
dirumah Rosemary dan ibunya nampak sibuk di dapur untuk mempersiapkan makan malam
sementara semy menunggu diruang televisi sambil meminum kopi dan memakan beberapa camilan menonton acara olahraga adalah kesukaannya
setelah selesai memasak nyonya Yasmine menghampiri semy
"makan malam sudah siap nak ayo kita makan dulu"
"oh iya bu"
mereka makan malam bertiga seperti biasa Rosemary membatu semy untuk mengambilkan makanan yang ingin dimakannya
nyonya Yasmine sangat senang karena dimatanya itu terlihat romantis
setelah selesai Rosemary meminum minuman nya
"jadi mana cucuku apa sudah ada kabar baik kalian kan sudah menikah cukup lama"
Rosemary langsung tersedak dengan minumannya semy bergegas membatu dengan menepuk pelan tengkuk Rosemary
ibunya mengerenyitkan dahi seperti mencurigai sesuatu
"kenapa bisa tersedak kau kan bukan anak kecil lagi"
"maaf bu"
"aduuh" ibunya menepuk jidat
"begini bu aku dan semy sangat sibuk bekerja, ibu tau sendiri kan mungkin aku akan menunda punya anak"
"jangan bilang kalau kalian bahkan belum pergi berbulan madu"
"itu juga karena kami sangat sibuk"
"Rosemary alasan macam apa itu yang namanya orang sudah menikah kalian harus mengutamakan waktu bersama dulu baru pekerjaan menyempatkan waktu satu Minggu untuk berlibur sesudah menikah bukan suatu hal yang menguras waktu kan"
"iya maaf bu"
"lagipula ibu kesepian disini kalo saja aku punya beberapa cucu disini mungkin suasana rumah akan jadi ramai" ibunya berbicara dengan penuh pengharapan
kalau ibu tau pernikahan ku hanya settingan apa yang akan terjadi ya ampun aku harus bagaimana
"nak semy besok sebelum pulang ibu akan buatkan sayur kecambah biar kalian bisa cepat punya anak jangan menunda punya anak itu tidak baik"
wajah semy nampak bingung dia menggaruk kepalanya yang tak gatal sementara Rosemary menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya entah apa yang dipikirkan Rosemary
" aturlah waktu untuk pergi berbulan madu jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan nak"
"baiklah ibu aku akan menghubungi Monalisa untuk mengatur semuanya"
setelah selesai makan mereka berbincang sebentar diruang televisi membahas perusahaan setelah itu mereka beristirahat dikamar masing masing
Rosemary menyuruh semy untuk tidur disofa karna disana tidak ada Emma dan Eduardo jadi aman kalau tidur terpisah
@@@@@
menjelang pagi waktu sarapan benar saja nyonya Yasmine membuatkan sup kecambah untuk semy, Rosemary memijit pelipisnya bingung harus bersikap seperti apa ,sementara semy nampak canggung namun tetap memakan sup itu dan mengatakan kalau rasa supnya enak, semy memang canggung dengan sup itu namun dia jujur tentang rasa dari supnya , nyonya Yasmine sangat senang karna semy menyukai rasa supnya dia lalu berkata akan meminta kepala pelayan dirumah Rosemary untuk membuatkan sup itu setiap pagi untuk semy sementara itu Rosemary semakin terlihat pusing tidak tau harus bersikap seperti apa mendengar pernyataan ibunya
@@@@@
waktu pulang tiba mereka berpelukan dengan hangat nyonya Yasmine melepas kepergian Rosemary dengan air mata
"jangan menangis bu aku pasti akan kesini lagi" Rosemary sambil memeluk dan menepuk punggung ibunya
"iya ibu tau berhati-hatilah nak jaga dirimu"
Rosemary mengangguk
nyonya Yasmine lalu memeluk semy
"menantuku tolong jaga putriku dengan baik aku slalu khawatir akan ada orang yang menyakitinya apapun yang terjadi jangan tinggalkan dia dan selalu lindungi dia" ucapnya dengan derai air mata
"iya ibu aku pasti akan melakukan semua yang ibu katakan" semy ikut merasa terharu
"iya ibu percaya padamu kau pasti bisa melindungi putriku"
@@@@@
___________