Love You, Boss! !

Love You, Boss! !
Bab 24 _ Panasss...


Flashback On..


Satu jam yang Lalu..


Pras menuju keluar ruangan nya, setelah berpapasan dengan Daniel, ia berhenti sejenak di meja Indira.


Ia mengambil sebuah berkas dan menatapnya.


'Berkas ini... Tapi kenapa tak ia berikan kepadaku? Apa tadi diaa.....??' batin Pras.


Pras mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan kepada Indira. Namun Indira tak juga menjawab panggilannya.


Pras kemudian segera menuju ke ruangan Lani.


Semua pegawai heran melihat kehadiran nya di ruangan mereka.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya seorang wakil direktur di divisi tersebut.


"Dimana saya bisa bertemu dengan Lani?"


tanya Pras kemudian.


"Laaanii?" tanya pria tadi.


"Pegawai mutasi dari Surabaya." jelas Pras.


"Ohh.. Sebentar Pak, saya akan panggilkan untuk anda." pria tadi pun segera berlalu dari hadapan Pras.


Tak lama kemudian, Lani berjalan mendekat kearah Pras.


Lani menyapanya.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Lani sopan.


"Apa kamu bertemu Indira tadi?" tanya Pras to the point.


"Hmm Saya belum bertemu dengannya lagi setelah masuk jam kerja, Pak." Jawab Lani.


"Lalu apa kau tahu kemana ia sekarang?" Tanya Pras.


Lani menggelengkan kepalanya. Ia bingung. Tak mengerti ada apa sebetulnya dengan Indira hingga pak Pras mencari dan menanyakan keberadaan sekretaris nya itu.


"Lalu kemana perginya?" gumam Pras.


"Baiklah, terimakasih. Jika ia menghubungimu, katakan aku mencarinya." ucap Pras dan langsung berlalu dari hadapan Lani.


"Baik, Pak." jawab Lani dengan wajah bingung nya.


Lani segera mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Indira.


Namun usahanya gagal. Lagi-lagi Indira tidak menjawab panggilannya.


Lalu ia mengirim pesan pada Indira. Dan mengatakan bahwa Pak Pras mencari nya.


-


Pras segera meminta temannya yang mahir di bidang Cyber untuk mencari keberadaan Indira melalui signal ponselnya.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Pras mendapatkan informasi tentang keberadaan Indira.


"Katakan, dimana ia sekarang?" tanya Pras tersenyum renyah karena keberadaan Indira sudah ditemukan.


"Dia sedang berada di rest area tol Jagorawi." ucap temannya diseberang telepon.


'Tol Jagorawi? Hendak kemana ia?' batin Pras.


"Kirimkan signalnya padaku! Secepatnya." ucap Pras Tegas. Wajahnya kini berubah menjadi dingin.


"Baik!"


Pras segera menutup ponselnya dan bergegas menuju mobilnya.


Daniel mengejarnya.


"Pak. Biar saya antar!" sahut Daniel setengah berteriak.


Pras menoleh kearahnya. Ia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Daniel menuju kepintu kemudi.


Dan Pras segera masuk kedalam pintu mobilnya dikursi penumpang samping Daniel.


Mereka berangkat menuju kearah tol.


Pras terus saja menatap ponsel miliknya yang terus dikirimi signal ponsel milik Indira dan juga plat nomor kendaraan yang membawanya.


Tring...


Sebuah pesan masuk ke ponsel Pras.


Wajah Pras semakin dingin saat membuka pesan nya.


Ternyata pesan tadi adalah identitas si pemilik mobil yang membawa Indira pergi tanpa sepengetahuannya.


"Tambah kecepatannya! Aku takut datang terlambat!" titah Pras dengan aura dingin yang menyelimuti wajahnya.


Daniel yang mengerti situasinya, hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata-kata.


Ia tahu betul tuannya kini sedang dalam keadaan yang sangat marah.


Daniel langsung memacu kendaraan nya melesat cepat, melaju membelah jalan tol yang lumayan lengang.


Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk bisa sampai ditujuan.


Kini Pras dan Daniel berada disebuah villa yang lumayan besar.


"Licik juga dia! Beraninya membawa calon istriku bersamanya!!" gumam Pras geram menatap gerbang villa dihadapannya.


Mereka segera masuk kedalam villa tersebut.


Setelah sebelumnya bernegosiasi dengan penjaga villa yang menanyakan identitasnya.


Dengan bekal informasi identitas milik Danu, dengan mudah mereka bisa langsung masuk kesana.


Mereka segera menuju kedalam villa dan membawa Indira pergi bersamanya setelah Melumpuhkan Danu yang tidak memberi perlawanan sama sekali.


-


Falshback off..


Pras memilih untuk diam dan tak menjawab pertanyaan Indira yang terus bertanya dimana mereka sebenarnya.


"Sudah membuat orang babak belur, dan pergi tanpa meminta maaf pula. Kini ia diam seribu bahasa. Membuatku bingung!" gumam Indira menggerutu menatap jalanan.


Setelah melewati jalanan kampung, kini mobil mereka memasuki jalan raya.


Dan Indira membaca papan-papan nama warung dan toko yang berada disepanjang jalan.


"Bogor?" gumam Indira heran.


"Bogor? Apa kah ini Bogor yang dijuluki kota hujan itu?" tanya Indira kemudian pada Daniel.


"Good Job, Nona!" Daniel tersenyum.


"Waaahhh.. Aku berada di Bogor? Kota kelahirannya incess Syahrini?" teriak Indira antusias.


Teriakannya membuat Pras menoleh heran padanya.


"Siapa Syahrini?" tanyanya kemudian.


"Kepppoooo!" Indira mengerucutkan bibirnya kearah Pras.


Membuatnya terlihat menggemaskan dimata Pras.


Pras mencubit pipi Indira gemas.


"Awwwww!!" teriak Indira.


Pras tersenyum melihatnya.


Indira memegang pipinya yang memerah pasca dicubit oleh Pras.


Daniel hanya tersenyum melihat adegan yang receh tapi romantis baginya yang dilakukan oleh sepasang manusia dibelakangnya itu.


Indira kembali menatap jalanan kota Bogor yang dipenuhi pohon-pohon besar di sepanjang jalannya.


Ia tersenyum riang.


Namun tiba-tiba ia merasakan panas disekujur badannya.


Ia merasakan sesuatu yang aneh ditubuhnya.


Sensasi yang tidak biasa, yang belum pernah dirasakan olehnya itu membuat nya menjadi gelisah dan tak bisa duduk tenang.


Entah kenapa ia mulai memeluk kedua lengannya sendiri.


Pras memperhatikan perubahan sikap Indira.


"Ada apa, Indira?"


tanya nya.


"Entahlah, Tuan. Aku tidak tahu. Badanku terasa sangat panas." ucap Indira tersengal.


Ia benar-benar tidak bisa menahan rasa panas itu yang kini membuatnya menjadi bergairah.


Pras terdiam sejenak.


"Kurang ajar!" gumamnya kemudian.


"Daniel, cari cottage terdekat. Cepat!" titah Pras.


"Baik, Pak!"