Miss CEO

Miss CEO
28 pokonya ikut


Rosemary dan semy sampai diruang rawat neneknya , neneknya begitu bahagia melihat Rosemary datang menemuinya, disana juga ada bibi maya yang sudah datang sedari pagi


"oh..menantuku yang cantik akhirnya kamu datang menemuiku" nenek penuh haru sambil memeluk


"maaf baru bisa datang sekarang aku salah" ucap Rosemary ramah dan membalas pelukan


"anakku yang cantik kemarilah peluk bibimu ini" bibi Maya juga ingin dipeluk Rosemary


"tentu saja" Rosemary pun membalas pelukan bibi Maya dan tersenyum tulus


sementara semy menjadi gelisah takut Rosemary tidak nyaman dipeluk keluarganya


"nenek aku kesini selain menjenguk juga untuk mengantar nenek pulang" ucap Rosemary


"oh..oh.. berarti kamu akan mengunjungi rumahku oh ini kabar bagus" bibi Maya terkejut


"iya aku ingin ikut mengantar nenek pulang" ucap Rosemary tersenyum sambil mengusap tangan nenek


"lihat menantuku yang cantik ,perhatian padaku sampai ingin mengantarku pulang" nenek sangat bahagia


sementara semy semakin gelisah membayangkan Rosemary pasti akan risih dengan kondisi rumah keluarganya


"kenapa kamu melamun terus cucuku, dari tadi kamu bahkan tidak bersuara" ucap neneknya yang sedari tadi melihat semy seperti orang kebingungan


"aku tidak apa apa nek aku hanya lupa menaruh barang dan mencoba mengingatnya" semy berbohong


"lain kali berhati-hatilah kalo menaruh barang supaya selalu diingat" nasehat bibi maya


"iya" jawab semy


tak lama kemudian datanglah dokter dan suster mereka memberikan beberapa perlengkapan untuk orang yang telah operasi


dokter :"selamat pagi" tersenyum


"selamat pagi juga" orang orang disana balas menyapa


dokter lalu menghampiri semy


dokter :"ini adalah perlengkapan yang harus dibawa dan daftar yang harus dilakukan ibu Sarah selama fase penyembuhan dirumah"


semy :"baik terimakasih dokter" ramah


dokter :"baiklah saya permisi dulu semoga ibu Sarah cepat pulih dan kembali sehat" tersenyum lalu undur diri


"terimakasih "jawab keluarga semy


@@@@@


semy sangat berhati-hati saat memindahkan neneknya dari kursi roda ke mobil Rosemary, dia juga memindahkan parcel ke bagasi sesuai instruksi Rosemary agar kursi semakin luas


dan mobil pun melaju dengan semy sebagai pengemudinya ,butuh waktu 60 menit dengan kecepatan sedang untuk sampai ke desa rumah bibi maya


dan akhirnya sampai kerumah bibi maya rumah yang sangat sederhana jauh dari kata mewah, saat semy membantu neneknya untuk turun dari mobil nampak paman Iko dan kedua cucu bibi maya datang menyambut


suasana haru terlihat dirumah itu


paman Iko lalu mendorong kursi roda nenek semy kedalam rumah diikuti bibi maya


"mari anakku yang cantik masuklah" ajak bibi maya Lo pada Rosemary


"eh iya" jawab Rosemary canggung


batin semy


jadi ini rumah keluarga semy yang didatangi Monalisa ternyata kondisinya sama seperti yang diceritakan monalisa


batin Rosemary


"mari nona" ucap semy mempersilahkan duluan


"bareng denganmu" ucap Rosemary sambil menggandeng tangan semy


merekapun masuk berbarengan


syukurlah ruangan rumah itu terlihat bersih dan rapih sepertinya paman Iko membereskannya dan itu membuat semy sedikit bernapas lega


semy membantu membaringkan neneknya ketempat tidur, setelah itu bibi maya datang untuk membantu nenek berganti pakaian,


semy pun keluar dan berpindah ke dapur untuk melihat adakah bahan makanan untuk makan siang


sementara Rosemary duduk di kursi ditemani dua ponakan semy yang lucu lucu, yang satu duduk di pangkuannya yang satu lagi disisiri rambutnya oleh Rosemary


semy menghampiri bibi maya yang masih sibuk mengurus nenek


semy :" bi aku mau pergi ke pasar tradisional untuk belanja bahan makanan untuk makan siang"


"oh baiklah tidak apa apakan sendiri" ucap bibi maya


semy :"iya tidak masalah"


saat semy akan berangkat


"tunggu " ucap Rosemary memanggil


semy menghentikan langkahnya


"Tante antar paman dulu ya" ucap Rosemary pada dua gadis lucu itu


"iya Tante" jawab mereka nurut sekali


Rosemary menghampiri semy


" ikut" pinta Rosemary


"yakin mau ikut aku mau pergi ke pasar tradisional tempatnya agak...." ucap semy heran


"iya tau tadi juga dengar" ucap Rosemary memotong ucapan semy


Rosemary lalu menggandeng tangan semy


"pokonya ikut" tegasnya lagi


dengan perasaan berat mau tak mau semy pun membawa Rosemary


keluarga semy yang mendengar itu tersenyum senyum


"namanya juga pengantin baru tidak mau terpisah" ucap bibi maya pada nenek semy keduanya lalu tertawa pelan


@@@@@