Miss CEO

Miss CEO
27 plin plan


Rosemary memberitahu Monalisa jika besok dia harus pergi menemui nenek semy dan memintanya menggantikan mengurus pekerjaan dikantor dia juga tidak meminta didampingi asisten lain


keesokan harinya semy bangun dengan muka masam sepertinya tidurnya kali inipun tidak nyenyak karena gangguan mimpi buruk itu,


ponselnya berdering tanda notifikasi pesan masuk ternyata itu dari Monalisa


📩'saya sudah menunggu di depan'


📨'tunggu saya'


setelah selesai bersiap semy keluar dari garasinya ,tidak lupa dia mengunci gembok garasinya


"maaf lama menunggu" ucapnya pada Monalisa yang sedari tadi menunggu


"tidak apa apa tuan" ucap Monalisa sambil membukakan pintu mobil untuk semy


setelah 20 menit perjalanan sampailah mereka di hotel tempat Rosemary menginap


Monalisa dan semy turun dari mobil lalu mendatangi kamar inap Rosemary


saat sampai di kamar inap, Monalisa menekan bell ,Rosemary lalu membuka pintunya


"masuklah" ucap Rosemary


"selamat pagi nona" sapa semy


"emmm"


Rosemary mengambil map biru besar


"Monalisa sebagaimana kamu tau ini daftar pekerjaanku dengan direktur Singapura hari ini gantikan aku rapat dan mengurus hal lainnya dikantor"


"tentu nona tidak perlu khawatir dan apa nona yakin tidak diantar asisten " jawab Monalisa


"tidak perlu dia yang akan mengemudikan mobilnya" ucap Rosemary sambil menunjuk kearah semy


"baiklah saya sudah menyiapkan keperluan darurat dalam kantong kotak kecil di bagasi siapa tau nona membutuhkannya"


"emmm"


Monalisa lalu mengantar nonanya sampai nonanya naik mobil


"kau bisa mengemudi dengan baik kan" tanya Rosemary sambil duduk di kursi bagian depan


"tentu nona" jawab semy


"semoga selamat sampai tujuan" ucap Monalisa sambil menunduk hormat


"emmm"


mobil pun melaju menuju rumah sakit


"nenek hari ini pulang kan, kita antar dengan mobilku saja nanti parcel yang dikursi belakang pindahkan ke bagasi" ucap Rosemary tiba tiba


"eh" semy kaget dengan pernyataan Rosemary


"iya nona" jawab semy


lalu semy teringat rumah kediaman keluarga neneknya berbanding terbalik dengan rumah Rosemary ,rumah keluarga neneknya sangat sederhana


bagaimana ini kalo Rosemary mengantar kerumah nenek, pasti dia tidak akan nyaman dengan kondisi rumahnya


batin semy lalu membayangkan Rosemary yang yang berada dirumah keluarga neneknya merasa jijik dengan semua keadaan disana


semy langsung menelan ludah


"nona kalo nona tidak mau mengantar juga tidak apa apa nona bisa menjenguk saja" ucap semy mencegah Rosemary mengunjungi rumah neneknya


"apa yang kau bicarakan kemarin kau memintaku untuk menemui nenek dan nenekmu sekarang jadwalnya pulang, mana ada menjenguk pasien yang mau pulang bukankah sudah bagus aku mau mengantar" Rosemary kesal


"maaf nona tadinya saya berpikir takut nona keberatan" ucap semy berhati hati takut Rosemary marah


"kau pria plin-plan yang menyebalkan ,aku meninggalkan pekerjaan dan rapat yang penting demi menemui nenekmu tapi sekarang malah berkata takut aku keberatan kalo kau takut aku keberatan harusnya kau dari awal jangan suruh-suruh aku sampai memohon segala menyebalkan" Rosemary omel-omel


"maaf nona" semy pasrah


Rosemary memasang wajah jutek dinginnya


ya ampun lihat aura dinginnya ,tiba-tiba sekujur badanku menjadi meriang apa ini efek AC atau mungkin karena dia


batin semy


@@@@@


akhirnya sampailah dirumah sakit semy dan Rosemary berjalan menuju ruang rawat neneknya ,semy baru menyadari ternyata Rosemary memakai pakaian yang sederhana, hanya dress putih dengan motif bunga mawar merah yang panjangnya sedikit diatas lutut, dengan bagian atas yang memperlihatkan tulang selangka lehernya, dress yang sederhana namun terlihat menjadi indah saat Rosemary yang memakainya


@@@@@