Love You, Boss! !

Love You, Boss! !
Part 20 _ Kisah Pilu..


Indira yang ditanya perihal lamaran Pras padanya pun hanya bisa terdiam bingung.


Bingung atas apa jawaban yang harus ia ucapkan.


Setelah difikir keras olehnya, akhirnya ia memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya.


"Mmmmhhh.. Iya Nyonya. Memang benar. Tapi, saya pun tidak mengerti mengapa pak Pras tiba-tiba melamar saya. Karena kami baru saja bertemu. Dan belum saling mengenal. Jadi saat itu saya hanya mengira bahwa beliau hanya bergurau saja."


Bu Rahma mendengarkan penjelasan Indira yang masuk diakal nya.


Memang pertemuan Pras dengan Indira baru beberapa kali pertemuan, dan Pras telah memutuskan untuk melamarnya, walau Pras belum secara terang-terangan berbicara pada sang ibu perihal Indira. Tapi dia yakin bahwa Pras memiliki alasan tersendiri untuknya.


Seharian bersama Indira, bu Rahma merasa Indira adalah sosok yang baik. Dan sepertinya akan cocok untuk menjadi pendamping putra nya itu.


Dilihat dari segala kepribadiannya, Indira tidaklah seperti wanita kebanyakan yang hanya melihat materi sang pria.


"Indira, kalau boleh saya tahu, kenapa kau tidak langsung menjawab lamaran putraku? Padahal menurut pandangan seorang wanita kebanyakan, ia merupakan sosok lelaki idaman untuk dijadikan seorang pasangan." Tanya heran bu Rahma.


Indira tersenyum.


"Iya Nyonya. Saya mohon maaf, bukan maksud hati merendahkan tuan Pras, hanya saja.... Bagi saya, beliau tidak memiliki satu kriteria sebagai calon suami bagi saya." jelas Indira tidak enak hati.


"Apa itu?"


"Dari dulu, sedari saya remaja, saya selalu bercita-cita ingin memiliki seorang pendamping hidup yang mengerti agama. Saya ingin mempunyai suami yang selalu bisa mendekatkan diri saya dengan sang pencipta. Karena saya sendiri masih harus banyak dibimbing dalam kehidupan." tutur Indira dengan mata berbinar.


Bu Rahma terdiam, matanya berkaca-kaca.


"Maka dari itu, kau beri syarat untuk Joe?"


"Sebetulnya saya tidak memberi syarat apapun, hanya saja saya mengatakan jika beliau tidak memenuhi kriteria sebagai seorang suami bagi saya. Dan dengan tegas nya, beliau meminta waktu satu bulan untuk membuktikan bahwa ia bisa memenuhi semua kriteria suami bagi saya. Saya pun heran mengapa bisa beliau berkata dan bertekad demikian, Nyonya." Jelas Indira.


Membuat bu Rahma semakin yakin bahwa Pras telah menentukan pilihannya. Dan dengan cepat ia membuat keputusan karena tidak ingin ia kehilangan untuk kedua kali dalam hidupnya.


"Lalu bagaimana menurutmu? Apa sekarang dia sudah memenuhi semua kriteria mu?"


tanya bu Rahma penasaran.


"Yaa kau benar! Manusia hanya bisa berencana, namun Ia lah yang menentukan."


Bu Rahma terdiam sejenak.


"Entah kalian berjodoh atau tidak, yang pasti saya sangat merasa berterimakasih kepada mu, Indira. Karena mu, Joe menjadi sosok yang semakin dekat dengan Tuhannya. Sebagai orang tua, saya sangat merasa menyesal, karena telah membesarkan seorang putra namun tak membuat ia mengenal Tuhannya lebih jauh."


"Saya tidak melakukan apapun Nyonya, mungkin ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa, yang telah membawanya kembali dekat denganNya." jawab Indira tulus.


"Ya.. Namun aku sangat berharap kau bisa berjodoh dengannya. Aku ingin Joe menghabiskan hidupnya bersama orang yang tepat. Karena pada hakikatnya, ia memiliki hati yang rapuh dalam kepribadiannya yang keras." bu Rahma merendahkan suaranya.


Indira mengernyitkan dahinya.


Bu Rahma menarik nafasnya dalam. Seolah menahan beban berat dalam hatinya yang ingin ia keluarkan.


"Indira, apa kau tahu betapa sulitnya putraku untuk bisa mencapai posisinya saat ini?" ucap bu Rahma seolah bertanya.


Indira menggelengkan kepalanya pelan.


"Joe memiliki masalalu yang kelam. Hingga ia tertidur panjang dalam kurun waktu yang tidak singkat. Dua tahun ia terbaring bak mayat hidup di dalam ruang ICU."


Kedua mata Bu Rahma yang sudah berkaca-kaca sejak tadi, kini mulai mengeluarkan air beningnya. Mengingat masa kelam putranya yang sangat sulit.


"Dua tahun?" tanya Indira pelan seolah tak percaya.


"Yak. Dua tahun." bu Rahma menganggukkan kepalanya perlahan.


"Sebuah keajaiban bagi kami, bagi Joe karena ia dapat kembali membuka matanya melihat dunia yang selama itu ia tinggalkan. Keajaiban yang datang seiring kembali nya sosok wanita yang sangat dicintai oleh Joe kala itu. Joe mulai menunjukan peningkatan dari sistem syaraf ditubuhnya, sejak hari pertama pertemuan nya dengan wanitanya itu. Hingga ia sadar sempurna."


Bu Rahma kembali mengingat pertemuan nya dengan Zika, sosok wanita dimasa lalu Joe.


Yang menurutnya adalah sebuah keajaiban luar biasa bagi Joe.


Indira mendengarkan kisah pilu sang Boss. Dan tak terasa ia pun mulai terbawa suasana, matanya mulai basah.