
Rosemary gadis yang sangat cantik berwajah malaikat namun berhati sadis sedang merendahkan laki laki yang ada di depannya
kau melakukan penggelapan dana kau pasti orang yang gila uang kuharap kau tidak munafik menolak demi mempertahankan harga diri yang tidak ada harganya itu dan ya pasti nenekmu sakit karna memikirkan cucu menyebalkan sepertimu
batin Rosemary berspekulasi sendiri
Semy tertegun melihat amplop coklat besar yang berada di tepi meja seolah tak percaya dirinya mendapatkan perlakukan yang merendahkannya
kenapa aku diperlakukan seperti ini apa salahku
batin semy
"kenapa tidak menjawab " Rosemary mulai kesal dia mengetuk ngetukkan jarinya ke meja
Semy melihat jari Rosemary yang mengetuk meja jari yang sangat indah seperti sebuah maha karya dengan balutan kutek warna warni membuat jari jari itu semakin menawan tapi entah mengapa bagi semy jari jari itu mengingatkannya pada sesuatu hal yang paling ingin dia lupakan
" ibu mau kemana " ucap Semy kecil pada ibunya yang sedang memakai kutek warna merah
"diam bukan urusanmu " ucap wanita yang disebut ibu itu dengan sinis dan tatapan tajam
Semy menciut ketakutan
tak lama kemudian terdengar bunyi klakson mobil ,wanita itu langsung bergegas menghampiri
" ibu ibu mau kemana ikut " ucap adik kembar Semy
" minggir kalian " ucap wanita itu mendorong kasar anak kembarnya
"huhuhuhu" anak kembar itu tersungkur lalu menangis ketakutan, semy pun ketakutan melihat ibunya yang tidak segan segan mengkasari anak anaknya
kemudian wanita itu pergi dengan menaiki mobil yang menjemputnya
"wanita mengerikan " ucap Semy tiba tiba membuat Rosemary terperanjat dalam duduknya
" apa kau baru saja bilang aku mengerikan " Rosemary datang menghampiri Semy dengan marah lalu mendorong dorong tubuh semy
Semy termundur beberapa langkah
" Coba bilang lagi kalo kau ingin kuhabisi " ucap Rosemary sambil menarik kerah baju Semy
Semy terdiam dia menatap wajah Rosemary mata semy berkaca-kaca
" apapun perjanjiannya saya setuju jadi berikan uangnya saya butuh uang itu segera " ucap Semy berusaha tegar
Rosemary mengatupkan bibirnya menahan marah yang hampir meledak
" kalo kau butuh uangnya kenapa tidak bilang iya dari tadi ,malah diam sok sok an tak butuh dan membuat drama dengan mengataiku " Rosemary mencoba mengendalikan amarahnya
"haaaah..." mendengar kata maaf dari Semy Rosemary menjadi tenang kembali dia mengatur nafasnya
dia lalu berjalan mengambil amplop dan menyerahkan pada Semy
" saat kau menerima amplop ini kau tidak akan bisa mundur membatalkan atau kabur "
" nenekku sedang sakit bagaimana bisa saya kabur " jawab Semy
" ya syukur kalo kau berpikir begitu karna kalo kaburpun aku punya 1001 cara untuk menghukummu " Rosemary menyilangkan tangan
Semy lalu membuka amplop disana terdapat cek senilai 350 juta dan surat kontrak dan dibacanya surat kontrak itu
isinya
perjanjian pernikahan
pihak pertama Rosemary Alvaro
pihak kedua. Semy Aprilio
dengan menandatangani surat kontrak ini maka pihak kedua yaitu Semy Aprilio menyetujui untuk menuruti melakukan dan Tampa membantah keinginan atau perintah pihak pertama yaitu Rosemary Alvaro sekalipun jika keinginan atau perintah pihak pertama merugikan pihak kedua maka akan tetap di turuti
begitulah bunyinya
Semy memandang Rosemary tatapannya menunjukkan jika isi surat kontaknya keterlaluan
" kau tidak mau " Rosemary menatap tajam penuh intimidasi
" tidak saya setuju "
sudahlah Dimata gadis ini aku bagai sampah yang tak memiliki harga diri yang penting nenek selamat
batin semy
"besok sore jam 5 kita bertemu untuk membahas yang harus dilakukan selanjutnya akan ku kirimkan lokasi tempatnya bawa surat kontrak itu pastikan kau menandatanganinya dengan benar " ucap Rosemary
" baik nona " jawab Semy tertunduk
" aku sibuk kau boleh pergi " ucap Rosemary sambil mengibaskan tangan
Semy membungkuk hormat lalu pergi
@@@@@