Miss CEO

Miss CEO
17 kamar Rosemary


Monalisa membukakan pintu rumah lalu mempersilahkan semy masuk


penghuni rumah Emma dan Eduardo sepertinya sudah menanti kedatangan semy


"pak Sam tolong bawakan koper tuan semy ke kamar nona Rosemary"ucap Monalisa


"baik nona" ucap pak Sam


"selamat datang dirumah kami" ucap Emma seolah menyambut semy


"perkenalkan saya ibunya Rosemary dan ini Eduardo kakaknya Rosemary" Emma melanjutkan sambil mengulurkan tangan


semy menyambut salaman tangan itu tapi Eduardo tidak mengulurkan tangan hanya menatap sinis ibunya menyikut pelan lengan Eduardo lalu Eduardo pun mengulurkan tangannya


saat kedua tangan itu bersalaman Eduardo mencengkeram erat tangan semy ,tangan semy terbiasa bekerja kasar dia tidak merasa sakit dengan cengkraman itu dan hanya menatap Eduardo


"ya salam kenal" semy dengan ekspresi datar


Eduardo tampak terkejut dia melepaskan tangannya


apa dia tidak merasakan apapun


batin Eduardo


"baik cukup perkenalannya mari tuan semy ikuti saya" ucap Monalisa dengan tegas


semy mengikuti Monalisa menuju kamar Rosemary mereka menaiki anak tangga


kamar Rosemary ya kira kira seperti apa ya kamar perempuan yang menyebalkan itu biasanya orang yang berintegritas tinggi akan menyukai warna warna santai seperti putih krem dan coklat


batin semy


tak butuh waktu lama sampailah dikamar Rosemary kamar yang diawali pintu hitam


"ini kamar nona yang sekarang menjadi kamar anda juga dan bila ada yang anda perlukan pak Sam akan membantu anda" ucap Monalisa


pak Sam yang berada disamping Monalisa langsung mengangguk kan kepala


"baiklah terimakasih nona sekertaris" ucap semy


"Monalisa panggil nama saya ,anda tuan saya sama seperti nona Rosemary jadi jangan canggung memanggil nama saya"


"baiklah Monalisa terimakasih" ucap semy tersenyum simpul


setelah itu Monalisa pamit pergi


@@@@@


"tunggu" ucap Emma


Monalisa menghentikan langkahnya


"sampai berapa lama orang asing itu akan tinggal dirumah kami" ucap Emma sinis


"orang asing itu adalah suami nona kenapa anda tidak menanyakan langsung pada nona" jawab Monalisa tak kalah sinis


"kau sengaja bilang begitu karena kau tau aku tidak akan berani menanyakan itu pada Rosemary kan" Emma kesal


"benar sudah seharusnya anda tidak berani menanyakan apapun pada nona dan akan jauh lebih baik jika anda juga tidak menggangu hal yang menjadi milik nona" ucap Monalisa dengan nada tegasnya


orang ini


Emma merasa geram


sementara itu semy mulai memasuki kamar Rosemary dan alangkah terkejutnya dia ternyata kamar Rosemary tidak bernuansa putih krem coklat atau bernuansa seperti kamar raja raja melainkan bernuansa pink pekat, pink muda ,ungu muda dan hitam


"ini terlihat seperti kamar Barbie cuma bedanya furniture yang dibuat sangat elegan tidak kekanakan aku tidak menyangka nona Rosemary menyukai warna warna mencolok seperti ini " ucap semy heran


diilihatnya sekeliling ada ranjang berukuran sangat besar berbalut sprei pink pulkadot hitam lalu ada karpet bulu berwarna pink lalu ada sesuatu seperti kursi namun berbentuk bola raksasa setengah kempes berwarna perpaduan hitam putih pink barang barang disana juga kebanyakan berwarna pink dan ungu muda


semy masih terpaku memandangi tempat itu


"ehemm" pak Sam berdehem


membuyarkan lamunan semy


"tuan lemari pakaian ada disebelah sana mau saya bantu bereskan" ucap pak sam


"tidak usah pak biar saya bereskan sendiri"


"baiklah tuan saya permisi dulu"


semy menganggukkan kepala


semy masuk keruang tempat pakaian lalu membereskan pakaian nya kedalam lemari yang ditunjuk pak Sam ruang pakaian Rosemary ternyata bernuansa putih dan hitam setelah selesai membereskan pakaian dia berniat mandi


dan lagi lagi dikejutkan dengan nuansa kamar mandinya bagaimana bisa dari mulai bathtub, closed dan peralatan lain disana berwarna pink diamond dan ungu muda


"ini... apa benar aku harus tinggal disini dan memakai....ini kan cewe banget"


semy menghela napas panjang memijat pelipisnya wajahnya


@@@@