Love You, Boss! !

Love You, Boss! !
Part 6 _ Aku dan Sepi...


"Dilaporkan? Tuan.. Apa tidak salah jika anda melaporkan saya? Justru saya yang merasa dirugikan. Anda mengambil kesucian bibir saya secara tidak langsung..." Indira memberanikan diri untuk membuka mulutnya dan berbicara lantang.


"Kauuu....! Beraninya berteriak dihadapan saya?" Pras geram. Tak ia sangka, Indira berani melawannya.


"Maaf tuan.. Tapii saya..." Indira melemah lagi.


Ia tak tahu harus berbuat apa, ia tidak ingin jika harus berurusan dengan polisi.


"Sudahh.. Jangan banyak alasan. Terima saja nasibmu. Kau akan menjadi asisten pribadiku mulai besok. Tenang saja, gaji mu tetap sesuai yang ditawarkan menjadi sekretaris." Pras menghampiri Indira lebih dekat lagi.


"Benarkahh? Tapii apa tugas ku tuan?" tanya Indira hati-hati.


"Tugas mu sangat mudah. Kau hanya perlu mempersiapkan segala kebutuhanku, dan mengikuti ku kemanapun aku pergi!" ucap Pras tegas tepat dihadapan wajah Indira.


'Hanya seperti itu? Baiklah, untuk gaji fantastis aku tidak akan menolaknya!' gumam Indira dalam hatinya.


"Ohh.. Baiklah.. Itu mudah.. Aku terima!" Indira tersenyum.


'Manis sekali senyumnya!' batin Pras menatap lekat Indira yang sedang tersenyum.


"Okeee... Deal?" Pras mengulurkan tangannya dan memberi jarak dengan Indira.


"Deal!" Indira menjabat uluran tangan Pras.


Pras tersenyum menang.


"Baiklah Indira, hari ini kau boleh pulang. Persiapkanlah hari mu besok untuk menjadi asisten pribadiku." ucap Pras berjalan menjauh dari Indira.


"Benarkahh tuan?" Tanya Indira terkejut.


"Hmmm... Istirahat lah dengan tenang." ujar Pras menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, tuan. Saya permisi."


Indira melangkah keluar ruangan Pras. Ia menuju ke ruangan nya semula di Divisi Keuangan dan Akuntansi.


Ia mengambil tas dan segala barang miliknya.


Lani yang melihatnya segera menghampirinya.


"Dir, Lu mau kemana?"


"Mau pulang!" jawab Indira datar.


"Lohhh kok pulang? Kenapa?"


"Iyaa.. Gue disuruh pulang. Untuk istirahat. Nanti gue ceritain dehh.." Indira berlalu dari hadapan Lani.


"Ohh Oke.. Baik banget yakk pak Pras, nyuruh lu balik untuk istirahat.." Lani tersenyum.


"Hmm..." Indira tersenyum getir.


'Baik apanya.... Gue terjebak sama dia!' batin Indira sambil meneruskan langkahnya.


Ia pun kembali ke hotel.


-


Pulang dari kantor, Pras berkunjung ke mansion yang baru saja ia beli.


Mansion besar dengan halaman yang luas. Dan pilar-pilar yang tinggi membuat mansion nya terlihat lebih mewah.


Ia berkeliling disana.


"Niel, secepatnya kau cari para asisten rumah tangga juga para penjaga rumah. Aku ingin kau pastikan semua aman. Dan dapat membuat ku nyaman nanti."


ucap Pras pada Daniel yang mengikutinya di belakang.


"Baik Pak. Secepatnya akan saya atur."


Pras tersenyum.


"Nanti, setelah aku berhasil menemukan seseorang yang akan menemaniku disini."


"Atur kepindahanku ke appartment saja dulu. Aku tidak ingin mengisi mansion besar ini hanya seorang diri." ucap Pras lagi.


"Hmmm.. Baik kalau begitu, Pak!"


"Satu lagi, Kau carikan rumah kontrakan untuk Indira dan temannya di area dekat appartment ku!" Ucap Pras menatap kolam renang yang cukup luas di area taman belakang mansionnya.


"Baik, Pak!"


-


"Nona Indira, ini kunci rumah kontrakan anda. Dan ini alamatnya. Anda bisa malam ini juga pindah kesana. Dan ini ponsel dari pak Pras. Akan ia gunakan untuk menghubungi anda. Saya harap jangan sampai mati, jika anda tidak ingin kena amukan beliau." terang Daniel panjang kali lebar pada Indira di depan kamar hotel Indira.


"Hmmm.. Baiklah. Terimakasih pak Daniel!" Indira tersenyum ramah.


"Daniel saja, cukup Nona!" Daniel pun tersenyum ramah.


'Manis juga!' batin Daniel.


Indira hanya tersenyum.


"Baiklah, kalo begitu saya pamit. Selamat malam, Nona." Daniel berpamitan.


"Baik. Terimakasih!"


Daniel melangkah pergi meninggalkan Indira yang masih melihat nya berjalan.


Namun Daniel menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada Indira.


"Saya sarankan, anda agar pindah malam ini. Karena di pagi hari anda akan kesulitan menjalankan tugas anda. Saya hanya memberi saran Nona.." Daniel tersenyum penuh arti.


"Terimakasih sarannya pak Daniel. Sayangnya malam ini saya ingin beristirahat." Indira berkelakar tersenyum.


"Baiklah.. Terserah anda!" Daniel meneruskan langkahnya menuju lift dan lenyap di balik pintu lift yang menutup.


-


Pras checkout dari hotel dan pindah ke appartmentnya malam ini.


Daniel kembali setelah meletakkan koper dan tas milik Pras.


Meninggalkan Pras seorang diri dalam appartment nya yang tak ia tempati sejak enam tahun kepergiannya.


Pras membawa koper miliknya kedalam kamar tidurnya.


Mulai menata baju miliknya kedalam lemari.


Ia duduk dikursi ruang tamu setelah selesai mengeluarkan seluruh isi koper miliknya.


...Aku begitu membenci...


...mendengar suara yang tak asing itu....


...Suara yang begitu keras...


...di larut malam yang beku....


...Iramanya begitu mengintimidasi...


...penuh nafsu....


...Menertawakan aku dan sepi...


...yang sedang bercumbu.*...


-


*Jam Dinding - Machboub