Love You, Boss! !

Love You, Boss! !
Part 38 _ First time..


Indira keluar dari kamar mandi.


Ia membuka lemari, dan terkejut melihat pemandangan dalam lemari. Ada beberapa lingerie diantara baju-bajunya.



'Perasaan gue gak bawa ini deh.' gumamnya sambil memegang sebuah lingerie.


Indira seketika membayangkan dirinya memakai lingerie.


'Ihhh.. Gak banget deh kayaknya.. ' gumamnya kemudian sambil bergidik geli.


'Tapiii apa mungkin memang mas Pras yang menyiapkannya?


Apa mas Pras mau gue pakai ini yaa?


Tapii... Apa gue bagus pake ini?


Body gue kan gak sebagus itu.


Lagian gak pede juga pake ini..'


Indira masih sibuk dengan segala yang ada dalam benaknya. Sesekali ia meletakkan lingeri dihadapan tubuh nya, lalu meletakkan nya kembali.


Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ia memakai sepasang lingeri berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.


Karena kurang percaya diri, tubuhnya ia tutup kembali dengan baju mandi.


Ia mengeringkan rambutnya di depan wastafel.


'Hmmm.. Gimana ya keluarnyaa..


Duuuhhh gimana yaa?


Maluu ..


Gak usah keluar aja deh, nanti mas Pras juga masuk.


Eh tapi nanti mas Pras pasti nunggu lama..


Gimana yaa kalo mas Pras..'


Gumam Indira dalam hatinya.


Ia sangat gugup..


Setelah selesai dengan berbagai ritual sehabis mandi nya, akhirnya ia keluar menghampiri Pras yang masih diam di sofa.


Dengan hati yang bergemuruh, ia mendekati Pras.


Dan setelah persis di hadapannya, Indira terlihat tersenyum lega.


Pasalnya ternyata Pras sudah tertidur dengan posisi yang sama diatas sofa.


Indira kembali ke kamar mengambil selimut.


Dihampirinya lagi Pras dan ditutupinya tubuh Pras dengan selimut yang ia bawa dengan sangat perlahan.


Setelahnya, ia duduk tepat di hadapan wajah Pras.


Ditatapnya dalam-dalam wajah suaminya itu dalam beberapa menit.


"Pasti capek.. Nyaman sekali." gumamnya pelan.


Ia tersenyum.


Indira pun bangkit berdiri dan hendak kembali ke kamar.


Namun langkahnya terhenti oleh tangan Pras yang kini memegang tangan kanannya.


"Mau kemana? " tanya Pras dengan suara parau yang membuatnya terdengar lebih sexy. Membuat jantung Indira kembali bergemuruh.


Seketika Indira berbalik dan tanpa sengaja, baju handuk nya terlepas ikatannya. Hingga tubuh Indira yang berbalut lingeri terlihat oleh Pras dari sela sela baju handuk yang sedikit terbuka.


Pras tersenyum bahagia.


Indira segera membetulkan baju handuknya.


"Kenapa sayang?" goda Pras.


"Hmmm.. Maaalu mas.." Indira tertunduk.


Pras kembali tersenyum.


Ditariknya tangan Indira kearah tubuh nya yang kini telah merubah posisinya menjadi duduk.


Dituntunnya Indira untuk duduk dipangkuannya.


Dengan hati yang berkecamuk, Indira mengikuti arahan Pras.


Kini Indira berada dipangkuan Pras.


Aroma tubuh Indira langsung memenuhi indra penciuman Pras.


Pras menc*um lembut rambut Indira yang wangi.


Indira memejamkan matanya. Ia seolah pasrah menyerahkan tub*h nya pada sang suami. Walau dengan hati yang masih jedag jedug.


Pras tersenyum.


Dilingkarkan kedua tangannya pada pinggang Indira.


"Sayang.. Kau takut?" tanya nya pelan setengah berbisik.


Indira langsung membuka matanya.


Seketika pandangan mereka bertemu.


Jarak wajah keduanya sangatlah dekat. Takkan lebih dari sepuluh senti.


Membuat hembusan nafas Pras sangat terasa di wajah Indira.


'Wangi...' batin Indira.


Indira pun menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa kau menutup mata?"


"Entahlah."


"Tenang saja, sayang. Aku tidak akan menggigitmu. Aku hanya ingin memastikan yang kini menjadi milikku." senyum Pras.


Indira terdiam menatapnya.


Tanpa aba-aba, Pras mencium kening Indira.


Indira melotot kaget.


"Ini milikku." tunjuk Pras pada kening Indira.


Indira tersenyum.


Pras kembali mencium pipi kanan dan pipi kiri Indira secara tiba-tiba pula.


"Ini pun milikku."


Indira mulai tegang, namun ia tetap tersenyum.


'Habis ini apalagi? Ohhhh noo.. Ya Allohhh tenangkan hati hamba..' batin Indira.


Pras mulai mendekatkan wajah nya pada Indira.


Semakin dekat.. Dan semakin dekat..


Indira memejamkan matanya perlahan.


Dan kulit bi**r mereka bertemu.


Pras memagut bi**r ranum Indira yang terasa manis dengan lembut.


Indira hanya mengikuti permainan Pras. Karena ia belum pernah merasakan nya. Ini adalah first k*ss nya.


Indira pun mulai terbawa suasana.


'Ternyata begini rasanya. Tidak semenakutkan yang ku bayangkan.' batin Indira.


Pras kini sudah dalam gai*ah yang panas.


Ia mulai menge*up bagian tubuh istrinya yang lain dengan lembut.


Indira hanya mengikuti alur yang dimainkan oleh Pras tanpa perlawanan.


Pras seolah-olah ingin memanjakan istrinya.


Ia ingin memberikan kesan malam pertama yang sangat indah dan takkan terlupa oleh Indira.


Pras kini membawa Indira kedalam kamar. Tanpa melepaskan bi**r mereka berdua.


Diletakkan nya Indira diatas kasur dengan sangat perlahan.


Pras memulai permainan yang sangat lembut dan dinamis.


Ini juga merupakan pengalaman pertama bagi Pras.


Yahhh.. Pras adalah seorang pria antik dizaman modern seperti sekarang ini.


Walau dia hidup di luar negeri, tapi ia sangat menjunjung tinggi norma adat negaranya. Juga walaupun dia seorang yang bukan taat beragama, tapi dia sangat tahu hal-hal yang sangat dibenci Tuhannya.


Begitupun hal ini.


Pras sangat menjaga dirinya dari perbuatan zina.


Oleh karenanya, itu yang selalu menjadi akar permasalahan nya disaat berhubungan dengan beberapa wanita termasuk Tania.


Yah, wanita di luar negeri memang sudah menganggap **** adalah kebutuhan.


Namun Pras tetap teguh dengan prinsip nya.


Ia tidak mau sembarang berdiri dihadapan wanita. Ia hanya ingin memberikan semua "aset" miliknya untuk seorang wanita yang akan menjadi miliknya seutuhnya.


Kini, Dihadapan Indira yang sudah berbaring diatas ranjang, Pras membuka kancing kemeja nya satu persatu.


Indira menatapnya dengan rasa malu.


Kini Pras telah bertelan**ng dada. Menampakkan perut sixpacknya.


Ia langsung membuka gesper ce**nanya dengan perlahan. Tanpa melepaskan pandangannya pada Indira yang masih menatapnya.


Kini Pras hanya berbalut box**. Indira menutup wajahnya seketika dengan kedua telapak tangannya.


Pras tersenyum.


Pras menghampiri Indira.


"Kenapa sayang.."


Indira hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


Pras menc**m kening dan wajah Indira secara bergantian.


Tangannya kini mulai me**ba anggota tub*h Indira yang lain. Membuat Indira melenguh karena sent*hannya yang lembut.


Pras pun mulai membuka baju handuk milik Indira dengan sangat perlahan. Membuat Indira seolah mabuk karena sentuhannya. Dan kini Indira hanya berbalut Lingerie tipis dibadannya.


Membuat ga*rah Pras semakin memuncak.


Pras terus melakukan sent*han-sent*han lembut pada tub*h Indira.


Pras melucuti lingerie milik Indira.


Kini tak ada sehelai pun yang menempel ditub*h Indira. Menampakkan jelas setiap inchi dari tubuhnya.


Indira tersipu malu saat Pras menatapi tub*hnya yang putih bersih tanpa noda. Wajah Pras terlihat semakin merah, terlihat gairah yang teramat di sorot matanya.


Pras pun melepaskan box** milikknya, membuat nya pun sama-sama polos tanpa busa*a. Dan memperlihatkan aset miliknya yang sudah meneg**ng.


Indira semakin tersipu.


"Tenang sayang. Aku akan bermain halus. This is also my first time." bisik Pras ditelinga Indira.


(Ini juga pertama kalinya untukku.)


"Jangan lupa baca doa, Mas." ucap Indira tepat didepan wajah suaminya.


"Astagfirulloh.. Hampir lupa." Pras tersenyum. Lalu ia menengadahkan kedua tangannya dan mengucapkan doa yang sudah sejak lama ia hafalkan.


"Amiinn.." ucap mereka bersamaan sesaat Pras selesai membaca doanya.


Pras nenatap Indira penuh cinta.


"Assalamualaika yaa Baaburrohmah.." ucapnya kemudian.


"Waalaika salamm..." jawab Indira tersenyum.


Pras kembali menc**bu Indira dengan berbagai sent**annya.


Membuat mereka dipuncak gai**h.


Indira seolah terbang melayang saat milik Pras menye**uh milikknya.


"Pelan-pelan Mas.." bisik Indira dengan suara nya yang parau.


Pras menganggukkan kepalanya.


Maka disaat seperti inilah, terjadi yang memang seharusnya terjadi dimalam pertama sepasang pengantin..


Mereka saling memberi segala kasih sayang dalam hati.


Mengucapkan segala cinta yang terkubur.


Mengutarakan segala rasa yang dipunya.


Menyatukan segala hasrat yang terpendam selama ini yang kini telah tersegel oleh rahmat Yang Maha Kuasa diatas ikrar sakral dan ikatan suci Perkawinan.


🍁🍁🍁


Maaf yaa di skip adegann yang membuat keringat bercucurannya.. 😂😂😂


Maaf juga selalu telat up nya..


Mudah-mudahan bisa rutin update tiap minggu.. amiinn..


Happy reading, gaissss....


😊😊😊😊