Miss CEO

Miss CEO
50 tolong hentikan dia


tampak tubuh semy yang terbalut perban Rosemary lalu menyelimutinya dengan selimut tebal ,dia lalu berbaring di pinggir semy dan memunggunginya ,saat tengah malam semy mulai menggigil tubuhnya sedingin es ,bibir semy mengeluarkan suara seperti orang meriang


dalam tidurnya semy bermimpi sedang tersesat di benua Antartika, dia kedinginan karena tidak memakai baju tebal


semy melihat sekeliling semuanya gunung es ,semy bingung harus pergi kemana ,dia berjalan dan terus berjalan mencari tempat yang bisa disinggahi sementara tubuhnya semakin terasa dingin napasnya tersengal, lalu dia melihat goa yang di dalamnya terdapat api semy dapat merasakan hangatnya meskipun dia belum berjalan mendekat ,semy berharap dia dapat segera masuk ke dalam goa ,lalu dia berhasil masuk ke dalam goa tersebut semy sangat senang namun dia terkejut karena di dalam goa ada beruang kutub yang dari wajahnya saja terlihat ganas di tengah ketakutannya beruang itu malah mendekati nya, semy ingin pergi namun di luar cuacanya dingin sekali diapun hanya ketakutan dan pasrah dalam pikirannya mungkin ini akhir hidupnya, tapi beruang itu tidak menerkam malah memeluknya hangat dan nyaman itulah yang dirasakan semy namun semakin lama dirasakan kenapa tubuh beruang itu tidak seperti bulu melainkan seperti kulit lalu ada wangi mawar yang menyeruak "tunggu jangan jangan ini" jantung semy berdebar dan diapun terbangun dari tidurnya


"nona" semy kaget karena ternyata Rosemary sedang memeluknya erat di dadanya


"kenapa masih dingin itu karena obatnya sedang beraksi,tidur lah lagi kau akan segera membaik" ucap Rosemary tanpa melepaskan pelukannya


"saya tidak apa apa tolong jangan peluk saya seperti ini " semy mulai khawatir


"orang sakit jangan menasehati orang sehat suhu tubuhmu sedingin es semenjak kupeluk suhunya mulai menghangat, sudah tidur tidur tidur" ucap Rosemary sambil menekan kepala semy


bukan disitu letak masalahnya nona


batin semy


"nona saya baik baik saja tidak perlu seperti ini" pinta semy


"ssttt, jangan banyak bicara tidur saja lagi" ucap Rosemary kali ini sambil mengelus kepala semy


semy semakin gelisah dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, sesuatu yang belum pernah dia rasakan pada perempuan sebelumnya ada hasrat ingin memeluk dan melakukan lebih pada perempuan yang sedang memeluknya itu


ini gawat aku harus bagaimana


batin semy yang sedang mencoba mengendalikan diri


semy sedang berusaha menahan tangannya agar tidak memeluk pinggul wanita itu dan juga menahan keinginan lainya yang bisa berbahaya ,Rosemary menyadari semy sedikit menyentuh pinggangnya


"ya kau boleh memelukku biar badanmu lebih hangat " ucap Rosemary sambil mengalungkan tangan semy ke pinggangnya


badan semy menjadi panas rasa dingin di tubuhnya hilang seketika dia benar benar harus bekerja keras untuk mengendalikan dirinya , sementara Rosemary malah mengeratkan pelukannya


siapapun tolong hentikan dia


@@@@@


pagi yang sangat cerah secerah wajah Rosemary yang tidur nyenyak sekali


Rosemary yang sudah berpenampilan rapih sedang memperhatikan dokter yang sedang memeriksa semy


dokternya terlihat terkejut


"ini keajaiban"


"magsud dokter?" tanya Monalisa


"tubuh tuan semy berhasil pulih lebih cepat, sekarang bahkan suhu tubuhnya sudah normal kembali, ini keajaiban"


"oh sungguh" Monalisa terkejut


Rosemary nampak berpikir


"nona bukankah ini kabar yang bagus" Monalisa terlihat senang


"emmm,,, sepertinya ini berkat selimut yang kamu berikan" ucap Rosemary


"benarkah "Monalisa memastikan


"ya kamu sudah melakukan yang terbaik" ucap Rosemary sambil menepuk pundak Monalisa


"terimakasih nona" Monalisa mengangguk


nona menyebalkan bagaimana bisa dia pasang wajah tanpa dosa begitu


batin semy, dia merasa kesal karena semalam dia tidak bisa tidur


@@@@@