Miss CEO

Miss CEO
01 cantik tapi sadis


Rosemary berusia 27 tahun ,gadis yang sangat cantik berwajah malaikat sangat kaya raya, memiliki kulit seputih susu, tubuh yang ramping rambut yang indah dan pakaian bermerk yang menyempurnakan kecantikannya ,dia seorang CEO muda perusahaan prolive bidang property, lahan saham dan pembangunan,dia selalu menjadi idaman para pria namun dibalik kecantikannya yang sempurna dia tipikal orang yg tidak akan segan segan menjatuhkan lawannya sampai kedasar yang paling dalam ,hal itu juga yang membuat orang orang yang ingin menjatuhkannya sangat berhati hati, dikeluarga dan sekitarnya dia dikenal berhati dingin dan sadis


" sial trik apa lagi yang mereka gunakan untuk menjatuhkanku " Rosemary tampak kesal


" mereka menggunakan trik dengan menyebarkan gosip kalo nona tidak tertarik pada laki laki, tidak berniat menikah dan tidak berniat memiliki keturunan" ucap Monalisa asisten Rosemary


" aku memang tidak berniat menikah dan memiliki keturunan tapi digosipkan tidak tertarik pada laki laki itu menyebalkan sekali"


"sodara tiri anda tuan Eduardo sudah sangat yakin mewarisi perusahaan prolive tapi perusahaan malah jatuh ke tangan anda yang seorang perempuan membuatnya tidak terima "


" tentu saja perusahaan harus jatuh kepadaku yang merupakan anak dari istri yang sah Dia yang merupakan anak dari selingkuhan tidak akan kubiarkan merebutnya" Rosemary nampak marah


"bagaimana tanggapan para dewan direksi pemegang saham " tanya Rosemary


" para anggota dewan sepertinya sudah terpengaruh dengan gosip itu menurut informasi mereka mulai menghawatirkan masa depan perusahaan jika dipimpin oleh seorang perempuan yang tidak berniat menikah dan mereka lebih khawatir tentang gosip anda yang tidak tertarik.... "


" hentikan " Rosemary menghentikan penjelasan Monalisa sepertinya sudah tak tahan lagi


" Carikan aku laki laki untuk kunikahi kalo bisa yang bodoh dungu dan gila uang supaya bisa ku urus dengan mudah ah..tidak tidak masalah ini biar aku sendiri yang urus"


"saya akan bantu " ucap Monalisa


disisi lain tampak pemuda bernama Semy dia duduk di bangku rumah sakit menunggui neneknya yang sakit parah lalu kemudian dokter memanggilnya


dokter " seperti yang anda tahu pasien membutuhkan donor jantung dan puji tuhan ada keluarga yang bersedia mendonorkan jantung keluarganya yang tadi pagi meninggal dan untuk biaya operasi serta santunan dibutuhkan dana 250 juta bagaimana apa anda menyetujui operasi ini"


"lakukan saja dokter saya akan usahakan uang nya " ucap Semy


"tapi operasi ini tidak bisa dilakukan jika anda belum bisa melunasi biaya administrasi karena anda harus membayar biaya santunan pada keluarga yang bersedia mendonorkannya" ucap dokter


keesokan harinya kata kata dokter begitu terngiang ngiang ditelinga semy.


dia memandangi perusahaan tempat dia melamar kerja perusahaan Prolive


Semy duduk menunggu panggilan wawancara setelah beberapa lama akhirnya namanya dipanggil


"silahkan lewat sini " ucap salah satu staf


Semy diwawancarai langsung oleh Monalisa


" saya di fitnah menggelapkan dana pembuatan properti, saya juga tidak tahu kenapa nama saya ada di daftar itu, meski akhirnya nama saya berhasil dibersihkan dan tidak masuk penjara saya tetap dipecat secara tidak hormat diperusahaan itu" Semy menjelaskan


" maaf pak perusahaan kami tidak bisa menerima karyawan yang memiliki riwayat dipecat secara tidak hormat " ucap Monalisa tegas


" tolong nona beri saya kesempatan...." ucap Semy tangannya memohon


telpon berdering Monalisa menjawabnya dan itu telpon dari atasannya Rosemary


📞" iya nona"


" tolong beri saya kesempatan saya butuh pekerjaan ini saya.."suara semy


📞" siapa itu berisik sekali" tanya Rosemary


" saya butuh uang untuk biaya pengobatan nenek saya " semy memohon


📞" tuan bisakah anda diam saya sedang menelepon atasan saya " Monalisa mulai kesal


" saya benar benar butuh uang tolong bantu saya "


📞" tuan anda.."Monalisa mulai habis kesabaran


📞"monaLisa biarkan dia menemuiku " ucap Rosemary tiba tiba


📞" magsud nona laki laki yang sedang bicara dengan saya ini menghadap anda " Monalisa heran


📞" iya benar " ucap Rosemary


📞" baiklah nona " Monalisa menutup telponnya


"mari ikut saya menghadap nona CEO"


ucap Monalisa pada semy


" iy iya ya" semy tergagap


@@@@@