
Rosemary dan semy sampai diruang rawat neneknya , neneknya begitu bahagia melihat Rosemary datang menemuinya, disana juga ada bibi maya yang sudah datang sedari pagi
"oh..menantuku yang cantik akhirnya kamu datang menemuiku" nenek penuh haru sambil memeluk
"maaf baru bisa datang sekarang aku salah" ucap Rosemary ramah dan membalas pelukan
"anakku yang cantik kemarilah peluk bibimu ini" bibi Maya juga ingin dipeluk Rosemary
"tentu saja" Rosemary pun membalas pelukan bibi Maya dan tersenyum tulus
sementara semy menjadi gelisah takut Rosemary tidak nyaman dipeluk keluarganya
"nenek aku kesini selain menjenguk juga untuk mengantar nenek pulang" ucap Rosemary
"oh..oh.. berarti kamu akan mengunjungi rumahku oh ini kabar bagus" bibi Maya terkejut
"iya aku ingin ikut mengantar nenek pulang" ucap Rosemary tersenyum sambil mengusap tangan nenek
"lihat menantuku yang cantik ,perhatian padaku sampai ingin mengantarku pulang" nenek sangat bahagia
sementara semy semakin gelisah membayangkan Rosemary pasti akan risih dengan kondisi rumah keluarganya
"kenapa kamu melamun terus cucuku, dari tadi kamu bahkan tidak bersuara" ucap neneknya yang sedari tadi melihat semy seperti orang kebingungan
"aku tidak apa apa nek aku hanya lupa menaruh barang dan mencoba mengingatnya" semy berbohong
"lain kali berhati-hatilah kalo menaruh barang supaya selalu diingat" nasehat bibi maya
"iya" jawab semy
tak lama kemudian datanglah dokter dan suster mereka memberikan beberapa perlengkapan untuk orang yang telah operasi
dokter :"selamat pagi" tersenyum
"selamat pagi juga" orang orang disana balas menyapa
dokter lalu menghampiri semy
dokter :"ini adalah perlengkapan yang harus dibawa dan daftar yang harus dilakukan ibu Sarah selama fase penyembuhan dirumah"
semy :"baik terimakasih dokter" ramah
dokter :"baiklah saya permisi dulu semoga ibu Sarah cepat pulih dan kembali sehat" tersenyum lalu undur diri
"terimakasih "jawab keluarga semy
@@@@@
semy sangat berhati-hati saat memindahkan neneknya dari kursi roda ke mobil Rosemary, dia juga memindahkan parcel ke bagasi sesuai instruksi Rosemary agar kursi semakin luas
dan mobil pun melaju dengan semy sebagai pengemudinya ,butuh waktu 60 menit dengan kecepatan sedang untuk sampai ke desa rumah bibi maya
dan akhirnya sampai kerumah bibi maya rumah yang sangat sederhana jauh dari kata mewah, saat semy membantu neneknya untuk turun dari mobil nampak paman Iko dan kedua cucu bibi maya datang menyambut
suasana haru terlihat dirumah itu
paman Iko lalu mendorong kursi roda nenek semy kedalam rumah diikuti bibi maya
"mari anakku yang cantik masuklah" ajak bibi maya Lo pada Rosemary
"eh iya" jawab Rosemary canggung
batin semy
jadi ini rumah keluarga semy yang didatangi Monalisa ternyata kondisinya sama seperti yang diceritakan monalisa
batin Rosemary
"mari nona" ucap semy mempersilahkan duluan
"bareng denganmu" ucap Rosemary sambil menggandeng tangan semy
merekapun masuk berbarengan
syukurlah ruangan rumah itu terlihat bersih dan rapih sepertinya paman Iko membereskannya dan itu membuat semy sedikit bernapas lega
semy membantu membaringkan neneknya ketempat tidur, setelah itu bibi maya datang untuk membantu nenek berganti pakaian,
semy pun keluar dan berpindah ke dapur untuk melihat adakah bahan makanan untuk makan siang
sementara Rosemary duduk di kursi ditemani dua ponakan semy yang lucu lucu, yang satu duduk di pangkuannya yang satu lagi disisiri rambutnya oleh Rosemary
semy menghampiri bibi maya yang masih sibuk mengurus nenek
semy :" bi aku mau pergi ke pasar tradisional untuk belanja bahan makanan untuk makan siang"
"oh baiklah tidak apa apakan sendiri" ucap bibi maya
semy :"iya tidak masalah"
saat semy akan berangkat
"tunggu " ucap Rosemary memanggil
semy menghentikan langkahnya
"Tante antar paman dulu ya" ucap Rosemary pada dua gadis lucu itu
"iya Tante" jawab mereka nurut sekali
Rosemary menghampiri semy
" ikut" pinta Rosemary
"yakin mau ikut aku mau pergi ke pasar tradisional tempatnya agak...." ucap semy heran
"iya tau tadi juga dengar" ucap Rosemary memotong ucapan semy
Rosemary lalu menggandeng tangan semy
"pokonya ikut" tegasnya lagi
dengan perasaan berat mau tak mau semy pun membawa Rosemary
keluarga semy yang mendengar itu tersenyum senyum
"namanya juga pengantin baru tidak mau terpisah" ucap bibi maya pada nenek semy keduanya lalu tertawa pelan
@@@@@