Miss CEO

Miss CEO
10 persiapan pernikahan


setelah semy selesai fitting dan mengurusi urusan lainnya dia kembali pada kegiatan nya mengunjungi neneknya sebentar sekedar membantu menyuapi makan siang lalu setelah itu di berangkat ke suatu tempat grosir penjualan kayu kayu ,tempat yang cukup jauh dengan jarak tempuh sekitar 2jam setelah sampai disana dia memilih kayu kayu setelah kayu pesanannya siap antar dia dikejutkan dengan seseorang yang memegang bahunya


"pak semy ya yang dulu di perusahaan lighting properti ya" ucap yang memegang bahu yang ternyata dikenali semy


"oh pak Tony lama tidak bertemu" ucap semy ramah tamah


pak Tony :"iya sudah lama sekali apa bapak kesini untuk membeli kayu bapak sendiri?"


semy :"iya pak saya membuka usaha sendiri sekarang"


pak Tony :"properti buatan bapak di kafe saya begitu disukai,orang orang slalu berkata kafe saya memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki desain properti yang memiliki nilai estetika tersendiri saya sangat berterima kasih" pak Tony penuh kebanggaan


semy sangat bahagia mendengar pernyataan pak Tony sebuah semangat membara tiba tiba muncul dalam dirinya optimis dan kepercayaan diri menjadi tumbuh subur


"terimakasih pak perkataan bapak membuat semangat tumbuh di hati saya" ucap semy tulus


pak Tony menepuk pundaknya lagi


" lebih baik bekerja jadi bos kecil daripada bekerja pada bos besar yang tidak tau cara menghargai pegawainya" ucap pak Tony sepertinya tau masalah semy


" terimakasih pak nasehat anda sangat bermakna" semy benar benar merasa bahagia bertemu seseorang yang percaya pada kejujurannya


setelah membeli semua kayu semy kembali ke garasinya dimasukan dan disusun rapi kayu kayu itu oleh pegawai


semangat semy tumbuh subur sepulang dari membeli kayu tersebut


"lihat saja aku pasti akan berhasil" semy optimis


semy teringat pertemuan pertama dengan pak Tony ,pak Tony terkenal sebagai orang yang sangat berhati hati dalam menilai rancangan properti saat dia bekerja sama dengan perusahaan cahaya properti tempat semy Bekerja dulu banyak rancangan para desainer yang ditolaknya karena merasa karya karya mereka biasa saja tidak memiliki nilai estetika lalu dia menemukan karya semy yang masih merupakan pendesain junior diperusahaan itu namun dia dengan berani memilih semy yang masih junior untuk menjadi dasainer untuk properti kafe nya,itu adalah masa bahagia semy diperusahaan itu sebelum akhirnya dia mengalami keterpurukan terdalam


tak terasa waktu menunjukan pukul 06:00 sore waktu yang ditentukan untuk menemui neneknya


sementara disisi lain para asisten Rosemary disibukan untuk persiapan pernikahan yang dilakukan secara diam diam karna Rosemary ingin keluarga besarnya tau dia menikah di hari H saja Rosemary tidak ingin persiapan pernikahan diketahui keluarga besarnya untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan


Rosemary sampai dirumahnya pekarangan rumah yang begitu luas dan rumah yang megah yang seperti istana kastil di negeri dongeng


saat dalam rumah


"kau sudah pulang" ucap Eduardo


yang merupakan kakak tirinya


"singkirkan sikap sombong mu itu orang sombong kalau jatuh sakit loh" ucap Eduardo mencibir


" jatuh kemana" ucap Rosemary tatapan matanya menantang


"jatuh ke lubang penderitaan" ucap Eduardo menajamkan mata mengintimidasi


"sakit itu adalah saat kau jatuh pada lubang yang kau buat sendiri" ucap Rosemary mengeluarkan aura dinginnya


Eduardo merasa ada kepercayaan diri tinggi dalam ucapan Rosemary


"kenapa dia sepercaya diri seperti ini apa dia sudah menemukan cara untuk mengatasi masalah yang kubuat bukankah para dewan direksi saat ini sudah mulai menghawatirkan kepemimpinan nya tapi kenapa" Eduardo dalam hati


"aku hanya akan beritahu padamu segala sesuatu akan selalu berada ditempatnya anak yang sah akan ada diposisi yang sah dan anak yang tiba tiba datang Tampa ikatan yang sah selamanya akan berada di luar ikatan itu" ucap Rosemary mencibir


"berani kau" Eduardo emosi dan akan memukul Rosemary


"APA ...kau ingin memukulku, coba sentuh aku kalo kau ingin tanganmu tidak bisa digunakan lagi" nada suara Rosemary meninggi mata Rosemary memerah menandakan amarah yang tidak terbendung


Eduardo menahan amarahnya napasnya memburu


"aku juga anak kandung dari papa dan kakak satu ayah denganmu seharusnya kau menjaga ucapanmu" ucap Eduardo masih penuh amarah


"kau ingin aku menjaga ucapanku lalu kau dan ibumu kenapa tidak menjaga sikap pada ibuku kau pikir aku tidak tau apa yang selama ini kalian lakukan pada ibuku kau pikir aku tidak tau bagaimana kalian mencoba menindas dan menyikirkan ibuku" wajah Rosemary memerah


Eduardo :"kau.."


"kalau saja ibuku tidak melarangku kalian pasti sudah kubunuh" ucap Rosemary mengintimidasi


Eduardo :"kau tidak akan berani"


"tidak berani aku peringatkan ya aku bukan orang baik hati seperti ibuku yang selalu memaafkan kesalahan orang lain aku bukan orang lemah lembut seperti ibuku yang hanya bisa menangis saat ditindas aku bukan penakut seperti ibuku yang tidak bisa memberi pembalasan aku adalah orang pendendam yang akan memberi pembalasan berkali kali lipat pada orang yang menyakitiku tidak peduli jika aku harus dipenjara ataupun mati yang penting aku bisa membalaskan dendam ku jadi kalau kau menyayangi hidupmu maka jagalah sikapmu" ucap Rosemary penuh ancaman dan tatapan tajam


Eduardo terpaku dia teringat pada orang yang pernah dihancurkan Rosemary dimana perusahaan orang tersebut dihancurkan Rosemary dalam waktu 2 hari


"gila aku harus benar benar berhati hati kalau tidak aku bisa mampus"ucap Eduardo yang tiba tiba merasa merinding dengan Rosemary


@@@@