
waktu menunjukan pukul 03 sore semy masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di ponselnya dia pun membacanya
📩 Sem dosen Albert terjatuh di kamar mandi dokter bilang pembuluh darahnya pecah, beliau tidak sadarkan diri, sekarang sedang dirawat di rumah sakit kau akan menengoknya kan?
dari evan
📨tentu aku akan menengoknya kirim saja alamatnya
tak lama kemudian Evan mengirim alamatnya
disisi lain Rosemary masih sibuk melakukan persiapan untuk merayakan proyek kerja sama dengan klien dari luar negeri
"nona ada telepon dari tuan semy katanya mendesak" ucap Monalisa
Rosemary pun mengangkatnya
📞 iya ada apa"
📞 nona hari ini saya dapat pemberitahuan kalo dosen saya sakit ,dia dirawat rumah sakit diluar kota saya ijin pergi untuk menengoknya"
📞tidak boleh hari ini ada perayaan kerjasama perusahaan kau harus ikut bersamaku"
📞nona beliau adalah orang yang membantu saya sampai saya lulus kuliah,sangat besar jasa beliau, saya sangat khawatir saya mohon ijinnya nona"
📞huh..kau menyebalkan ya sudah pergi sana tapi ingat perlakukan dirimu dengan layak dan jangan bertindak sesuatu yang akan mempermalukanku" mulai kesal
📞iya nona saya akan menginap di hotel De Villas yang dekat dengan rumah sakit medical tempat dosen saya dirawat"
📞iya terserah kau saja" sangat kesal sambil menutup telpon
Rosemary tampak kesal dia menyilangkan tangannya di dada namun dia teringat sesuatu
"Monalisa bukankah hotel De Villas yang didekat rumah sakit medical itu milik kita"
"benar nona" jawab Monalisa tegas
Rosemary nampak berpikir
"baik nona" ucap Monalisa lalu dengan segera melaksanakan tugasnya
@@@@@
semy pulang ke rumah Rosemary untuk mempersiapkan perlengkapan untuk keberangkatannya kemudian dia pun berangkat dengan menaiki kendaraan umum
setelah perjalanan sekitar 3 jam diapun sampai di kota tersebut lalu menengok dosennya tak banyak yang bisa dia lakukan karena ternyata sang dosen sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri
dia pun berbincang-bincang dengan Evan anak dari dosen Albert, Evan menceritakan awal mula ayahnya sakit, lalu saat dalam keadaan setengah sadar dia meminta untuk bertemu dengan semy
"ah ya dan kau tau yang lain juga sudah menengok tadi siang tapi yang kulihat kelihatannya mereka bukan menengok malah sibuk ber reuni ah menyebalkan" Evan kesal
"pak Albert pernah bicara padaku, berharap sesuatu dari orang yang tak peduli padamu rasanya lebih sakit daripada tak makan seharian mungkin peribahasa ini yang terjadi hari ini" ucap semy sambil menepuk pundak Evan
Evan tersenyum
"kau sungguh mengingat setiap kata yang diucapkan ayahku bahkan peribahasa konyol itu, kini aku mengerti kenapa dia sangat sayang padamu" ucap Evan
"coba kalo kau menurut juga padanya mungkin kau akan lebih disayang olehnya"
kedua lelaki itu tersenyum bersama
semy merasa senang karena sudah menghibur Evan
@@@@
setelah pulang dari rumah sakit semy menuju hotel De Villas diapun memesan kamar pada resepsionis saat semy menyebut namanya sang resepsionis nampak berpikir
"tunggu sebentar pak" ucap sang resepsionis lalu memanggil managernya
sang manager lalu menghampiri dengan diam diam membandingkan semy dengan foto di ponselnya
"selamat datang pak saya manager di hotel ini dan selamat anda mendapatkan hadiah pelanggan ke 200, hari ini anda akan mendapatkan pelayanan VVIP dari hotel kami dan anda tidak akan diminta pembayaran apapun silahkan menikmati pelayanan kami" ucap manager ramah tamah
@@@@@