harus cepat keluar dari tempat berbahaya ini" ucap semy
di tempat yang cukup terbuka semy dan Rosemary beristirahat dibawah pohon besar, Rosemary nampak kesakitan dengan kakinya yang membengkak, semy melepas jaketnya kemudian mengambil pisau yang direbut dari penjahat lalu membakar pisau itu dengan korek api sebentar dan dipakainya untuk mengeluarkan peluru dari lengannya, Rosemary yang melihat itu ngilu sendiri, lalu semy menghampiri Rosemary
"tolong robek baju nona bagian bawahnya untuk membalut lukaku " ucap semy
"apa robek,,oh itu,,iya" Rosemary kalap sendiri
lalu Rosemary merobek baju sifon bagian bawahnya dan diberikan ke semy
setelah selesai membalut lukanya, semy yang badannya mulai lemas
"aku akan membetulkan kaki nona yang keselo,,ini akan sedikit sakit tolong tahan" ucap semy lalu memegang kaki Rosemary
"maaf sekarang kaki nona sudah betul tinggal tunggu bengkaknya hilang saja" ucap semy
"kamu ya katanya sakitnya sedikit" buk buk tanpa sadar Rosemary memukul semy
"iya maaf nona" ucap semy yang pasrah tanpa perlawanan
tiba tiba penjahat itu datang lagi Rosemary yang melihat itu langsung memeluk semy
semy menggendong Rosemary lalu dengan pelan bejalan ke balik pohon yang tak akan terlihat oleh penjahat
"sepertinya ini penjahat yang lainnya" ucap semy
"bagaimana ini" Rosemary ketakutan
mereka membawa senjata api sepertinya mereka berniat menghabisi semy dan Rosemary dengan cepat
semy mengeluarkan senjata api yang dia ambil dari penjahat tadi,, waktunya tidak banyak badan semy semakin lemas karena mengeluarkan banyak darah saat di tembak tadi,, semy memikirkan cara agar bisa menyelamatkan Rosemary
namun saat penjahat itu hampir mendekat ke arah pohon tiba tiba para penjahat itu tertembak dari jauh mereka pada berjatuhan
semy dan Rosemary kaget namun terdengar suara helikopter yang mendarat
"nona" suara Monalisa yang turun dari helikopter langsung berlari ke arah Rosemary dan memeluknya sambil berderai air mata melihat kondisi memprihatinkan nonanya
ternyata yang menembakki para penjahat itu adalah orang orang yang di bawa Monalisa
semy yang melihat nonanya sudah aman sekarang merasa lega,tiba tiba dia merasa pusing lalu badannya langsung ambruk
bruuakk
"semy,,," teriak Rosemary yang langsung menghampiri semy
"tolong lakukan sesuatu" ucap Rosemary sambil memeluk semy
@@@@@@
ย