RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 9


Aku membereskan semua benda yang berserakan di mejaku..


Dan terakhir aku akan memasukkan semua bukuku ke dalam kamar.


Sudah hampir 5 menit kenapa? Ana. Belum keluar juga, Apa dia belum puas menatap jazon. Ya sudahlah sekalian aku akan masuk ke kamar. Jangan sampai dia pingsan saja..


Saat aku di depan pintu kamar. Tiba-tiba ana memelukku hingga tumpukan bukuku jatuh.


Aku mendengar nafas ana yang tidak beraturan di telingaku. Setelah beberapa detik akhirnya nafasnya kembali normal dia masih dalam posisi memelukku erat. Aku masih bingung apa maksudnya! Apa dia di marahi jazon.


"Rubby" bisiknya


"ya" sahutku


"Aku jadian sama jazon" bisik ana yang ku pikir aku salah pendengaran.


"ahhh!" desahku


"AKU JADIAN SAMA JAZON! AKU PACARAN SAMA JAZON!" teriak ana di telingaku sambil memelukku kegirangan.


Mendengarnya membuatku tidak ingin percaya! Bagaimana? Mungkin! Mereka pacaran sedangkan tadi saja jazon terlihat tidak senang karena aku ingin mendekatinya dengan ana! Apa ana sedang berhalusinasi.


Aku melepaskan pelukan ana padaku, memegang dahi ana "tidak panas" gumamku yang di dengar ana.


"hey! Apa kau pikir aku sakit! Ini nyata!" kata ana


"kamu bercanda kan?" tanyaku karena masih tidak percaya


"jika tidak percaya tanya sendiri pada jazon!" tegas ana agar aku bisa percaya dengan perkataannya.


Jazon keluar dari kamar "kami berdua mulai hari ini pacaran" kata jazon yang membuat hatiku terasa tersambar oleh rasa sakit.. Aku menatapnya! aku menatap jazon! Aku menatap tuan mudaku yang sangat anti pada wanita kecuali aku, apa jazon mempermainkan ana? Karena baru hari ini mereka bertemu dengan nyata! Dan baru beberapa kata yang mereka saling ucapkan! Setelah ana pulang aku akan menanyakan pada jazon tentang perasaannya pada ana! aku tidak boleh terlihat sedih, aku harus berusaha untuk mengucapkan "selamat, aku ikut senang dengan hubungan kalian" ucapku dengan tersenyum paksa...



Jazon menarik ana dan merangkulnya di hadapanku "terimakasih rubby" ucapnya yang membuat aku hampir saja menangis! Hey rubby dia itu tuan mudamu sekaligus temanmu, tahan rubby jangan menangis aku mohon..


"Aku akan mengantar ana pulang" lanjutnya


"baiklah! Antar dia dengan selamat! Tapi maaf aku tidak bisa mengantar kalian harus membereskan rumah" alasanku


"bye bye rubby" pamit ana dengan wajah bahagia


Mereka berdua pergi meninggalkanku, bahkan di lihat dari belakangpun mereka memang terlihat sangat serasi. Aku memukul dadaku yang sesak ini! Ada apa rubby? Kenapa kamu begini! Tidak mungkin kan kamu cemburu! Bukannya kamu sendiri yang bilang mereka cocok! Kau tidak boleh menangis!


"tes!" airmataku jatuh saat aku bilang tidak boleh menangis dasar mata bandel! Tidak mau mendengarkanku! Dasar kamu rubby singkirkan rasa aneh ini dari tubuhku! Singkirkan ini! Aku tidak mau merasakannya! Aku tidak suka.. Uhh semakin di lawan air mataku semakin menjadi, mengalir begitu deras tak mau berhenti T_T



🍁🍃🍂


Entahlah sudah berapa lama aku menangis. Akhirnya diri ini merasa lelah. Aku ingin kekasur untuk tidur.... Tapi mataku masih tidak ingin tertidur. Aku masih penasaran kenapa mereka bisa jadian. Aku ingin menemui jazon! Tapi tidak mungkin dengan keadaan yang seperti ini.


"Ceklek" suara pintu kamarku terbuka.


"rubby" panggil ibuku


Aku berpura-pura tidur segera menutup wajahku dengan selimut.


"rubby kamu tidur ya? Dasar putri molor" kata ibuku, kurasa ibu tidak jadi menghampiriku dan aku menangis dalam selimut saat teringat jazon yang tadi tidur di kasurku! Aku membencinya! Seharusnya aku tidak membiarkan dia tidur di kasurku! Dia hanya meninggalkan jejak yang membuatku tambah sedih..


"Tring" suara panggilan dari teleponku, nomor tidak di kenal siapa ini! Lebih baik ku angkat.


"hallo" ucap sang pemanggil, suaranya terdengar familiar "hallo apa ini rubby? Aku alan"


Oh ternyata si alan yang meneleponku


"ini beneran rubby kan?" tanyanya


"iyalah masa hantu! Aku rubby" tegasku


"oh tapi kenapa suaramu seperti habis menangis" tanya alan yang benar, karena aku memang habis menangis


"oh ini karena tiba-tiba aku terkena flu" dustaku


"benarkah? Padahal tadi kamu sangat sehat" gumam alan


"penyakitku memang terkadang suka datang tiba-tiba" dustaku lagi sepertinya aku akan mendapatkan dosa karena telah berbohong


"baiklah kalo begitu sebaiknya kamu istirahat, maaf ya rub jika aku menganggumu" kata alan


"tidak ganggu kok" kataku


" yaudah jangan lupa save nomorku ya rub" ucap alan


"iya lan" setujuku


"baiklah get will son ya rub" ucap alan


"thanks lan" aku segera mematikan telepon karena aku memang sedang ingin sendirian.


Sudah dua jam an aku masih tidak bisa tertidur dan ini sudah jam 5 sore sebentar lagi malam. Aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukaku yang bengkak ini. saat melihat kaca aku melihat wajahku yang menyedihkan ini. Sangat tidak tega, rubby yang tidak suka menangis akhirnya menangis akibat jazon!


"rubby" teriak ibu dari dapur "kamu sudah bangunkan bantu ibu memasak"


Bagaimana ini wajahku masih bengkak tidak mungkin ibu melihatku seperti ini, akan ketahunan..


"tidak mau bu! Aku masih lelah! Aku masih mengantuk" tolakku, maafkan aku bu lain kali rubby akan memijat ibu sebagai gantinya.


"yasudah tapi jangan melewati makan malam bersama ibu!" kata ibu


"iya bu!" teriakku


Pokoknya nanti setelah makan malam bersama ibu. Aku akan menemui jazon. Aku ingin menanyakan perasaannya pada ana! Agar hatiku tidak penasaran lagi.


Jam setengah 7..


Aku makan malam bersama ibu. Sudah satu minggu kira-kira aku tidak makan malam bersama ibuku, itu semua karena aku sibuk mengurusi tuan muda jazon.


"kamu terlihat sedih" ucap ibuku, ternyata seorang ibu memang mempunyai feeling yang sangat tajam pada anaknya


"Aku hanya merasa lelah. Ibu tau kan sekarang aku sedang menyiapkan diri untuk ujian nasional nanti" dustaku


"sudahlah sayang, tidak perlu belajar terlalu berlebihan hingga membuatmu lelah. Nanti sakit! Ibu tidak mau putri kesayangan ibu jatuh sakit" ucap ibu


"iya bu, setelah ini aku akan belajar secukupnya karena percuma saja OTAK ku tetap seperti biasa Bodoh" faktaku


"hah meskipun bodoh ibu tetap menyayangimu" ucap ibu


"aihh ibu jangan terus seperti itu! Aku sudah besar sangat aneh mendengar kasih sayang" ucapku malu


"hah iya putri maluku" umpat ibu


"bu jangan lagi menjulukiku putri molor atau putri malu, dan putri putri lain. Cukup panggil aku rubby" kataku


"iya iya udah kita jangan bicara lagi. Fokus pada makanan yang ibu masak dengan sepenuh hati ini" suruh ibuku.


Kamipun menyantap makan malam. Aku sebenarnya tidak nafsu tapi aku harus menghargai masakan ibuku yang di buatnya dengan penuh cinta.